Potensi Wisata Alam Curug Angin & Curug Tujuh di Pamarican Ciamis

Potensi Wisata Alam Curug Angin & Curug Tujuh di Pamarican Ciamis
Potensi wisata alam Curug Angin, dan Curug Tujuh yang berada di Kawasan Hutan Gunung Geger Bentang, Perum Perhutani KPH Ciamis, BKPH Banjar Selatan, RPH Pamarican.Foto:Suherman/HR

Berita Ciamis (harapanrakyat.com).- Pasca pemekaran Kabupaten Pangandaran dari Ciamis,  Kabupaten Ciamis kehilangan potensi wisata yang lumayan besar tentunya. Namun demikian, masih banyak potensi alam yang bisa untuk bisa dikembangkan menjadi tempat obyek wisata.

Salah satunya adalah  Curug Angin, dan Curug Tujuh. Lokasinya berada di Kawasan Hutan Gunung Geger Bentang, Perum Perhutani KPH Ciamis, BKPH Banjar Selatan, RPH Pamarican.

Tepatnya, di Dusun Ciparakan, RT 09, RW 04, Desa Sukahurip, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Para pengunjung hanya membutuhkan waktu 15 menit untuk menuju Curug Angin dan Curug Tujuh, dengan berjalan kaki, dari pinggir Jalan Raya Kertahayu-Pamarican, tepatnya di wilayah Dusun Ciparakan.

Dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih 500 meter, menyusuri area Hutan Jati, para pengunjung akan terpuaskan dengan pemandangan, keindahan, dan hijaunya alam Hutan Geger Bentang, serta jernihnya air terjun di Curug Angin dan Curug Tujuh.

“Disini ada 2 air terjun, yaitu Curug Angin dan Curug Tujuh. Ini dapat dijadikan sebagai destinasi pariwisata unggulan. Hanya saja, selama ini terkendala oleh akses jalan, dimana menuju lokasi Curug kita harus melewati jalan setapak yang terhimpit pepohonan liar,” ungkap Baehaki Efendi, Pengurus Karang Taruna Desa Sukahurip, saat ditemui di sekitar lokasi Curug, Sabtu (27/06/2020) kemarin.

Curug Angin dan Curug Tujuh, kata Baehaki, belum terjamah oleh banyak manusia. Kondisi itu akibat sulitnya akses jalan. Padahal saat berada di lokasi, pengunjung akan menemukan keindahan yang tersembunyi. Kata dia, potensi wisata alam ini mesti dikembangkan.

“Untuk mengunjungi Curug Angin dan Curug Tujuh, para pengunjung tidak dipungut biaya. Hal itu karena lokasi tersebut belum dimanfaatkan atau dikelola, baik oleh Pemerintah Desa maupun Kabupaten, juga Perum Perhutani,” terangnya.

Baehaki berharap ada upaya atau perhatian dari pemerintah terkait pengembangan potensi wisata alam air terjun (Curug) yang ada di wilayah tersebut. (Suherman/Koran HR)

Loading...