Batuk Akibat Asam Lambung dan Cara Mengatasinya

Batuk akibat asam lambung. Foto: Ilustrasi/Net.
Batuk akibat asam lambung. Foto: Ilustrasi/Net.

Batuk akibat asam lambung bisa membuat penderitanya tersiksa. Biasanya batuk yang dikarenakan penyakit tersebut sebelumnya tidak merasakan adanya gejala asam lambung naik.

Dirangkum dari berbagai sumber, naiknya asam lambung bisa kumat setidaknya dua kali dalam seminggu atau disebut GERD (gastroesophageal reflux disease).

Seperti diketahui bahwa penyakit asam lambung merupakan masalah kesehatan. Di mana kondisi cairan asam yang berasal dari lambung kembali naik ke saluran makanan di bagian atas.

Adapun gejala utama naiknya asam lambung yaitu munculnya rasa nyeri hingga terasa panas bagaikan terbakar (heartburn).

Rasa sakit dan panas ini terasa pada bagian perut atas hingga dada. Bahkan, terkadang sakit asam lambung juga memicu munculnya gejala batuk kronis atau batuk yang terus-menerus.

Kenali Ciri-ciri Batuk Akibat Asam Lambung

Ciri-ciri batuk yang diakibatkan penyakit asam lambung menurut sejumla ahli di University of North Carolina School of Medicine AS, adalah GERD.

Para ahli menyebut bahwa 25 persen penyebab batuk kronis adalah GERD. Rata-rata penderitanya tidak merasa ada gejala khas jika asam lambung naik, seperti heartburn. Lain halnya dengan batuk yang dikarenakan masalah pernapasan.

Selain itu, batuk yang dikarenakan asam lambung naik juga memiliki beberapa tanda. Lantas, apa saja tandanya? Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini ulasannya;

Biasanya batuk muncul setelah makan atau saat malam hari; Batuk terjadi ketika penderita berbaring; Batuk bukan dipicu akibat merokok maupun konsumsi obat tertentu.

Kemudian, hasil rontgen pada bagian dada juga normal, tak seperti penderita asma ataupun masalah kesehatan pernapasan lainnya.

Baca Juga : Penyebab Batuk Berdahak dari Bronkitis Hingga TBC

Penyebab Asam Lambung Bisa Picu Batuk

Dilansir Medical News Today, bahwa ada dua penyebab asam lambung yang dapat memicu batuk. Pertama, batuk dapat terjadi sebagai refleks ketika asam lambung tengah mengiritasi pada saluran makanan di bagian atas.

Kedua, batuk akibat asam lambung yang naik ke atas pipa makanan bisa menyebabkan sisa-sisa asam menetes pada pita suara ataupun tenggorokan.

Jenis Penyakit Asam Lambung Naik

Batuk yang diakibat naiknya asam lambung dikenal sebagai LPR (laryngeal pharyngeal reflux). Gejala LPR muncul ketika asam lambung memicu terjadinya peradangan pada area tenggorokan dan pita suara.

Seperti halnya batuk dengan suara serak atau sering berdehem karena dalam tenggorokan terasa ada yang tersangkut.

Diagnosis Batuk karena Asam Lambung

Batuk yang diakibatkan asam lambung naik tidak memiliki tanda yang spesifik seperti halnya masalah pernapasan. Maka dari itu, dokter merekomendasikan untuk melakukan pemeriksaaan khusus.

Guna memastikan penyebab batuk, biasanya penderita asam lambung akan disarankan untuk memeriksa endoskopi di bagian atas, serta mengecek kadar keasaman pada esofagus.

Terkadang dokter juga memberikan obat jenis PPI (penghambat pompa proton) untuk asam lambung. Jika penderita sudah rutin minum obat PPI, kemudian gejala batuknya reda, besar kemungkinan batuk yang dialaminya itu akibat dari asam lambungnya.

Baca Juga : Penyebab Batuk Kering dan Cara Mudah Mengatasinya

Cara Mengatasinya

Batuk akibat asam lambung yang tak kunjung sembuh sebenarnya dapat diatasi dengan beragam cara. Seperti, menjaga agar berat badan tetap ideal. Cara ini untuk mengurangi terjadinya tekanan di bagian perut.

Selain itu, berhenti merokok, hindari makan yang berlebihan, dan makan secara perlahan-lahan. Kemudian, setelah makan jangan langsung berbaring, posisi tidur dengan sandaran kepala yang lebih tinggi.

Jenis Makanan yang Harus Dihindari

Selain itu, bagi penderita asam lambung juga disarankan untuk menghindari konsumsi makanan yang dapat memicu naiknya asam lambung. Makanan tersebut meliputi gorengan atau makanan berlemak, pedas, asam, serta minuman mengandung kafein dan alkohol.

Adapun beberapa sayuran dan buah yang memiliki kadar pH-nya rendah atau di bawah normal jamak bisa memicu naiknya asam lambung. Sayur dan buah tersebut meliputi jeruk nipis, lemon, nanas, tomat, bawang putih, hingga bawang bombay.

Sebagai penggantinya, penderita penyakit asam lambung dapat memilih jenis sayur dan buah yang tidak begitu asam. Seperti wortel, kembang kol, brokoli, kacang-kacangan, biji-bijian, buah pisang, atau semangka.

Penderita asam lambung akan merasa tidak nyaman, seperti rasa panas di dada, perut mulas, kembung, dan sering sendawa. Begitu pula jika mengalami batuk akibat asam lambung, penderita akan semakin tersiksa.

Baca Juga : Jenis Batuk dan Cara Mengatasinya

Ahli gastroenterologi, Ekta Gupta, M.B.B.S., M.D., dari Johns Hopkins Medicine, menyebutkan, makanan/minuman berperan penting mengandalikan penyakit asam lambung.

Menurutnya, diet jenis makanan tertentu merupakan teraphy lini pertama guna membantu penderita GERD. Selain itu, beberapa jenis makanan juga bisa membuat otot-otot sfingter esofagus menjadi rileks.

Untuk menghindari semua pantangan tersebut, penderita penyakit asam lambung tak cukup hanya dengan menjaga pola makan yang sehat.

Mereka pun disarankan agar tetap rutin melakukan olahraga, tidur cukup, serta minimalkan stres supaya penyakitnya tidak mudah kambuh. (Eva/R3/HR-Online)

Loading...