Sinar UV Bisa Bunuh Virus Corona Hingga 99,9 Persen, Ini Hasil Risetnya!

Sinar UV Bisa Bunuh Virus Corona
Sinar UV Bisa Bunuh Virus Corona. Foto: istimewa

Sinar UV bisa bunuh virus Corona, bagitu kata sebuah hasil riset terbaru. Bahkan jenis sinar UV tertentu, yaitu UVC mampu membunuh virus menular ini hingga 99,9 persen. Yang menarik, sinar ini juga masih aman untuk manusia.

Para ahli dari Columbia University Irving Medical Center baru saja mengumumkan hasil temuannya itu. Temuan yang menggembirakan itu diterbitkan dalam Scientific Reports pada 24 Juni 2020 yang lalu.

“Disinfeksi udara dengan sinar UVC yang terus menerus mampu mengurangi tingkat virus di udara dalam ruangan dengan banyak orang di dalamnya,” kata David Brenner, PhD, penulis utama riset tersebut, seperti dikutip Scitech Daily.

Temuan sinar UV ini patut disambut gembira. Penularan virus Corona yang masif dapat segera diatasi. Apalagi dalam ruangan ber-AC dimana virus dari droplet seseorang mungkin lebih lama melayang di udara.

Cara Kerja Sinar UV Bisa Bunuh Virus Corona

Sinar UV atau ultraviolet, seperti dikutip dari Wikipedia, merupakan jenis radiasi elektromagnetik dengan panjang gelombang yang lebih pendek dari cahaya yang tampak. Namun lebih panjang dibandingkan sinar X yang kecil.

Matahari dikenal sebagai sumber utama cahaya ultraviolet. Sinar UV dari matahari inilah yang bisa mengionisasi partikel-partikel dalam atmosfer sehingga menghasilkan lapisan ionosfer. Kacamata sinar UV bisa digunakan untuk melihat Korona matahari.

Temuan para ahli Columbia University Amerika Serikat tentang sinar UV bisa bunuh virus Corona menguatkan saran untuk berjemur sinar matahari dalam mencegah penularan Covid-19. Karena itu kebiasaan ini bisa dilanjutkan untuk mencegah Corona.

Baca juga: Pandemi Covid-19 Gelombang Kedua Bisa Dihindari, Ini Hasil Risetnya!

Selain dari cahaya matahari, sinar ultraviolet juga bisa dihasilkan dari proses loncatan listrik. Atom dan molekul dalam loncatan listrik mampu didesain untuk memproduksi sinar UV seperti yang diinginkan.

Ada beberapa jenis sinar UV berdasarkan panjang gelombangnya. Masing-masing adalah hampir UV (panjang gelombang 380–200 nm) dan UV vakum (200–10 nm).

Sedangkan terkait keamanan sinar UV bisa bunuh virus Corona terhadap manusia, ada beberapa jenis UV yang dikenal. Yaitu sinar UVA (dengan panjang gelombang 380–315 nm), UVB (315–280 nm), dan UVC (280-10 nm)

Sinar UVA disebut juga sebagai blacklight atau “Gelombang Panjang”. UVB disebut juga medium wave atau “Gelombang Medium”, dan UVC disebut juga sebagai short wave atau “Gelombang Pendek”.

Hasil Riset Sinar UV

Dalam penelitiannya, para ahli juga menemukan bahwa cahaya dari lampu UVC germicidal konvensional juga termasuk jenis sinar UV. Cahaya dengan panjang gelombang 254 nm efektif mendisinfeksi ruang kosong dari virus.

Namun paparan langsung lampu UV konvensional ini tidak bisa dilakukan untuk ruangan kantor yang ada aktivitas manusianya karena berbahaya.

Untuk membersihkan area indoor secara terus-menerus dan aman, para peneliti juga menguji jenis sinar UVC jauh. Cahaya ultraviolet dengan panjang gelombang 222 nm ternyata lebih aman untuk kesehatan manusia.  

Jenis sinar Far-UVC ini tidak akan merusak sel-sel di dalam tubuh. Selain tidak bisa menembus lapisan mata, jenis sinar UV bisa bunuh virus Corona tanpa merusak lapisan sel kulit terluar.

“Sinar Far-UVC tidak akan membedakan jenis virus untuk membunuhnya. Semua jenis bakterial maupun virus, termasuk virus SARS-CoV-2 akan mati dengan sinar ini,” kata Brenner seperti dikutip dari Scitech Daily.

Baca juga: Vaksin Imunisasi MMR Mampu Cegah Komplikasi Parah Covid-19

Menurut direktur Pusat Riset Radiologi di Columbia University Irving Medical Center ini, virus SARS-CoV-2 umumnya menyebar melalui droplet dari orang yang batuk atau bersin ke udara. Sinar UVC mampu menonaktifkan virus ini di udara.

Paparan sinar UVC yang sangat rendah selama 8 menit akan membunuh 90 persen virus di udara. Paparan sinar UV bisa bunuh virus Corona hingga 95 persen dalam 11 menit, dan 99,9 persen dalam 25 menit. (R11/HR-Online)