Fakta Genom Tuatara, Satu Nenek Moyang dengan Ular dan Kadal

Fakta Genom Tautara
Ilustrasi Fakta Genom Tautara. Foto Istimewa

Fakta genom Tuatara ini telah ditemukan oleh para ilmuwan. Ia adalah spesies reptil tunggal berasal dari periode Trias pada 250 juta tahun yang lalu.

Sampai saat ini, ia menjadi hewan yang masih ada dari ordo Rhynchocephalia atau Sphenodontia. Tuatara adalah salah satu reptil yang unik dan tumbuh di seluruh wilayah Gondwana.

Fakta Genom Tuatara

Penemuan spesies ini oleh para ilmuwan adalah salah satu penemuan yang menarik karena Tuatara adalah salah satu hewan yang telah langka dan hampir punah.

Sekitar 70 tahun hingga 85 tahun yang lalu, daratan yang kini dikenal dengan nama Selandia Baru tersebut telah terpisah dari benua Super Gondwana. Dataran tersebut juga dikenal dengan Aotearoa, yakni sebutan dalam bahasa Maori).

Kurangnya pesaing dari mamalia endemik yang paling mencolok dan juga kolonisasi dari manusia yang sangat terlambat. Fakta genom Tuatara diperkirakan jika orang suku Maori pertama kali tiba di Selandia Baru yakni sekitar 700-900 tahun yang lalu.

Hal tersebut mengakibatkan pelestarian yang luar biasa dari flora dan fauna yang menyerupai Gondwana di Selandia Baru. Reptil dengan sebutan Sphenodon Punctatus ini dikenal juga dengan nama Tuatara. Kemudian, ia juga disebut sebagai ‘fosil hidup’.

Baca Juga: Fakta Tikus Hidung Bintang, Mamalia Pemakan Tercepat di Dunia

Genom Tuatara

Reptil ini adalah sangat unik yang mampu mewakili satu-satunya spesies yang masih ada di dalam ordo kuno Rhynchocephalia atau Sphenodontia. Genom Tuatara juga diduga berasal dari Mesozoikum Awal pada tahun 250 juta tahun yang lalu.

Kemudian, reptil ini juga tumbuh dengan baik di seluruh Gondwana. Fakta genom Tuatara saat ini hidup secara liar dan terbatas di 32 pulau lepas pantai di Selandia Baru. Tempat dimana mereka dapat melangsungkan hidupnya dengan penuh tantangan.

Misalkan saja, perubahan pada iklim yang tengah terjadi. Lalu juga pada saat mereka menjadi mangsa mamalia invasif. Hubungan filogenetik hewan reptil ini dengan para reptil dalam waktu yang lama tidaklah jelas.

Hal itu dikarenakan jika ciri-ciri yang mereka miliki dimiliki oleh banyak kelompok reptil. Akan tetapi, hewan Tuatara ini mempunyai banyak rangkaian adaptasi yang menarik dan menjadi hal yang membedakan mereka dengan jenis hewan reptil yang lain.

Seperti, hewan Tuatara mampu hidup lebih dari 100 tahun dan juga mempunyai determinasi dari jenis kelamin yang tergantung oleh suhu. Kemudian, dikatakan fakta genom Tuatara jika perubahan iklim menjadi masalah yang besar bagi mereka.

Suku asli selandia Baru, yakni Maori, menganggap jika Tuatara sangat penting. Hal itu mampu memberikan penambahan dimensi budaya yang ekstra di relevasi spesies ini.

Faktanya, orang suku Maori memberikan status pada Tuatara sebagai Taonga, yang memiliki arti Harta. Kemudian mereka juga menganggap jika Tuatara sebagai penjaga tempat-tempat khusus.

Fakta Urutan Genom Tuatara

Seperti dilansir dari laman prelights.biologist.com, Profesor Neil J. Gemmell bersama dengan rekannya melaporkan urutan serta perakitan genom Tuatara. Hal tersebut mampu memberikan informasi yang menakjubkan ke masa silam.

Adapun urutannya yaitu evolusi awal amniota, tetrapoda, dan reptil. Disamping itu, ini memberikan sumber daya yang tak ternilai dalam konservasi masa depan spesies ini.

Beberapa fakta yang menyebutkan tentang hewan reptil ini adalah sebagai berikut:

Merupakan Genom Terbesar

Fakta genom Tuatara ini menjadi informasi sangat penting tentang Tuatara yang masuk dalam daftar genom vertebrata paling besar. Dimana diperkirakan 5 pasangan basa Giga dibandingkan dengan 3 pasangan basa Giga pada manusia.

Satu Nenek Moyang dengan Ular dan Kadal

Adanya analisis filogenetik membandingkan genom Tuatara ini dengan amniotes lain. Kemudian mengungkapkan adanya hubungan nenek moyang dengan kadal dan ular sekitar 250 juta tahun yang lalu.

Genom Tuatara Terdiri atas Urutan Berulang

Ini terbagi menjadi elemen transposable 31 persen dan duplikasi segmental dari nomor salinan rendah sekitar 33 persen. Proporsi pengulangan yang lebih tinggi mirip dengan genom mamalia daripada reptil.

Merupakan Metilasi DNA Tertinggi

Dengan memakai penandaan adaptor pasca-bisulfit, tingkat metilasi DNA seluruh genom tautara ditetapkan 81 persen dari situs CpG yang dimetilasi.

Kemudian para penulis mengusulkan jika tingkat metilasi DNA yang tinggi ini mungkin dikarenakan oleh tingginya proporsi dari unsur-unsur transportable yang ada di genom Tuatara. Sehingga menjadi salah satu fakta genom Tuatara saat ini. (R10/HR Online)