Bupati Peringatkan Warga Tak Bermasker di Pangandaran Bakal Didenda

Warga Tak Bermasker Pangandaran
Bupati Pangandaran saat evaluasi Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Foto: Entang/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata, mengatakan, dirinya kerap menjumpai warga tak bermasker saat di luar rumah. Bukan itu saja, wisatawan yang datang ke Pangandaran pun banyak yang tidak mengenakan masker.

Jeje meminta warga Pangandaran dan wisatawan agar mematuhi protokol kesehatan. Salah satunya dengan memakai masker.

“Petugas mulai dari Satpol PP, Satgas Jaga Lembur, PHRI serta Dinas Pariwisata untuk terus memberikan imbauan atau teguran kepada warga dan wisatawan.

Begitu juga para pengusaha kepariwisataan serta pengusaha tempat hiburan untuk tetap menerapkan standar protokol kesehatan dan memakai masker,” ujar Jeje saat evaluasi pelaksanaan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di Pangandaran, Kamis (13/8/2020).

Jika masih ada warga, wisatawan, dan pelaku usaha pariwisata yang menyepelekan standar protokol kesehatan, maka Pemkab Pangandaran tidak segan-segan untuk memberlakukan hukuman berupa denda seperti di kabupaten/kota lain.

“Ini memang masih dibicarakan dengan berbagai pihak sebelum hukuman denda ditetapkan dan diresmikan di Kabupaten Pangandaran,” tambahnya.

Namun, lanjut Jeje, pemberlakuan denda bagi warga yang tak memakai masker bisa secepatnya diterapkan apabila masih ada yang menyepelekan penggunaan masker. 

“Ya kita akan lakukan itu. Jika warga masih banyak yang tidak menggunakan masker kita akan berikan hukuman berupa denda biar kapok,” tegasnya.

Jika nanti aturan tersebut diberlakukan, Jeje berharap warga Pangandaran dan wisatawann bisa mengikuti aturan yang berlaku.

“Secara tidak langsung memakai masker itu juga sebagai upaya untuk menjaga diri. Agar selalu sehat maka terus menggunakan masker serta mengikuti standar protokol kesehatan,” katanya.

Pemkab Pangandaran memberi waktu sekitar tiga minggu untuk warga dan wisatawan agar mengenakan masker dan mengikuti standar protokol kesehatan.

“Namun jika dalam waktu tersebut masih banyak pelanggar, maka aturan untuk hukuman denda pun akan mulai ditetapkan dan diberlakukan,” pungkasnya. (Entang/R7/HR-Online)

Loading...