Benarkah Pandemi Corona di Indonesia Akan Berakhir Februari 2021?

Pandemi Corona di Indonesia
Ilustrasi Pandemi Corona di Indonesia. Foto: Ist/Net

Pandemi Corona di Indonesia diperkirakan akan berakhir pada akhir bulan Februari 2021. Para pakar dari UGM bahkan memperkirakan puncak pandemi Corona akan terjadi pada bulan Juli hingga Agustus 2020. Namun prediksi berakhirnya pandemi tersebut bisa terwujud apabila memenuhi berbagai syarat.

Harapan terhadap berakhir pandemi Covid-19 menjadi keinginan semua orang di seluruh dunia. Serangan virus Corona yang mulai dilaporkan kasusnya pada akhir Desember 2019 di Wuhan, China telah menjadi bencana dunia.

Hingga saat ini jumlah kasus pandemi virus Corona telah menembus angka di atas 17 juta orang yang terinfeksi di seluruh dunia. Dari jumlah ini tercatat sebanyak lebih dari 668 ribu orang yang meninggal dunia.

Hingga 7 bulan lebih virus menular yang mematikan ini telah menjadi momok yang sangat menakutkan. Lantas kapan musibah ini akan berakhir? Kapankah pandemi Corona di Indonesia juga akan selesai?

Estimasi Akhir Pandemi Corona di Indonesia

Prof Dedi Rosadi, guru besar statistika Universitas Gadjah Mada (UGM) membuat prediksi tentang akan berakhirnya musibah ini di Indonesia. Yang menarik, ahli statistik ini membuat perhitungan tentang grafik penyakit ini.

Bersama timnya yang alumni Fakultas MIPA UGM, ahli lain yang terlibat antara lain Dr Fidelis Diponegoro SSi MM dan Drs Joko Kristadi MSi. Mereka membuat perhitungan perkiraan akhir pandemi ini dengan menggunakan ilmu statistika.

Menurut Dedi, perhitungan tentang akhir pandemi Corona di Indonesia dilakukan dengan menggunakan tracking data kasus Corona terakhir dan berbagai pendekatan pemodelan data driven yang berbasis pergerakan data.

Tim ahli UGM itu menemukan adanya kenaikan nilai proyeksi terhadap kasus positif Covid-19 di Indonesia pada akhir pandemi. Kenaikan ini dinilai cukup signifikan dibanding perkiraan yang diumumkan sebelumnya pada Juni 2020.

“Diperkirakan pandemi Corona di Indonesia akan berakhir awal November 2020 dengan total kasus positif sekitar 112 ribu orang. Ini prediksi paling optimis dengan model hybrid kompartemen SIR-Regresi-runtun-waktu,” kata Dedi seperti dikutip dari laman UGM.

Namun para ahli UGM itu juga membuat perhitungan terpisah menggunakan model Probabilistic Data Driven Model Covid-19 Indonesia. Dari data ini diperkirakan pandemi Covid-19 di Indonesia akan mengalami puncak dari Juli hingga Akhir Agustus 2020.

Rate Kasus Pandemi Corona di Indonesia

Dedi juga menyatakan bahwa dari hasil perhitungannya, tingkat atau angka penularan (Rt) kasus Covid-19 pada tanggal 17 Juli 2020 tercatat masih tinggi, yaitu di atas 1 atau tepatnya bernilai 1.08.

“Model ini memperkirakan bahwa pandemi Corona negara kita akan berakhir pada akhir Februari 2021. Diperkirakan saat itu jumlah total kasus positif mencapai 227 ribu orang,” kata pakar statistik ini.

Namun Dedi mengingatkan bahwa prediksi terhadap akhir pandemi Covid-19 di Indonesia juga sangat tergantung pada kebijakan pemerintah. Selain itu harus didukung pula oleh kepedulian dan kedisiplinan masyarakat dalam mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19.

“Kebijakan pemerintah dan kepatuhan masyarakat mengikuti protokol new normal yang ditetapkan merupakan kunci menghambat kenaikan rate kasus pasien Covid-19 yang akan bisa mengakhiri pandemi Corona di Indonesia,” tegasnya.

Namun Dedi mengingatkan bahwa angka perhitungan Rt Covid-19 di Indonesia yang di atas 1 masih cukup tinggi. Data ini perlu diwaspadai potensi penularan di berbagai daerah khususnya yang menjadi episentrum penularan Corona.

Selain itu, Dedi juga mengingatkan potensi adanya gelombang kedua pandemi Covid-19 khususnya yang telah mulai muncul di sejumlah negara. Seperti di Australia, Hongkong, Yunani, Jepang, ataupun Kroasia.

Pola gelombang kedua wabah Corona terjadi setelah pemberlakuan relaksasi atau pengenduran dari kebijakan lockdown yang diterapkan sebelumnya. Meski pola ini belum terjadi di Indonesia, namun kasus harian atau insidensi justru meningkat.

Dedi juga menekankan pentingnya mengendalikan penyebaran Corona pada episentrum utama, seperti di DKI Jakarta, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan.

Wilayah yang berpotensi membahayakan juga harus lebih dikendalikan, seperti Jawa Tengah, Bali, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, dan Papua. Menggencarkan Tracing, Test dan Treatment (3T) serta kepatuhan masyarakat akan bisa mengakhiri pandemi Corona di Indonesia. (R11/HR-Online)

Loading...