Begini Penyebaran Virus Corona Melalui Udara dengan Mekanika Fluida

Penyebaran virus Corona
Ilustrasi Penyebaran virus Corona. Foto: Ist/Net

Penyebaran virus Corona melalui udara yang akhirnya diakui badan kesehatan dunia WHO sebenarnya telah lama disampaikan para ilmuwan. Melalui disiplin ilmu mekanika fluida, penularan virus Corona bisa lebih dipahami.

Sejak merebaknya pandemi Covid-19, posisi dan pamor virus SARS-Cov-2 yang menyebabkan Covid-19 langsung menduduki peringkat pertama jenis penyakit yang sangat mematikan. Penyakit baru ini bahkan mengalahkan penyakit jantung dan kanker.

Kasus virus SARS-Cov-2 pertama kali ditemukan pada 30 Desember 2019 di Wuhan China. China menjadi negara pertama dengan jumlah kasus Coona terbanyak saat itu. Termasuk beberapa negara di sekitarnya.

Namun penyebaran virus Corona ternyata sangat cepat hingga ke berbagai negara. Bahkan negara-negara di Eropa dan Amerika Serikat yang jaraknya sangat jauh dari tempat kasus pertama tak luput dari penularan virus Corona.

Baca juga: Bahaya Terinfeksi Corona Lewat Makanan dan Pencegahannya

Hingga saat ini, virus Corona telah menginfeksi lebih dari 18 juta orang yang tersebar di 216 negara di seluruh dunia. Dari jumlah ini sebanyak lebih dari 691 ribu orang yang meninggal dunia.

Penularan virus Corona yang sangat cepat dengan dampaknya yang mematikan menjadikan penyakit Covid-19 sebagai penyakit mematikan utama saat ini. WHO pun menetapkannya sebagai pandemi Covid-19.

Penyebaran virus Corona yang luas juga menjadikan Amerika Serikat menjadi negara pertama dengan jumlah kasus Covid-19 terbesar yang mampu melewati jumlah kasus di China.

Berikut ini daftar 12 negara dengan jumlah kasus Covid-19 terbesar di dunia berdasarkan data dari WHO pada 5 Agustus 2020.

  1. Amerika Serikat dengan 4.629.459 kasus positif
  2. Brazil dengan 2.733.677 kasus
  3. India dengan 1.855.745 kasus
  4. Rusia dengan 861.423 kasus
  5. Afrika Selatan dengan 516.862 kasus
  6. Mexico dengan 439.046 kasus
  7. Peru dengan 428.850 kasus
  8. Chili dengan 361.493 kasus
  9. Kolombia dengan 317.651 kasus
  10. Iran dengan 312.035 kasus
  11. Inggris dengan 305.627 kasus
  12. Spanyol dengan 297.054 kasus

Penyebaran Virus Corona Melalui Udara

Penyebaran Covid-19 melalui udara terjadi akibat adanya tetesan atau droplet yang dikeluarkan oleh penderita yang batuk atau bersin. Lantas bagaimana droplet bisa beredar di udara hingga mencapai jarak yang jauh?

Sebuah laporan yang diterbitkan Journal of Fluid Mechanics menyebutkan bahwa tetesan air yang keluar dari mulut seorang yang terinfeksi virus akan menyebar di udara. Namun penyebaran ini tidak terjadi secara acak.

Baca juga: Penelitian Rumput Laut Untuk Melawan Corona, Lebih Efektif dari FDA

Ada sejumlah faktor yang ikut menentukan arah penyebaran virus Corona dari tetesan air ini. Antara lain suhu atau kehangatan, kelembaban, dan arah angin atau turbulen.

Dari penelitian lain yang dipublikasikan di jurnal Experiments in Fluids, seperti dikutip dari laman Boldsky, disebutkan bahwa droplet hasil ekspirasi orang yang terinfeksi akan terdistorsi oleh udara kompleks.

Droplet inipun akan pecah menjadi banyak bagian dan partikel kecil yang kemudian menggantung di udara. Partikel kecil inilah yang akan terbawa angin ke jarak yang lebih jauh ketimbang bagian yang lebih besar.

Namun untuk menyebarkan virus ke orang lain seseorang tidak perlu batuk atau bersin. Sebab virus juga bisa dalam aerosol kecil yang keluarkan saat orang yang terinfeksi berbicara,” kata Donald Milton, ahli penyakit infeksi aerobiologis.

Menyebar Sejauh 7 Meter

Suhu, kelembapan, dan aliran udara merupakan faktor dalam mekanika fluida yang dapat menentukan arah dan jarak penyebaran virus Corona. Para ahli memperkirakan partikel dan aerosol virus bisa menyebar sejauh tujuh meter atau 20 kaki.

Baca juga: Inovasi Vaksin Covid-19 HexaPro Sedang Dalam Tahap Uji Klinis Manusia

Sedangkan para ilmuwan American Institute Of Physics dalam penelitiannya yang diterbitkan dalam jurnal Physics of Fluids memperkirakan perjalanan droplet virus Corona ini sejauh 18 kaki atau sekitar 6 meter.

Dasar penelitian inilah yang kemudian mendorong WHO menyatakan bahwa penularan Corona bisa terjadi melalui udara. Namun perlu dipahami bahwa virus bukan terbang sendiri melainkan dari partikel dan aerosol penderita.

Dengan mengenal penyebaran virus Corona melalui udara yang bisa menjangkau jarak jauh, maka sangat penting menaati protokol kesehatan. Baik dengan selalu mengenakan masker dan jarak sosial saat beraktivitas di luar rumah. (R11/HR-Online)

Loading...