Minggu, Juni 26, 2022
BerandaArtikelUmur Bulan Milik Bumi Ternyata Lebih Muda Dari Perkiraan

Umur Bulan Milik Bumi Ternyata Lebih Muda Dari Perkiraan

Umur Bulan milik Bumi menjadi salah satu objek penelitian yang menarik. Dimana beberapa penelitian mengungkapkan bahwa Bulan lebih muda dibandingkan dengan Bumi. Hal ini yang menjadi pertanyaan banyak peneliti terkait dengan pembentukan Bulan.

Disebutkan dari Phys, terbentuknya Bulan memakan waktu lebih lambat dari yang diperkirakan. Para ilmuwan menyebutkan bahwa ada sebuah tubrukan antara benda seukuran Mars dengan Bumi. Kala itu Bumi masih berusia sangat muda.

Adanya tabrakan ini menghasilkan banyak puing-puing. Sebagai hasil tabrakan tersebut, puing-puing di luar angkasa membentuk satelit Bumi yang dikenal dengan Bulan. Secara keseluruhan, proses terbentuknya Bulan digambarkan seperti itu.

Baca Juga: Zat Misterius di Bulan Berhasil Diidentifikasi oleh Ilmuwan

Umur Bulan Milik Bumi, Faktanya Lebih Muda

Ahli Geofisika Planet di Jerman Aerospace Center menyebutkan waktu terjadinya tabrakan tersebut. Dimana penelitian ini dipimpin oleh Maxime Maurice dan peneliti dari Universitas Munster. Rekonstruksi ini dilakukan menggunakan model numerik yang baru.

Sehingga dapat diketahui kapan peristiwa tersebut terjadi. Tercatat, sekitar 4.425 milyar tahun yang lalu peristiwa tersebut terjadi. Diungkapkan pula bahwa usia Bulan adalah 85 juta tahun lebih muda.

Dengan begitu, umur Bulan milik Bumi dikatakan lebih muda bahkan sangat dini jika dibandingkan dengan Bumi. Kurang lebih sekitar empat setengah miliar tahun yang lalu saat sistem di tata surya masih kacau.

Bahkan Bumi masih mengalami pertumbuhan. Hingga akhirnya menjadi besar sama seperti saat ini. Bumi juga melakukan pengumpulan materi yang disebut dengan planesimal. Materi ini sebelumnya terbentuk dari abu dan gas.

Saat itu Bumi masih sangat muda sehingga mengalami konsolidasi. Alhasil, Bumi menjadi panas dan membuat batuan meleleh hingga akhirnya menjadi lautan magma. Kemudian Bumi mendapatkan sebuah satelit yang terbentuk dari proses alami.

Satelit tersebut melakukan orbit dengan mengelilingi Bumi. Kemudian muncul peristiwa tabrakan dalam skala yang begitu besar. Tabrakan tersebut meninggalkan serpihan. Kemudian menjadi tubuh benda langit berbentuk bulat yang dinamakan Bulan.

Jika dilihat secara prinsip, para ilmuwan telah sepakat tentang pembentukan dan umur Bulan milik Bumi. Namun untuk detail prosesnya masih menjadi pertanyaan. Sehingga belum ada kesepakatan terkait dengan proses pembentukan Bulan.

Begitupun dengan waktu dan tempat peristiwa tersebut terjadi. Maxime Maurice menyebutkan bahwa penelitian yang dilakukan menunjukkan waktu terjadinya tubrukan. Dikatakan bahwa 140 juta tahun lalu terjadi tubrukan.

Hal ini didasarkan pada kelahiran sistem tata surya empat setengah miliar tahun lalu. Namun hal ini masih belum akurat karena banyaknya asumsi. Hal inilah yang menyebabkan ketidakpastian tentang umur Bulan milik Bumi.

Dikutip dari Phys tentang masa awal Bumi yang masih muda. Saat itu Bumi mulai berkembang menjadi planet yang nantinya layak huni. Mulanya komponen logam berat tenggelam hingga ke bagian inti. Sehingga inti Bumi terbentuk dari nikel dan juga besi.

Di dalam inti Bumi juga terjadi pemisahan logam dan silat. Hal ini dikarenakan adanya akresi dan pembusukan elemen radioaktif. Peristiwa ini diperkirakan terjadi pada puluhan juta yang lalu.

Umur Bulan Milik Bumi Hingga Proses Pembentukan Bulan

Bagaimana sebenarnya pembentukan Bulan? Adanya tabrakan dua benda langit dengan skala besar memang menjadi faktor utama terbentuknya Bulan. Terlebih lagi, batuan yang ada di dalam perut Bumi juga menguap.

Hal inilah yang menjadi alasan mengapa pembentukan Bulan tidak membutuhkan waktu lama. Kurang lebih hanya beberapa ribu tahun saja. Salah satu kesulitan dari penelitian ini adalah penentuan waktunya.

Sebab dari enam misi Apollo, tidak ada yang dapat membawa batu dari Bulan. Bahkan tiga Soviet Luna robot juga melakukan perekaman secara langsung perihal umur Bulan. Selain Bumi, satelitnya juga memiliki lautan magma.

Kemiripannya hampir sama dengan Bumi. Dimana Bulan mengalami masa cair hampir keseluruhan. Kurang lebih lautan magma memiliki kedalaman hingga 1000 kilometer. Kemudian lautan magma tersebut mengkristal.

Para ilmuwan tidak dapat memberikan konfirmasi terkait dengan lamanya waktu pengkristalan. Sehingga kesimpulan mengenai awal terbentuknya Bulan menjadi pertanyaan. Lautan magma yang mengkristal tersebut menjadi wujud Bulan sama seperti saat ini.

Umur Bulan milik Bumi memang dikonfirmasi lebih muda. Hal ini didasarkan pada penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan. Meskipun kenyataannya waktu terbentuknya Bulan belum diketahui secara pasti.

- Advertisment -