DLH Kota Banjar Respon Keinginan Warga Terkait Pengangkut Sampah

Pengangkut Sampah
Sampah menumpuk di Kota Banjar. Foto: Muhlisin/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjar, Jawa Barat, Dede Kuswandi, melalui Kasie Pengelolaan Angkutan dan Sarpras, Diyah Shita Asri menanggapi keluhan warga terkait tidak adanya fasilitas dan petugas kebersihan yang mengangkut sampah di lingkungan Desa Balokang.

Diyah mengatakan, terkait tidak adanya fasilitas sebetulnya hal itu bisa dikomunikasikan oleh pihak yang bersangkutan kepada Dinas Lingkungan Hidup asalkan memenuhi prosedur yang harus dijalankan.

Berita Terkait: Sampah Sering Menumpuk di Kota Banjar Menuai Kritikan Mahasiswa

Prosedur itu di antaranya pihak yang bersangkutan mengajukan proposal dengan sepengetahuan pemerintah desa setempat. Setelah itu, nanti akan dilakukan pengecekan ke lapangan.

“Kalau memang betul-betul dibutuhkan tentunya kami juga akan mengusahakan agar fasilitas tersebut bisa terealisasi,” kata Diyah kepada Koran HR saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (11/7/2020).

Nantinya, kata Diyah, pengecekan itu, selain syarat administrasi juga untuk memastikan bahwa fasilitas yang diberikan betul-betul dimanfaatkan untuk mengangkut sampah. Sehingga ketika terjadi kerusakan biaya operasionalnya juga bisa dipertanggungjawabkan.

“Jadi harus memenuhi prosedur persyaratan karena fasilitas itu berkaitan dengan biaya operasional dan koordinasi ke tempat pembuangan ssmpah,” jelasnya.

Diyah menerangkan, saat ini jumlah kendaraan bermotor pengangkut sampah yang dimiliki oleh DLH Kota Banjar ada 38 unit. Rinciannya 28 unit kendaraan roda tiga, 4 unit Damp Truk dan 6 unit Amrol atau kendaraan pengangkut sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA).

“Semua ada 38 unit kendaraan. Jumlah itu tidak termasuk angkutan gerobak karena sekarang fasilitas gerobak sudah mulai dikurangi,” jelasnya.

Dikonfirmasi efisiensi penggantian sejumlah kendaraan pengangkut sampah di sejumlah titik Kota Banjar menggunakan kendaraan armada roda tiga, pihaknya mengklaim bisa menuntaskan permasalahan sampah yang ada di Kota Banjar.

Menurutnya, penggunaan kendaraan roda tiga lebih fleksibel karena bisa masuk gang kecil maupun efisien dari sisi penggunaan anggaran karena bisa memangkas biaya operasional.

“Jumlah sebanyak itu kami kira cukup dan bisa menangani permasalahan sampah di Banjar,” ujarnya.

Kenaikan Honorer Akan Diusulkan

Ditambahkan dia, selain masalah pengangkutan sampah, terkait aspirasi mengenai keinginan adanya penambahan insentif untuk petugas kebersihan, pihaknya akan segera mengupayakan hal tersebut.

Diakuinya, saat ini masih banyak petugas kebersihan dengan honor di bawah upah minimum Kabupaten (UMK) dengan upah yang didapat berkisar Rp 510 ribu sampai Rp 850 per bulan.

“Upah itu tergantung lamanya petugas bekerja. Kalau yang paling tinggi Rp 850 ribu per bulan. Nanti kami usulkan agar ada penambahan insentif pada tahun depan,” katanya. (Muhlisin/R7/Koran-HR)