Fakta Asteroid 2020 QG Melintasi Bumi Tapi Tak Terdeteksi

Fakta Asteroid 2020 QG
Ilustrasi Fakta Asteroid 2020 QG. Foto Istimewa

Fakta asteroid 2020 QG yang melintas Bumi cukup menarik. Salah satu faktanya adalah asteroid ini melintas tanpa menabrak Bumi. Melansir dari Bussines Insider, benda langit ini melintas dengan jarak 2.950 kilometer.

Menurut pengukuran, jarak ini sangat dekat apabila dibandingkan dengan data yang sudah ada. Sormano Astronomical Observatory di Italia juga menyampaikan hal yang sama. Namun kemungkinan besar tidak akan ada dampak yang besar.

Bahkan jika nantinya batu luar angkasa ini menabrak planet Bumi. Akan tetapi, hal yang mengkhawatirkan adalah tidak ada pemberitahuan. Para astronom pun juga tidak mengetahui bahwa asteroid ini melintas.

Baca Juga: Asteroid 2020ND Dekati Bumi, Berukuran Besar dan Berpotensi Bahaya

Fakta Asteroid 2020 QG

Paul Chodas, direktur Pusat Studi Objek Dekat Bumi NASA mengatakan bahwa asteroid ini tidak terdeteksi. Bahkan dari Matahari sekalipun. Observatorium Palomar mendeteksi asteroid ini setelah 6 jam melintas. Fakta baru yang sangat menarik dari batu luar angkasa.

NASA menyebutkan bahwa hanya ada beberapa objek dekat Bumi yang sudah masuk data. Ada beberapa asteroid yang melintas, namun tidak berada pada garis pandang teleskop. Hal ini juga menjadi fakta asteroid 2020 QG yang tidak melintas pada pandangan teleskop.

Tidak hanya itu saja, ada beberapa asteroid dengan potensi bahaya yang sudah melintas. Asteroid yang melintas memiliki sebutan ZTF0DXQ, namun astronom menyebutnya sebagai 2020 QG. Fakta selanjutnya dari asteroid ini adalah diameter sebesar seperempat lebih kecil dari Bumi.

Dalam simulasi percepatan, jalur orbit asteroid 2020 QG menunjukkan kecepatan 7,7 mil per detik. Kecepatan ini setara dengan 27.600 mph atau 12,4 kilometer per detik. Fakta 2020 QG yang selanjutnya adalah jalur orbitnya.

Batu luar angkasa ini melintas diatas belahan Bumi Selatan pada pukul empat pagi. Pada sebuah animasi menunjukkan bahwa asteroid 2020 QG terbang melintasi wilayah Samudera Selatan. Asteroid ini juga menampilkan visual yang kurang jelas.

Fakta Asteroid 2020 QG Tak Terdeteksi

Menurut penelitian, asteroid 2020 QG tidak terlalu berbahaya. Objek luar angkasa ini memiliki lebar sekitar 2 meter atau setara 6 kaki hingga 5,5 meter atau 18 kaki. Asteroid seperti ini juga akan meledak pada atmosfer sebelum mencapai tanah.

Asteroid ini dapat meledak kemudian menciptakan bola api yang terang. Semburan ini hampir sama dengan satu bom atom yang dijatuhkan AS di Jepang. Jika meledak diatas tanah, maka jaraknya mencapai 2 hingga 3 mil.

Sehingga menghasilkan suara ledakan yang besar. Namun asteroid ini masih menakutkan sebab dapat menimbulkan dampak lain. Fakta asteroid 2020 QG memiliki resiko kerusakan yang tidak besar.

Salah satu refleksinya adalah asteroid dengan lebar sekitar 66 kaki atau 20 meter. Asteroid ini telah meledak di Rusia tanpa adanya peringatan. Meledaknya asteroid ini terjadi pada Februari 2013 lalu. Asteroid ini melepaskan ledakan udara setara dengan 500 kiloton TNT.

Baca Juga: Wujud Asteroid 1998 OR2 Sekilas Tampak Seperti Menggunakan Masker

Asteroid Tak Terdeteksi

Contoh selanjutnya adalah asteroid yang melintas pada Juli 2019 lalu. Asteroid ini melintas dengan jarak 72.400 kilometer atau 45.000 mil. Asteroid ini memiliki tinggi sekitar 130 meter atau 427 kaki dan kemunculannya masih misteri.

Adanya fakta asteroid 2020 QG dan asteroid lain ini, membuat NASA semakin aktif dalam memindai langit. Sebab, benda luar angkasa memberikan dampak yang mengkhawatirkan. Sehingga ada ancaman yang bisa datang kapan saja tanpa peringatan sebelumnya.

NASA kembali mengkonfirmasi bahwa asteroid sejenis jumlahnya ratusan juta. Untuk mengenali asteroid secara keseluruhan merupakan hal yang sulit. Untuk mendeteksi asteroid tersebut memerlukan jarak yang dekat dengan Bumi.

Sehingga asteroid semacam itu mungkin harus berinteraksi terlebih dahulu. Sama seperti benda luar angkasa 2020 QG yang muncul secara tiba-tiba. Menurut data, kebanyakan asteroid yang melintas memiliki jarak aman dengan Bumi.

Bahkan jaraknya juga lebih jauh daripada satelit Bumi yaitu Bulan. Sehingga benda luar angkasa masih dalam fase aman meski sering melintas tanpa peringatan. Akan tetapi, NASA juga lebih meningkatkan deteksi langit.

Sehingga untuk beberapa asteroid yang akan melintas dapat muncul terlebih dahulu. Meskipun asteroid tersebut tidak berbahaya atau memiliki ukuran yang kecil. Tetap saja harus lebih hati-hati dan detail dalam mengawasinya.

Fakta asteroid 2020 QG memberikan gambaran bahwa beberapa batu luar angkasa cukup unik. Untuk melintas saja harus menunggu beberapa waktu agar muncul pada alat deteksi. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika muncul asteroid secara tiba-tiba untuk kedua kalinya. (R10/HR Online)