Semut Beludru Putih Thistledown, Tawon yang Menyerupai Buah Creosote

Semut Beludru Putih Thistledown
Ilustrasi Semut Beludru Putih Thistledown. Foto Istimewa

Semut beludru putih Thistledown menjadi salah satu spesies menarik yang menjadi objek penelitian. Tepatnya di Gurun Mojave terdapat bola-bola putih yang berjatuhan. Namun bola-bola tersebut bukanlah buah creosote, melainkan spesies hewan.

Spesies ini dikenal dengan semut beludru Thistledown yang masuk dalam kategori tawon dan bukan semut. Para ilmuwan berasumsi bahwa tawon ini telah lama berevolusi. Lalu bagaimana dengan warna putih yang menyelimuti tubuhnya?

Warna putih tersebut ternyata digunakan sebagai adaptasi sekaligus penyamaran. Dimana spesies tawon tersebut akan terlihat seperti buah creosote yang bulat. Penyamaran yang dilakukan spesies ini benar-benar sangat menarik dan sempurna.

Semut Beludru Putih Thistledown yang Berevolusi

Jika dilihat dari spesiesnya, hewan ini memang diberi nama semut. Namun sejatinya hewan ini memiliki sengatan yang begitu menyakitkan. Warna putih yang menyelimuti tubuhnya merupakan ciri khas yang begitu unik.

Dilansir dari Scitechdaily, semut beludru ini memiliki nama latin Dasymutilla Gloriosa. Semut dengan senjata berupa sengat ini hidup di gurun yang ada di Amerika Utara. Kurang lebih sekitar 5 juta tahun yang lalu spesies ini hidup.

Namun catatan fosil semut beludru putih Thistledown nampaknya berbeda dari hal yang ditemukan. Dimana semak creosote mengalami evolusi di kawasan Amerika Selatan. Untuk bepergian ke daerah Utara yang mengalami zaman es terjadi 100 ribu tahun yang lalu, waktu yang diperlukan untuk berevolusi pun tidak cukup.

Hal inilah yang menjadi pertanyaan bagaimana caranya semut ini bisa berwarna putih? Dr. Wilson yang merupakan ahli biologi berambisi bahwa ia harus menemukan jawabannya. Dalam kurun waktu satu dekade, akhirnya tim Dr. Wilson dirasa mampu memberikan jawaban.

Warna putih tersebut merupakan wujud mimikri yang digunakan sebagai strategi. Semut yang semula berada di Amerika Utara berevolusi hingga berada di Amerika Selatan. Agar tetap dingin di padang pasir, maka harus ada penyesuaian.

Hal ini didasarkan pada penelitian yang telah terbit pada Biology Letters. Mimikri ini juga dijadikan sebagai bentuk pertahanan bagi semut beludru Thistledown berevolusi. Penyamaran ini dilakukan agar tidak tertangkap oleh predator lainnya.

Penelitian mengenai semut beludru putih Thistledown diidentifikasi sejak 2015. Ketika itu, ahli biologi Utah State University mengungkapkan bahwa Amerika Utara adalah kompleks mimikri terbesar di dunia. Tak heran jika banyak hewan yang berkamuflse di kawasan ini.

Hal inilah yang terjadi pada semut beludru Thistledown yang mengalami evolusi. Dari segi penampilan yang menyamai buah creosote sehingga terlihat tidak ada bedanya. Namun dibutuhkan kejelasan mengenai pewarnaan putih yang terlihat sangat menarik tersebut.

Sejauh mata memandang, maka semut beludru Thistledown akan sama dengan buah creosote. Namun untuk indra penciuman, antara hewan dan manusia berbeda.

Begitupun dengan predator yang ingin memangsa semut beludru ini. Sengat yang dimiliki oleh semut beludru putih juga digunakan sebagai senjata perlindungan diri.

Baca Juga: Semut Paling Berbahaya di Dunia, Bisa Membunuh Manusia Sekali Gigit

Bagaimana Semut Beludru Putih Thistledown Bisa Berwarna Putih?

Dr. Wilson menduga bahwa warna putih pucat tersebut dapat berdampak baik pada lingkungan panas. Sehingga memberikan manfaat thermoecological pada semut beludru Thistledown. Para peneliti juga melakukan penelitian terhadap data genetika.

Para peneliti menggunakan spektrometri reflektansi untuk membandingkan semut beludru putih Thistledown dan tawon. Kamera pencitraan termal dan probe juga sudah disiapkan. Alat tersebut digunakan sebagai alat ukur suhu eksternal dan internal organisme.

Tekanan predasi tidak mempengaruhi perubahan warna putih dari semut beludru. Penelitian juga tidak hanya didasarkan pada bagian luar atau sampulnya saja. Tetapi juga melakukan penelitian secara detail.

Para ilmuwan juga berasumsi bahwa adanya tanaman creosote juga meningkatkan pewarnaan semut tersebut. Sehingga tubuh Thistledown menjadi lebih putih.

Hewan yang berkamuflase memang lebih sering menyalin makhluk hidup yang ada di sekitarnya. Tak heran jika semut beludru ini juga meniru buah creosote.

Kemungkinan semut beludru putih ini juga akan menyalin visual makhluk hidup lain. Hal ini bisa saja terjadi ketika lingkungan sekitarnya tidak ditumbuhi creosote, melainkan yang lainnya.

Diharapkan akan ada penelitian lebih lanjut mengenai kamuflase hewan seperti spesies ini. Sebab, semut beludru putih Thistledown ini masih menjadi pertanyaan. Banyak asumsi mengenai pewarnaan putih yang menyelimuti tubuhnya.