Instansi Pemerintahan di Jabar Wajib Punya Sosmed untuk Kinerja

Instansi Pemerintahan di Jabar
Gubernur Jabar Ridwan Kamil di webinar ‘Indonesian Youthquake 2020: How Social Media Drive Policy Making’ dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (7/8/20) malam WIB. Foto: Humas Jabar

Berita Jabar (Harapanrakyat.com),- Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menyebut sosial media (Sosmed) sangat efektif sebagai alat komunikasi antara pemerintah dengan warga. Ridwan Kamil telah mewajibkan seluruh Instansi Pemerintahan di Jabar termasuk ASN memiliki akun somed untuk publikasi kinerja.

“Saya telah mewajibkan dinas di Pemprov Jabar melaksanakan revolusi digital. Jangan ada dinas dan ASN di Jabar yang tidak memiliki media sosial. Melalui akun sosial media, wajib melaporkan progran dan kinerja di dinasnya,” ujar Ridwan Kamil di webinar ‘Indonesian Youthquake 2020, di Gedung Pakuan, Bandung, Jumat (7/8/2020).

Kang Emil (sapaan Ridwan Kamil) menceritakan pengalamannya, kebijakan-kebijakan yang diambilnya salah satunya berdasar pengamatan di medsos. Bahkan hal itu dilakukan sebelum adanya  Jabar Quick Respons, banyak masukan dan keluhan dari warga masuk ke akun pribadinya.

Kang Emil mengingatkan kepada netizen, termasuk Instansi Pemerintahan di Jabar untuk bijak dalam menggunakan sosmed.  Karena sosmed memiliki dua sisi, bisa digunakan untuk kebaikan atau hal lainnya.

“Tergantung niatnya dan tujuannya. Tapi intinya sosial media merupakan kebutuhan. Saya ingatkan kepada semua pihak untuk menggunakan dalam hal kebaikan yang akan membawa manfaat,” ucap Ridwan Kamil.

Ridwan Kamil menuturkan ada tiga fungsi sosial media yang dierapkan di Jabar dalam smart city. Tiga fungsi itu adalah to observe, to control dan to connect.  Fungsi pertama to observe, Ridwan kamil menjelaskan fungsi tersebut untuk melihat situasi sosial masyarakat.

Fungsi kedua adalah to control, yaitu untuk birokrasi dan instansi pemerintahan di Jabar. Tujuannya untuk memastikan program yang direncanakan berjalan lancar. Salah satu contohnya mengontrol penanganan Covid-19 di Jabar sampai kontrol agar tak ada korupsi.

“Yang Ketiga adalah to connect, yaitu untuk mengkoneksikan atau menghubungkan warga dengan pemerintahnya. Berkomunikasi dengan publik,” pungkasnya. (R9/HR Online)

Loading...