Jumat, Agustus 12, 2022
BerandaBerita BanjarSatpol PP Kota Banjar Tertibkan Ratusan Reklame Ilegal

Satpol PP Kota Banjar Tertibkan Ratusan Reklame Ilegal

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Petugas Satuan Polisi Pamong Praja Kota Banjar, menertibkan ratusan reklame ilegal yang berada di sepanjang area pusat Kota Banjar, Senin, (20/7/2020).

Penertiban reklame tersebut dimulai dari Lingkungan Parungsari, Jalan Letjen Suwarto, Kapten Jamhur, Perintis Kemerdekaan, Pegadaian hingga menyasar seluruh yang tak berizin di sepanjang pusat kota.

Kepala Dinas Satpol PP Kota Banjar, Edi Nur Jaman, melalui Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah, Asep Sutarno, mengatakan, sebelum penertiban pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Dinas DPPKAD serta Dinas Perizinan.

Setelah dicek, pihak perusahaan yang bersangkutan ternyata tidak membayar pajak retribusi daerah serta belum mengajukan proses perizinan.

“Ada seratusan lebih reklame ilegal yang kami tertibkan,” kata Sutarno kepada awak media.

Sekdis Satpol PP Kota Banjar, Kusnadi, menambahkan, penertiban tersebut karena reklame yang dipasang tidak mematuhi peraturan perundang-undangan dan peraturan daerah yang sudah ditetapkan.

Pelanggaran yang sudah dilakukan itu, seperti tidak adanya izin dari Dinas terkait serta tidak mengindahkan peraturan tempat atau area pemasangan reklame.

“Reklame yang dipasang kebanyakan ilegal. Sehingga harus ditertibkan karena bisa merugikan pemerintah,” kata Kusnadi.

Selain ilegal, kata Kusnadi, pemasangan reklame tersebut juga dilakukan di sembarang tempat seperti di tiang rambu-rambu lalu lintas, tiang listrik dan pohon yang berada ditepi jalan sehingga mengganggu pemandangan warga dan pengguna jalan.

Menurutnya, sesuai prosedur yang ada seharusnya pihak perusahaan harus berkoordinasi dengan pemerintah melalui Dinas terkait untuk mengurus perijinan.

Selain itu, saat pemasangan reklame juga harus dilakukan pengawalan dan pengawasan oleh tim petugas.

“Sebelumnya kami sudah berkoordinasi dengan Dinas terkait. Kami akan melakukan penindakan kalau memang tidak berizin dan memasang di sembarang tempat,” tegas Kusnadi. (Muhlisin/R6/HR-Online)