Rabu, Mei 25, 2022
BerandaBerita Jabar313 Pegawai Kawasan Industri MM2100 Bekasi Jabar Positif Covid-19

313 Pegawai Kawasan Industri MM2100 Bekasi Jabar Positif Covid-19

Berita Jabar (Harapanrakyat),- Kawasan Industri MM2100 Bekasi muncul sebagai Klaster baru penularan Covid-19 Jabar. Sebanyak 313 pegawai pabrik terkonfirmasi positif Covid-19. Gugus Tugas Covid-19 Jabar telah menangani sesuai prosedur dengan melakukan pengetesan dan pelacakan.

“Hari ini sedang melakukan pengetesan ke beberapa pabrik kawasan Industri itu. Juga telah melakukan isolasi mandiri,” ujar Gubernur Jabar Ridwan Kamil di Gedung Pakuan,  Bandung, Kamis (27/8/2020).

Ridwan Kamil mengimbau kepada seluruh pihak perusahaan untuk menerapkan protokol kesehatan. Seiring munculnya klaster baru kawasan industri MM2100. Pegawai mau pun pimpinan perusahaan wajib memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan secara ketat.

“Klaster baru ini muncul kemungkinan karena prilaku selama ini kurang menjalankan protokol kesehatan. Mungkin tak pakai masjer, tidak menjaga jarak atau tidak mencuci tangan. Atau pun mungkin ada orang tanpa gejala (OTG) yang tak teridentifikasi beraktivitas,” kata Ridwan Kamil.

Kasus positif Covid-19 ini bisa saja terjadi saat pegawai beraktivitas setelah pulang bekerja. Sulitnya melakukan pemantauan aktivitas pegawai saat pulang kerja. Untuk itu, sangat penting untuk tetap menjalankan protokol kesehatan saat tidak bekerja.

“Sepulanngnya dari kantor, pegawai harus menerapkan protokol kesehatan. Begitu pun juga jangan sampai dari luar lingkungan kerja membawa penyakit dan menularkan OTG kan tidak kelihatan tapi sudah terpapar virus. Klaster kawasan industri MM2100 ini juga harus menjadi pembelajaran,” ucap Ridwan Kamil.

Kepala Dinas Nakertrans Jabar Taufik Garsadi mengatakan, pihaknya sudah meminta setiap perusahaan dan pimpinan unit kerja serikat pekerja membuat kesepakatan. Untuk sama-sama tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Para pimpinan perusahaan serta pegawa wajib bersepakat dan juga berkomitmen untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan. Bukan hanya saat bekerja,akan tetapi setelah pulang bekerja,” jelas Taufik Garsadi.

Pimpinan perusahaan harus melakukan antisipasi dalam penyebaran Covid-19. Pihaknya juga telah mengoptimalisasi fungsi dari pelayanan kesehatan tempat kerja.

“Kedisiplinan para pengusaha mau pun pegawainya harus taat menjalani protokol kesehatan. Supaya tidak ada lagi klaster baru, seperti kawasan industri MM2100,” pungkasnya. (R9/HR-Online)

- Advertisment -