Ubur-Ubur Raksasa Nomura, Beracun dan Sangat Mematikan

Ubur-Ubur Raksasa Nomura, Beracun dan Sangat Mematikan
Ubur-Ubur Raksasa Nomura. Foto Istimewa

Ubur-ubur raksasa nomura atau dikenal juga dengan nama nemopilema nomurai merupakan seekor ubur-ubur dengan ukuran diameter kepalanya 200 cm dan berat tubuh hingga 200 kilogram.

Baca Juga: Bisa Hewan Paling Mematikan di Dunia, Ada yang Dapat Membunuh Manusia Dalam 10 Menit

Selain memiliki ukuran yang sangat besar, ubur-ubur ini juga mempunyai racun yang sangat mematikan. Racun tersebut dikeluarkan melalui lengan tentakelnya yang panjang.

Ubur-Ubur Raksasa Nomura

Anda pasti tahu apa yang dinamakan ubur-ubur. Hewan ini adalah salah satu hewan air yang mudah sekali dikenali karena bentuknya. Bentuk yang khas yang dimiliki oleh hewan air ini adalah kepalanya yang berbentuk seperti tudung dan lengannya yang berupa tentakel di bawah kepala.

Beberapa hewan air ini juga dikenal memiliki racun dan memiliki efek yang berbeda-beda pada sengatannya pada manusia. Efek yang dirasakan mulai dari rasa gatal di sekitar sengatan sampai pada akibat yang mematikan.

Di berbagai belahan dunia ini banyak sekali spesies ubur-ubur. Namun, belakangan ini ada satu spesies yang menyita perhatian masyarakat umum dan juga para peneliti ilmiah. Spesies tersebut adalah ubur-ubur raksasa nomura.

Ubur-ubur yang hanya ditemukan di pantai Asia Timur seperti pantai Korea, China, dan Jepang ini sudah menyengat ratusan ribu para perenang setiap tahun. Saat mereka disengat, kebanyakan mengalami kemerahan dan juga pembengkakan.

Hal ini dikarenakan racun dari ubur-ubur jenis ini langsung mengakibatkan rasa sakit bagi para korbannya. Bahkan terdapat korban yang mengalami syok dan juga cidera parah. Ada juga yang meninggal dunia akibat sengatan racun hewan laut ini. Meskipun kejadiannya sangat jarang ditemukan.

Racun Mematikan Ubur-Ubur Nomura

Meskipun belum diketahui apa yang menyebabkan racun tersebut sangat mematikan, namun indikasi yang dilakukan melalui penelitian mengungkap faktanya. Penelitian tersebut dilakukan oleh ahli yang dituangkan dalam Journal of Proteome Research.

Kemudian dari penelitian tersebut diketahui tentang komponen yang ada di dalam racun ubur-ubur raksasa nomura tersebut hingga sangat mematikan. Dalam studinya, mereka (para peneliti) melakukan analisa terhadap racun dengan memakai teknik proteomik, genom, dan juga transkriptomik.

Dengan demikian, didapatkan sebuah hasil yaitu terdapat campuran yang begitu komplek yang terdiri atas 200 jenis racun dalam satu sengatan ubur-ubur tersebut. Dalam sengatan itu, racun akan merusak jaringan, organ, atau sistem yang ada di dalam tubuh.

Bahkan, dalam melakukan penelitian tersebut, para ilmuwan juga mengalami kesulitan saat akan memisahkan komponen atau protein yang ada di dalam racun tersebut.

Sehingga, mereka menyimpulkan jika racun yang ada di dalam sengat tersebut sangatlah komplek. Hal ini akan sangat sulit untuk memisahkan semua komponen individual yang ada di dalamnya.

Analisa dari Para Ilmuwan

Dalam melakukan penelitian, semua ahli ilmu biologi tersebut juga menganalisa tentakel ubur-ubur raksasa nomura. Mereka membekukan potongan tentakel yang mereka dapat langsung dari laut hidup-hidup.

Setelah itu, dilakukanlah proses pemisahan campuran dengan disentrifugasi yakni untuk mengumpulkan sel yang khusus di dalam ubur-ubur yang terdapat racun (nematocysts). Dengan sangat hati-hati, mereka mengekstraksi protein dari racun tersebut dan mengelompokkan dalam jenis yang berbeda-beda.

Kemudian mereka menyuntikkan protein tersebut ke hewan tikus dalam uji coba penglihatan protein mana yang dapat mematikan. Dari percobaan tersebut ditemukan 13 protein yang mengakibatkan kondisi yang fatal.

Beberapa dari protein tersebut menyerang saluran kalium, membran sel, hingga menggumpalkan darah. Lalu dalam kejadian yang lebih besar akan mengakibatkan kongesti vaskular di jantung. Dapat juga mengakibatkan kematian sel hati, perubahan pada ginjal, dan mengakibatkan radang paru-paru.

Dalam analisis tersebut yang paling mematikan adalah terjadi infeksi paru-paru dan juga ederma. Bahkan indikasi yang sama juga dilaporkan dari efek manusia yang tersengat racun ini.

Namun, para ahli kesulitan menemukan bagaimana racun dari ubur-ubur raksasa nomura dapat bekerja hingga mematikan seperti ini. Karena yang ada, protein racun yang begitu banyak tersebut bekerja bersamaan hingga mampu membunuh tikus dalam uji coba mereka.

Sekilas Tentang Ubur-ubur Nomura

Secara garis besar, ubur-ubur nomura ini tak jauh beda dengan ubur-ubur lainnya. Selain memiliki ukuran yang raksasa, ubur-ubur jenis ini memiliki penyusun tubuh sama seperti yang lain yakni 94 persen terdiri dari air.

Pada bagian tudungnya berfungsi sebagai bel penyelam yang berwarna kelabu. Kemudian pada bagian bawah terdapat mulut dan juga sekaligus sebagai anus. Pada sekeliling mulut tersebut ada beberapa tentakel yang berbentuk mirip rambut berwarna merah muda kecoklatan.

Dalam proses menyelam, ia menggerakkan bawah tudungnya sehingga mengembang mengempis dan sebagai dorongan air. Yang juga penting untuk diketahui, ubur-ubur raksasa nomura ini tidak mempunyai otak dan organ pernafasan. (R10/HR-Online)