Petir Terpanjang di Brazil Sejauh 709 Km Disebut Sebagai Megaflash

Petir Terpanjang di Brazil
Ilustrasi Petir Terpanjang di Brazil. Foto Istimewa

Petir terpanjang di Brazil menjadi salah satu petir yang terdahsyat. Tidak hanya dahsyat, tetapi juga cukup panjang. Seperti yang diketahui bahwa lazimnya petir hanya terlihat seperti kilatan saja.

Sehingga untuk terjadinya sambaran petir tersebut tidaklah lama. Namun The World Meteorologi Association belum lama ini merilis sebuah konfirmasi. Dimana terdapat kilatan petir dalam waktu cukup lama.

Baca Juga: Proses Munculnya Petir yang Menyambar Bumi

Dikonfirmasi ternyata petir tersebut terjadi di langit Argentina. Tepatnya pada bulan Maret 2019. Petir tersebut terjadi dalam waktu 16,73 detik.

Petir Terpanjang di Brazil Cetak Rekor Baru

Megaflash merupakan sebutan untuk petir terpanjang dan terdahsyat yang pernah terjadi di Bumi. Pada hari Kamis (25/6/2020), WMO menyebutkan bahwa megaflash pernah terjadi di Argentina.

Durasinya lebih lama dua kali lipat dibandingkan sebelumnya. Bahkan lebih lama dari kedipan mata normal. Ini adalah megaflash terlama yang ada di Bumi dan terekam oleh WMO.

Sebagai catatan, megaflash sendiri merupakan serangkaian petir yang berkedip. Petir tersebut dihubungkan oleh percikan yang ada di langit. Pernyataan ini diungkapkan oleh Farnell, Kepala Ahli Meteorologi.

Petir terpanjang di Brazil juga masuk dalam kategori megaflash. Dimana kilatan tersebut mencapai 709 kilometer jangkauannya. Petir ini juga mencetak rekor baru dunia.

Petir terpanjang ini terjadi di tahun 2018 tepatnya di akhir bulan Oktober. Letaknya berada di langit Brazil Selatan. WMO menyebutkan bahwa bentangan jarak tersebut masih dikurang atau ditambah 8 kilometer.

Petir yang membentang hingga ratusan kilometer tersebut diibaratkan dengan jarak antar wilayah. Seperti jarak Toronto ke Chicago kemudian dari Winnipeg ke Saskatoon.

Ada pula yang menyebutkan bentangan tersebut sama dengan jarak dari Vancouver ke Clagary. Bahkan diperkirakan jaraknya juga setara dengan wilayah Boston ke Washington DC.

Jarak horizontal ini memang spektakuler. Bahkan petir tersebut merupakan rekor luar biasa untuk petir tunggal. Hal ini juga diungkapkan oleh Randall Cerveny yang merupakan seorang profesor WMO.

Fenomena langka dan epik ini sudah terekam dua kali. Sebelumnya juga pernah terjadi kilatan petir yang membentang panjang di tahu  2007. Petir ini terjadi negara bagian Amerika serikat, Oklahoma.

Petir tersebut membentang hingga 200 mil atau setara dengan 320 kilometer. Fenomena ini mulanya menjadi pemegang rekor baru petir terpanjang. Hingga akhirnya menjadi yang kedua setelah tahun 2018.

Hal ini memunculkan banyak asumsi mengenai petir terpanjang di Brazil. Dimana nantinya diperkirakan akan ada yang lebih dahsyat dan panjang. Sebab, fenomena alam memang sulit untuk ditebak.

Seperti halnya petir yang merupakan tabrakan dari udara hangat dan udara dingin. Live Science menyebutkan bahwa kristal es di udara yang dingin mengalami tabrakan dengan air. Air tersebut ternyata berasal dari udara hangat.

Sehingga menimbulkan gesekan dan menyebabkan muatan listrik menyebar ke seluruh awan. Inilah yang menjadikan petir berkilatan di langit.

Petir Brazil Sejauh 709 Km Menjadi yang Terpanjang, Apakah Ada yang Lain?

WMO sendiri mencatat banyak sekali fenomena perihal cuaca dan alam. Mulai dari curah hujan, hujan es, badai, hingga tornado. Kemudian badai hingga kilatan petir.

Termasuk jenis petir terpanjang di Brazil. Saat ini, petir tersebut masih menjadi yang terpanjang pertama. Meski tidak terlalu lama, namun petir tersebut mampu direkam oleh WMO.

Alat yang digunakan merupakan teknologi satelit baru. Dimana teknologi tersebut dapat mencatat kilatan petir. Ada beberapa instrumen yang telah digunakan seperti Geostasionary Lightning Mappers (GLMs).

Teknologi sudah digunakan pada satelit R-Series Geostasionary Operation Enviromental. Bahkan sudah berhasil merekam catatan petir baru. Sedangkan petir terpanjang di Brazil masih menggunakan pengaturan rekaman citra satelit.

Untuk mengidentifikasi megaflash yang akan datang memang membutuhkan teknologi canggih. Teknologi tersebut harus memiliki domain pengamatan yang lebih besar.

Sebelumnya pencatatan data kilatan petir menggunakan jaringan Lightning Mapping Array. Namun para ilmuwan mengungkapkan bahwa ada batasan kilatan jika menggunakan LMA ini.

Hal ini menjadi alasan untuk menggunakan teknologi dengan pemetaan lebih besar. Sehingga deteksi petir lebih akurat dan bersifat keseluruhan. Bahkan nantinya bisa digunakan untuk menghitung durasi kilatan petir yang terjadi.

Apabila terjadi lagi petir terpanjang di Brazil, maka akan lebih mudah diidentifikasi. Mengingat kawasan Argentina, Brazil, dan Venezuela memang sering terjadi petir. Bahkan kawasan Amerika Selatan sendiri merupakan hotspot petir di dunia. (R10/HR-Online)