Wisata Pangandaran Dibuka, Bupati Was-was Covid-19 Belum Sirna

Wisata Pangandaran Dibuka
Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata. Foto: Madlani/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Bupati Pangandaran, Jawa Barat mengaku was-was saat obyek wisata Pangandaran dibuka kembali.

Wisatawan memang kembali berdatangan ke obyek wisata yang ada di Pangandaran dan menghidupkan kembali pariwisata Pangandaran, namun Covid-19 masih belum sirna.

“Kita akan evaluasi terkait ketaatan pelaku wisata dalam menerapkan protokol kesehatannya,” ujar Jeje usai menyambut rombongan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dalam Baksos Covid-19 di Taman Air Mancur Pantai Timur, Minggu (5/7/2020).

Jeje menuturkan, dirinya masih melihat pedagang dan wisatawan yang tidak menggunakan masker. “Kita akan lakukan swab test kepada pelaku wisata nanti,” kata Jeje.

Lebih lanjut Jeje menambahkan, pihaknya sudah melakukan test swab secara massal. Hasilnya ditemukan 17 orang positif Covid-19. Sepuluh orang diantaranya sudah sembuh, sementara 7 orang lainnya masih dalam perawatan.

“Dari yang terjaring positif itu sembilan orang merupakan pemudik, dan kemarin ditemukan enam positif dari tokoh agama. Semua OTG (Orang Tanpa Gejala) kita akan evaluasi nanti, bagaimana bisa terpapar,” pungkasnya.

Sementara itu Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengatakan jangan sampai Pilkada Pangandaran jadi klaster baru penyebaran Covid-19.

“Situasi saat Covid-19 ini, adanya demonstrasi-demonstrasi, persiapan Pilkada itu dinamika dan harus berjalan kondusif. Pilkada Pangandaran di bulan Desember 2020 nanti jangan sampai menjadi klaster baru di Jawa Barat,” ujar pria yang akrab disapa Emil.

Emil yang datang bersama Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum, dan Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanti, ini mengatakan, pandemi Covid-19 belum tahu kapan akan berakhir. Sehingga diharapkan kondusifitas dijaga selama masih ada Covid-19.

“Ibaratnya ronda, harus dijaga full 24 jam, mengingat penyebarannya begitu cepat. Pangandaran sebagai daerah wisata setelah dibuka kembali harus sangat hati-hati, protokol kesehatan harus diterapkan,” katanya. (Madlani/R7/HR-Online)

Loading...