Tunisia dan Yordania Tertarik Jalin Kerja Sama dengan Jabar

Tunisia dan Yordania Tertarik Jalin Kerja Sama dengan Jabar
Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat menerima kunjungan Dubes Republik Tunisia untuk RI Riadh Dridi dan Duta Besar (Dubes) Kerajaan Hashimiyah Yordania untuk RI H.E. Abdallah Abu Romman di Gedung Pakuan, Bandung, Jumat (10/7/2020).Foto:Istimewa

Berita Jabar (harapanrakyat.com).- Tunisia dan Yordania, tertarik untuk menjalin kerja sama bidang kesehatan dan pariwisata dengan Pemprov Jawa Barat (Jabar).

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, usai menerima kunjungan Dubes Republik Tunisia untuk RI Riadh Dridi dan dari Duta Besar (Dubes) Kerajaan Hashimiyah Yordania untuk RI H.E. Abdallah Abu Romman, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (10/7/20).

“Kedatangan Dubes dua negara ini yakni untuk memulai proses baru, yakni meningkatkan kerja sama ekonomi dan budaya Islam di antara kitai,” ujar Emil (sapaannya).

Emil mengatakan, dirinya memberikan satu buah buku untuk Duta Besar dari Tunisia dan Yordania.

Buku tersebut berisi tentang investasi yang bisa dilakukan di Jabar dengan nilai Rp600 triliun.

“Beliau-beliau ini tertarik jalin kerjasama dengan kita di bidang kesehatan dan pariwisata. Beliau taid juga memberikan satu buah produk kosmetik dari Laut Mati,” katanya.

Emil pun siap untuk meningkatkan kerja sama dengan Tunisia dan Yordania. Emil mencontohkan salah satu produk kurma Tunisia memiliki prospek bisnis yang bagus di Jabar.

“Selain itu, kerja sama dengan kedua negara tersebut akan mampu membangkitkan perekonomian Jawa Barat di tengah pandemi COVID-19,” jelas Emil.

Emil menyebut, tahun 2020 ini adalah tahun ke 60 hubungan kerjasama Indonesia dengan Tunisia. Sementara dengan Yordania, tahun depan merupakan tahun ke 70 hubungan Indonesia dengan Yordania.

“Hubungan kerja sama ini akan sangat baik. Mudah-mudahan saja jadi kerja sama pascaCOVID-19 diantara dua negara. Yordania dengan Indonesia dan Tunisia dengan Indonesia,” ungkapnya.

Dubes Yordania dan Tunisia Sebut Banyak Peluang Kerjasama di Jabar

Dalam pertemuan tersebut, Dubes Yordania H.E. Abdallah Abu Romman menuturkan, Indonesia, khususnya Jawa Barat, mempunyai arti penting bagi negaranya karena KAA atau Konferensi Asia Afrika pada tahun 1955.

“Jawa Barat terkhusus Bandung begitu terkenal di negara kami karena KAA. Sejak kita sekolah, Bandung sudah ada di pelajaran kami, sangat terkenal,” ujarnya.

Kata dia, Bandung merupakan juga kota yang indah. Banyak peluang kerja sama yang bisa dilakukan antara Yordania dengan Jabar. Namun, tidak adanya rute penerbangan Yordania ke Jawa Barat menjadi salah satu kendala, khususnya untuk kerja sama di bidang pariwisata.

“Kita tidak ada rute penerbangan Yordania-Jabar begitu pun sebaliknya, padahal jika ada kita bisa meningkatkan kerja sama pariwisata. Di Yordania kita mempunyai tempat-tempat bersejarah yang penting dan religius,” katanya.

Sementara itu, Dubes Republik Tunisia untuk RI Riadh Dridi mengatakan, kerja sama Tunisia dengan Indonesia dan Jawa Barat sangat bersejarah.

“Tahun ini menjadi perayaan ke 60 tahun hubungan diplomatis Tunisia dengan Indonesia,” katanya.

Kata Riadh, peluang kerja sama ekonomi antara Tunisia dan Jawa Barat tergolong cukup besar, utamanya di bidang agrobisnis, pariwisata, kesehatan, pendidikan dan industri manufaktur.

Saat ini, lanjutnya, terdapat ratusan pelajar Indonesia yang tengah melakukan studi tentang Islam di negara Tunisia.

“Kami ada program pertukaran pelajar. Ratusan pelajar dari Indonesia setiap tahun pergi ke Tunisia. Ini peluang yang bagus, tapi sekarang kita ingin memperluas jangkauan kerja sama studi ini, tak hanya studi Islam, tapi untuk studi lainnya, seperti sains, teknologi, dan obat-obatan,” pungkasnya. (R8/HR Online)

Loading...