Senin, Oktober 18, 2021
BerandaBerita BanjarPKH Kota Banjar Validasi 829 Data Calon Penerima Bantuan

PKH Kota Banjar Validasi 829 Data Calon Penerima Bantuan

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- PKH Kota Banjar melakukan validasi terhadap 829 calon penerima bantuan Program Keluarga Harapan dari Kementrian Sosial.

Ratusan calon KPM tersebut tersebar di berbagai desa/kelurahan yang ada di Kota Banjar.

Seperti yang dilakukan di Desa Kujangsari, Kecamatan Langensari, sebanyak 50 keluarga berkumpul di aula desa untuk mendapatkan informasi seputar PKH.

Wahyu, salah satu pendamping PKH di Langensari, menjelaskan, validasi data calon penerima bantuan ini merupakan salah satu tahapan untuk menentukan sesuai atau tidaknya KPM dengan kriteria yang ditentukan.

Ia menyebut, data tersebut datang langsung dari Kementrian yang kemudian divalidasi di setiap daerah.

“Karena ini baru sebatas calon, jadi ada kemungkinan juga tidak masuk kepesertaan. Tapi bila sudah sesuai dengan kriteria yang sudah ditentukan, berarti nanti mereka akan diberitahu lagi,” jelas Wahyu kepada HR Online, Selasa (21/7/2020) kemarin.

Beberapa komponen penerima tersebut, kata Wahyu, di antaranya dilihat dari segi kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan sosial.

Baca juga: Baznas Kota Banjar Salurkan Bantuan Untuk Para Pedagang Kecil

Sementara itu, Ketua Koordinator PKH Kota Banjar, Rahmat, menjelaskan, calon penerima yang divalidasi tersebut sebelumnya tidak masuk dalam program bantuan ini.

“Di antara mereka sebelumnya ada yang masuk dalam program sembako atau BPNT. Kita validasi datanya apakah sesuai dengan komponennya atau tidak,” papar Rahmat saat di ruang kerjanya.

Rahmat menambahkan, selain warga tersebut belum tercover oleh PKH, juga karena adanya graduasi kepesertaan selama tahun ini.

Ia menyebut, sebanyak 4,5 persen atau sekitar 250 KPM yang sudah keluar dari kepersertaan PKH sampai saat ini.

Sedangkan target graduasi di Kota Banjar secara keseluruhan sebanyak 10 persen hingga September 2020 mendatang.

“Intinya, bila calon penerima itu sudah sesuai, nantinya akan menjadi KPM. Sehingga, kalau yang tidak memenuhi komponen yang ditentukan, kemungkinan tidak masuk,” pungkasnya. (Muhafid/R6/HR-Online)

- Advertisment -

Berita Terbaru

spot_img