Gilang Bungkus Ditangkap, Akhir Petualangan Predator Fetish Kain Jarik

Gilang Bungkus Ditangkap Fetish Kain Jarik
Gilang Bungkus ditangkap di Kapuas, Kalimantan Tengah. Foto: Istimewa

Gilang Bungkus ditangkap hari ini, Jum’at (6/8/2020). Mahasiswa Universitas Airlangga yang kasusnya dikenal setelah viral thread Twitter fetish kain jarik tersebut ditangkap di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.

Penangkapan dilakukan oleh pihak Kepolisian atas kerjasama Polrestabes Surabaya, Polda Jatim, Polres Kapuas, Polda Kalteng.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Trunoyudo Wisnu Andika membenarkan penangkapan kepada Gilang Bungkus tersebut. Namun Trunoyudo enggan menjelaskan detail penangkapan Gilang Bungkus.

“Benar sudah ditanggap, sabar ya,” katanya singkat.

Gilang Bungkus diketahui melakukan pelecehan kepada sejumlah korbannya. Korban Gilang Bungkus umumnya adalah laki-laki yang didekati Gilang. Korban kemudian dibujuk Gilang agar mau dibungkus dengan kain jarik.

Modusnya Gilang berpura-pura tengah melakukan penelitian. Namun saat korban mau dibungkus, yang terjadi korban malah dilecehkan.

Kronologi Gilang Bungkus Ditangkap Polisi

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Kapuas AKP Tri Wibowo, mengatakan penangkapan Gilang Bungkus terjadi di sebuah rumah yang berada di Jalan Cilik Riwut.

“Ditangkap di rumah pamannya, memang dia tinggal di situ, di rumah pamannya itu,” ujar Tri.

Bukan itu saja, Tri juga membeberkan, saat ditangkap, Gilang disaksikan oleh keluarganya. Dari foto-foto yang beredar, terlihat Gilang di sebuah rumah tengah duduk dikelilingi polisi tanpa seragam dan sejumlah anggota keluarganya. Pada foto lain, Gilang difoto di kantor polisi.

Baca Juga: Korban Gilang Bungkus ‘Fetish Kain Jarik’ Bermunculan, Ini Ceritanya!

Kasus Gilang Bungkus terungkap saat sebuah akun Twitter membeberkan kelakuannya. Gilang mendekati korbannya lewat media sosial lalu membujuknya agar mau dibungkus.

Setelah korban bersedia dibungkus dengan kain jarik, Gilang melecehkan korban. Netizen menduga Gilang punya fetish kain jarik.

Fetish adalah ketertarikan seseorang pada sesuatu yang membuatnya terangsang dan ingin melampiaskan hasratnya. Misalnya Gilang yang terangsang saat melihat korbannya dibungkus dengan kain jarik. Dari sanalah nama Gilang Bungkus tersebut berasal.

Baca Juga: Gilang Bungkus Viral, Simak Fakta-fakta Terbarunya!

Setelah viral thread ‘Fetish Kain Jarik’ di Twitter, korban lainnya terus bermunculan. Kasus Gilang bahkan sempat jadi trending topic di Twitter sampai akhirnya Gilang Bungkus ditangkap di Kapuas, Kalimantan Tengah.

Gilang Bungkus di-DO dari Universitas Airlangga

Pihak Universitas Airlangga yang mengetahui kasus tersebut kemudian membuka kanal pengaduan bagi korban. Saat itu, karena pandemi Covid-19 mahasiswa Unair belajar dari rumah. Termasuk Gilang, hingga keberadaan Gilang tidak diketahui.

Universitas Airlangga kemudian memberikan sanksi tegas kepada Gilang, yakni dengan mengeluarkannya. Diketahui sebelumnya Gilang duduk di semester 7 Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga.

Sebagai mahasiswa Gilang sudah berada di akhir semester kelulusan. Hal ini seringkali dipakai senjata untuk korban. Gilang pura-pura meminta bantuan untuk penelitian skripsinya.

Baca Juga: Apa Arti Fetish yang Trending di Twitter ‘Gilang Fetish Kain Jarik’

Korban dibujuk agar mau dibungkus dengan alasan untuk kepentingan penelitiannya tersebut. Petualangannya memburu mahasiswa baru untuk dibungkus inilah yang membuat Gilang Bungkus ditangkap.

Korban Gilang Umumnya Mahasiswa Baru

Korban Gilang Bungkus umumnya adalah mahasiswa baru. Modusnya Gilang mendekati mereka sebagai seorang senior. Mahasiswa baru yang masih polos yang menjadi korbannya pada awalnya senang.

Namun Gilang memanfaatkannya dengan cara membujuk agar mau dibungkus. Sejumlah tangkapan layar di Twitter, menunjukkan Gilang sering mengirim DM Instagram dengan kalimat hampir sama, yaitu “Kamu Bungkusable ya, Dek”.

Kalimat tersebut maksudnya orang yang dihubunginya sangat pantas untuk dibungkus. Dari salah satu pengakuan korban, konon Gilang sudah melancarkan aksinya sejak duduk di bangku SMA.

Modusnya juga sama membujuk korban agar mau dibungkus dengan alasan untuk penelitian. Jumlah korban yang terus bertambah membuat Gilang Bungkus ditangkap polisi.

Bahkan ada korban yang mengaku setelah dibungkus langsung oleh Gilang, korban diraba-raba dan dilecehkan dalam keadaan masih terbungkus kain jarik. Sejumlah korban mengaku trauma.

Sementara itu, saat viral kasus fetish kain jarik yang melibatkan Gilang Bungkus, terungkap bahwa Gilang pernah melakukan hal tak senonoh tersebut.

Gilang disebut pernah diarak di daerah kos-kosannya. Namun tidak jelas kenapa Gilang bisa sampai diarak. Hanya saja, pada semester awal Gilang masuk kuliah di Universitas Airlangga, Gilang pernah melakukan pelecehan kepada mahasiswa.

Dia bahkan sempat minta maaf, foto ketika Gilang memegang tulisan minta maaf ikut tersebar saat kasus fetish kain jarik heboh.

Sayangnya, Gilang seolah tidak ada kapoknya. Dia masih terus mencari korban lain untuk dibungkus dan dilecehkan. Saat ini Gilang Bungkus ditangkap oleh pihak kepolisian, akankah Gilang sadar? (Ndu/R7/HR-Online)