Survei Pilkada Pangandaran 2020, LSI: Elektabilitas Jeje Masih Perkasa

Survei Pilkada Pangandaran 2020
Survei Pilkada Pangandaran 2020 terhadap dua pasangan calon bupati-wakil bupati. Foto: Istimewa

Pilkada Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Lembaga survei independent Citra Komunikasi Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Network Denny JA merilis hasil survei Pilkada Pangandaran, Jawa Barat. Dalam hasil survei tersebut disebutkan bahwa elektabilitas calon bupati Pangandaran incumbent, Jeje Wiradinata, berada di urutan pertama dan unggul jauh dari kandidat calon bupati lainnya.

Hasil survei ini menunjukan bahwa kekuatan Jeje Wiradinata dalam menghadapi Pilkada Pangandaran masih perkasa. Dengan begitu Jeje diprediksi akan mulus memenangkan pertarungan pilkada yang akan digelar pada 9 Desember mendatang.

Betapa tidak, Jeje memiliki elektabilitas 73,0 persen. Sementara elektabilitas rivalnya Adang Hadari hanya 23,0%. Ketika dilakukan simulasi dengan mempasangkan Jeje Wiradinata dengan Ujang Endin pun masih unggul telak.

Hasil survei Pilkada Pangandaan ini menyebutkan pasangan Jeje- Ujang Endin unggul 67,7%. Sementara pasangan rivalnya Adang Hadari- Supratman 26,8%. Sedangkan suara swing voter atau belum menentukan pilihan sebesar 5,5%. Seperti diketahui dalam konstelasi Pilkada Pangandaran sudah dipastikan akan diikuti oleh dua pasangan calon atau head to head.

Survei yang digelar Citra Komunikasi LSI Denny JA ini digelar pada 5-10 Juli 2020. Survei yang digunakan yaitu dengan cara wawancara tatap muka dengan metoda sampling multistage random. Dalam survei ini melibatkan 440 responden dengan margin of error 4,8%.

Analisis Hasil Survei Pilkada Pangandaran 2020

Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Network Denny JA, Toto Izul Fatah, saat menggelar konferensi pers, melalui aplikasi zoom meeting, Sabtu (18/07/2020), mengatakan, terdapat beberapa indikator yang menjadi sebab kekuatan calon incumbent Jeje Wiradinata masih perkasa.

Pertama, kata Toto, tingkat kepuasan publik Pangandaran terhadap kinerja Jeje selama menjabat bupati cukup besar. Dari hasil survei tersebut, responden yang menjawab puas atas kinerja Jeje sebesar 69,3%. Sementara yang menjawab sangat puas sebesar 15,7%.

“Jika digabungkan, responden yang mengaku puas mencapai 85%. Dari pengalaman kami melakukan ratusan kali survei, apabila tingkat kepuasan publik terhadap calon incumbent persentasinya cukup tinggi seperti ini, maka berpotensi besar terpilih kembali,” ujar Toto.

Selain itu, lanjut Toto, tingkat pengenalan dan kesukaan publik terhadap Jeje Wiradinata cukup tinggi pula. Tingkat pengenalan publik terhadap Jeje berada di angka 99,3 persen. Sementara tingkat kesukaan 92 persen.

Dari hasil survei Pilkada Pangandaran ini pun diketahui bahwa Jeje memiliki pemilih militan (strong supporter) sangat tinggi, yaitu 35,4%. Sementara rivalnya Adang Hadari baru 21,1%.

“Dari pengalaman di berbagai Pilkada di sejumlah daerah bahwa angka pemilih militan selalu menjadi penentu kemenangan. Apabila saat dilakukan survei salah satu calon memiliki pemilih militan di atas 30%, maka dia selalu memenangkan pilkada,” ujarnya.

Publik Puas Terhadap Kinerja Jeje Tangani Covid-19

Disamping itu, kata Toto, faktor lain yang menjadi indicator potensi kemenangan, juga tergambar dari peta distribusi dukungan di segmen demokrafis yang cukup merata. Baik itu suku, agama, gender, usia, tingkat pendidikan, tingkat penghasilan, dan bahkan sebaran dukungan di setiap zona dan dapil.

“Dalam survei Pilkada Pangandaran yang kami lakukan pun memotret penilaian publik atas kinerja Jeje dalam menangani wabah pandemi Covid-19. Ternyata sekitar 81,8 % publik di Pangandaran menilai Jeje cukup baik atau dengan rincian sekitar 61,6% menjawab baik dan 22 persen menjawab sangat baik,” terang Toto.

Menurut Toto, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Jeje yang cukup tinggi ini yang membuatnya berpeluang besar memenangkan Pilkada Pangandaran. Dia mengatakan tingkat kepuasan publik selalu menjadi indikator penentu ketika calon incumbent kembali maju di perhelatan pilkada. (R2/HR-Online)

Loading...