Suhu Dingin di Indonesia, Ternyata Ini Penyebabnya

Penyebab Suhu Dingin di Indonesia
Ilustrasi suhu dingin di Indonesia. Foto: Ist/Net

Suhu dingin di Indonesia banyak dikeluhkan sejumlah warganet dari berbagai kota. Bahkan di Twitter kata ‘dingin’ atau sebuah ungkapan suhu dingin jadi trending topic. Menyusul kata lainnya yang berkaitan, yakni ‘Lawu’ dan ‘Dieng’. Lantas, apa penyebab suhu dingin yang terjadi di berbagai daerah di nusantara?

Warganet di Twitter memang banyak yang membandingkan suhu dingin saat ini seperti layaknya suhu udara di Lawu dan Dieng. Kedua tempat itu dikenal karena suhunya yang senantiasa dingin.

Selain itu, kata ‘hiportemia’ juga menjadi trending topic di Twitter. Hiportemia sendiri adalah kondisi saat seseorang merasa kedinginan yang amat sangat sampai berhalusinasi dan bisa menyebabkan kematian.

Baca Juga: Suhu Udara Dingin Ternyata Banyak Manfaatnya Bagi Kesehatan, Sudah Tahu?

Penyebab Suhu Dingin di Indonesia

Pembicaraan terkait suhu dingin ini tentu ada penjelasannya. Badan Metereologi, Klimatatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Deputi Bidang Klimatologi, Herizal mengungkapkan alasan kenapa akhir-akhir ini suhu terasa amat dingin dibanding hari-hari biasanya.

Herizal tidak menampik cuaca saat ini yang terasa lebih dingin. Hal itu disebutkan Herizal lantaran Indonesia tengah bersiap memasuki puncak musim kemarau.

Udara dingin yang biasanya menyergap saat malam hari sampai menjelang pagi akhir-akhir ini pertanda datangnya musim kemarau.

Penyebab Suhu Dingin
Kondisi puncak Dieng di Jawa Tengah saat suhu dingin. Foto: Ist/Net

“Semakin langit cerah maka semakin suhu akan semakin dingin. Saat menjelang musim kemarau sampai puncaknya nanti, langit akan terlihat cerah sepanjang hari. Sementara suhu semakin terasa dingin,” kata Herizal, Minggu (26/7/2020).

Herizal juga menjelaskan, suhu dingin di Indonesia juga terjadi lantaran langit yang cerah sepanjang hari. Karena itu, radiasi Matahari yang masuk ke permukaan Bumi tidak mendapat rintangan berarti.

“Pada siang hari, suhu cenderung lebih hangat. Berbeda saat malam hari, radiasi Bumi lepas ke angkasa bisa langsung maksimal, karena langitnya juga cerah,” ungkapnya.

Pada malam hari, lanjut Herizal, radiasi yang diterima dari matahari nol. Sementara radiasi Bumi ke angkasa berlangsung maksimal.

“Karena itu, kondisi udara saat malam hari ketika menjelang musim kemarau sampai puncaknya nanti akan lebih dingin. Ini apabila dibandingkan dengan kondisi udara saat musim hujan di malam hari,” jelas Herizal.

Penyebab Suhu Dingin Lainnya

Selain Herizal, Nanda Alfuadi seorang prakirawan Cuaca BMKG juga menjelaskan penyebab suhu dingin di Indonesia.

Menurut Nanda, setidaknya ada dua hal yang mempengaruhi suhu udara yang terasa dingin akhir-akhir ini.

Penyebab suhu dingin, Nanda menyebut pertama, karena uap air yang terkandung dalam atmosfer. “Di beberapa wilayah Indonesia, terutama di bagian selatan, kandungan uap air di atmosfer cukup rendah dalam beberapa pekan ini,” jelas Nanda.

Hal tersebut, kata Nanda, membuat radiasi gelombang panjang dari Bumi lepas ke angkasa. Padahal radiasi ini yang biasanya membuat atmosfer Bumi lapisan bawah lebih hangat.

Karena itu, energy yang biasanya berguna untuk menghangatkan atmosfer pada lapisan bawah justru lebih kecil. Sebaliknya, kandungan uap air di atmosfer lebih banyak.

“Apabila dilihat secara kasat mata, terlihat tutupan awan berkurang dalam beberapa pekan ini. Apabila dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, langit lebih cerah bahkan saat malam hari,” katanya.

Penyebab kedua suhu dingin di Indonesia, menurut Nanda adalah menguatnya kecepatan angina dari selatan. Maka pantas jika suhu di Indonesia bagian selatan terasa lebih dingin.

“Namun demikian, saat ini belum sampai puncak kemarau. Sehingga tidak terlalu signifikan. Diprakirakan, Agustus dan September di awal-awal bulan, kondisinya akan semakin dingin. Ini terjadi di wilayah NTB, NTT, Bali, sampai ke wilayah Jawa,” terangnya.

Fenomena Biasa Menjelang Puncak Kemarau Juli-Agustus

Penjelasan lainnya datang dari Hary Tirto Djatmiko, Kabid Diseminasi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG.

Hary menyebut suhu dingin yang terjadi akhir-akhir ini merupakan fenomena biasa. Pada bulan Juli sampai Agustus terutama puncak musim kemarau, suhu udara di Indonesia akan terasa lebih dingin.

“Di bulan Juli suhu lebih terasa dingin, ini karena dalam beberapa hari terakhir kandungan uap yang ada di atmosfer lebih sedikit. Khususnya untuk beberapa wilayah Indonesia, seperti Jawa, Bali, NTT, dan NTB,” katanya.

Saat puncak musim kemarau, lanjut Harry, suhu udara akan semakin dingin, sementara permukaan Bumi lebih kering.

“Saat itu terjadi, panas matahari lebih banyak terbuang dan hilang di angkasa. Karena itu suhu udara di musim kemarau justru lebih dingin dibandingkan suhu udara saat musim hujan ataupun saat musim kemarau,” jelasnya.

Penjelasan dari BMKG di atas cukup menjelaskan penyebab suhu dingin di Indonesia. Bagaimana suhu di kota Anda? Jika terasa dingin, segera matikan AC dan tarik selimut. (Ndu/R7/HR-Online)

Loading...