Selasa, Agustus 16, 2022
BerandaBerita JabarJabar Nihil Zona Merah Minggu Ini, 10 Daerah Masih Zona Oranye

Jabar Nihil Zona Merah Minggu Ini, 10 Daerah Masih Zona Oranye

Berita Jabar (Harapanrakyat.com),- Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menyatakan status Kota Depok sudah bukan zona merah minggu ini. Artinya, kini Jabar nihil zona merah atau risiko tinggi. Dari 27 Kota/Kabupaten, 17 daerah masuk zona kuning sedangkan 10 daerah zona oranye.

“Minggu lalu, hanya kota depok yang berstatus zona merah. Tapi mulai minggu ini sudah tidak ada lagi zona merah untuk wilayah Jawa Barat,” ujar Ridwan Kamil usai rapat koordinasi di Makodam III/Sliwangi, Bandung, Selasa (25/8/2020).

Ridwan Kamil mengatakan angka reproduksi efektif (Rt) per 22 Agustus turun menjadi 0,92. Sedangkan angka Rt Jabar berdasarkan Bappenas RI yakni 1,01.  Saat ini Jabar urutan ke 26 terendah, dari totoal 34 provinsi.

Untuk menjaga Jabar nihil zona merah, Gugus Tugas terus meningkatkan swab test atau PCR. Sampai Selasa(25/8/2020), Jabar telah melakukan tes PCR sebanyak 203.306 orang. Dalam pekan ini Jabar menargetkan swab test sampai 50 ribu per minggu. Pelaksanaan tes di 26 laboratorium dengan dukungan 27 unit PCR koper yang mampu menjangkau pelosok daerah.

Gugus Tugas juga akan memantau jumlah kasus positif Covid-19 usai libur panjang kemarin. Gugus Tugas akan melakukan pemantauan selama 14 hari ke depan. Ridwan Kamil berharap tidak terjadi peningkatan kasus. Dengan demikian pelaksanaan protokol kesehatan 3M selama AKB berjalan efektif.

“Semoga tidak ada lonjakan kasus. Monitoring selama 14 hari, karena masa inkubasi virus 10 sampai 14 hari. Kalau terjadi lonjangan berarti perlu evaluasi, penanganan dan pengambilan keputusan untuk tempat wisata saat long weekend,” kata Ridwan Kamil.

Jabar Nihil Zona Merah, Pengetesan Belum Penuhi Standar WHO

Ketua Harian Gugus Tugas Jabar Setiawan Wangsaatmaja mengatakan pengetesan Jabar masih belum memenuhi standar WHO. Dari angka positivity rate per 100 orang masih 20 persen. Sesuai standar WHO, angka positivity rate per 100 orang sebesar 5 persen.

Setiawan menyebutkan dalam masa AKB ini masyarakat yang stay at home sudah sedikit. Banyak masyarakat ke luar rumah melakukan aktivitas seperti biasanya. Ketika banyak orang yang keluar, kemudian kasus positif meningkat.

“Ini merupakan korelasi antara orang di rumah, beraktivitas ke luar rumah dengan peningkatan kasus. Jadi, kami ingatkan masyarakat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan, memakai masker dan menjaga jarak. Supaya Jabar nihil zona merah bahkan bisa menjadi kuning bahkan hijau,” pungkasnya. (R9/HR-Online)