Ridwan Kamil: BUMD Lokomotif Kebangkitan Ekonomi Jabar

Ridwan Kamil: BUMD Lokomotif Kebangkitan Ekonomi Jabar

Berita Jabar (harapanrakyat.com).- Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) akan memaksimalkan peran BUMD (badan usaha milik daerah).

Hal tersebut dilakukan dalam rangka memulihkan kembali ekonomi di Jabar baik dalam jangka pendek, menengah, dan panjang.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyebut, saat ini Jawa Barat tengah berupaya bangkit dari krisis akibat COVID-19.

“Salah satunya yakni dengan memaksimalkan peran BUMD dalam strategi pemulihan ekonomi Jawa Barat,” ujarnya, Selasa (28/7/2020).

Kata dia, BUMD mesti menjadi lokomotif kebangkitan perekonomian Jabar. Modalnya kata Emil yakni kepemimpinan, kebersamaan, serta kolaborasi. 

“Semua BUMD harus proaktif menjadi pelaku utama untuk investasi sendiri serta mitra utama investasi luar,” katanya.

Ia pun meminta semua BUMD agar segera beradaptasi dengan keadaan saat ini.

Emil menyebut setidaknya ada tujuh peluang yang bisa dimaksimalkan agar Jawa Barat bisa bertahan dari krisis, untuk kemudian bisa membangkitkan dan memajukan kawasan.

“Ini yang akan kemudian ditekankan kepada BUMD,” katanya.

Menurut Emil, dalam enam bulan kedepan, akan ada investasi senilai Rp57 triliun yang masuk ke Jabar.

“Nah disini BUMD harus memahami dan bekerja sama dengan para investor dalam mengelola manfaat dari investasinya,” jelas Emil.

Emil menegaskan, BUMD boleh hanya berdiam diri, tapi harus proaktif menjemput bola dengan pendekatan terhadap para investor, pengusaha, termasuk juga para duta besar terdekat.

“BUMD juga mesti berani menambah dan mengembangkan bisnis-bisnisnya yang berpotensi untuk menambah pendapatan daerah,” ungkapnya.

Baca Juga: Ridwan Kamil Optimis Investasi di Jabar Kembali Menggeliat

7 Peluang BUMD

Emil menyebut setidaknya ada tujuh peluang yang bisa dimaksimalkan BUMD di era adaptasi kebiasaan baru (AKB) ini.

Pertama, eksodus banyak perusahaan dari Tiongkok ke negara lainnya yang lebih aman dan terhindar jauh dari virus corona.

“Kedua, bangkitnya kemandirian atau swasembada kebutuhan di dalam negeri. Ketiga, adaptasi sektor pariwisata yang digabungkan dengan pelayanan kesehatan, kita bisa contoh Singapura dan Penang,” kata Emil.

Keempat lanjut Emil yakni Revolusi Industri 4.0. Kata Emil, BUMD mesti mampu memanfaatkan layanan digitalisasi dan optimalisasi karyawan.

“Untuk yang kelima, yakni peluang pengembangan usaha lewat emanfaatan teknologi informasi,” ucapnya.

Keenam, yakni dengan memaksimalkan bisnis ramah lingkungan dan berkelanjutan seperti energi terbarukan dan kendaraan listrik.

“Untuk peluang yang ketujuh yakni dengan cara klasik memaksimalkan potensi pariwisata dan wisatawan lokal yang ada di Jawa Barat,” tegasnya.

Gubernur Jabar tidak main-main dalam menjalankan strategi pemulihan ekonomi di Jawa Barat ini. Emil pun sudah meminta jajaran direksi BUMD punya Pemprov agar segera menyusun skema bisnis dalam dua pekan. (R8/HR Online)