Senin, Agustus 8, 2022
BerandaBerita TerbaruJenis Batuan Sedimen, Klasifikasi, Contoh dan Sifat-Sifatnya

Jenis Batuan Sedimen, Klasifikasi, Contoh dan Sifat-Sifatnya

Jenis batuan sedimen dan juga batuan lain memiliki peran yang penting untuk pembentukan Bumi. Batuan adalah salah satu bahan baku yang utama.

Bahkan, tanah yang menjadi media tanam sebenarnya berasal dari batu. Karena, batu yang terurai dan akan menjadi tanah. Terdapat tiga jenis batuan yang ada dalam Bumi. Mereka terbentuk dari proses yang teramat panjang.

Ketiga batu tersebut adalah batu beku, batu metamorf, dan juga batu sedimen. Berikut adalah penjelasan tentang batuan sedimen, mulai dari struktur pembentuknya hingga kandungan mineralnya.

Baca Juga: Mikroba Pemakan Batuan Luar Angkasa, Temuan Terbaru Para Ilmuwan

Jenis Batuan Sedimen

Menurut Wikipedia, batuan sedimen merupakan batuan yang terbentuk pada permukaan Bumi dengan kondisi suhu dan juga tekanan rendah.

Jenis batuan ini berasal dari batuan yang lebih dulu terbentuk yang kemudian mengalami pelapukan, erosi, dan juga terangkut oleh air, es, atau udara.

Kemudian akan mengendap dan berkumpul pada cekungan endapan, lalu terbentuklah sedimen. Material-material batuan tersebut lalu mengeras dan mengalami litifikasi hingga akhirnya menjadi batuan sedimen.

Jenis batuan sedimen ini adalah batuan dengan jumlah yang dominan yakni mencapai 75 persen yang ada pada Bumi. Bahkan, jenis batuan ini juga merupakan material batuan yang ada pada kerak bumi sekitar 8 persen.

Berdasarkan dari proses pembentukannya, batuan sedimen terbagi menjadi empat kelompok, antara lain:

Batuan Sedimen Klastik

Batuan ini adalah batuan yang terdiri atas endapan alami yang terbentuk dari hasil pengolahan kembali dari batuan yang telah ada. Proses tersebut melalui proses erosi, pelapukan, transportasi, dan juga pengendapan kembali.

Proses ini sering terjadi dan pada umumnya melibatkan media es, angin, dan juga air. Jenis batuan sedimen ini dibedakan dari ukurannya, yaitu kerikil, lumpur dan juga pasir. Lumpur terbagi kembali yakni lempung dan juga lanau.

Batuan Sedimen Non Klastika

Batuan jenis ini adalah batuan yang terbentuk dari hasil penguapan larutan material. Proses tersebut terjadi melalui proses biologi, kimia, atau kombinasi dari keduanya yakni biokimia.

Kemudian batuan ini terbentuk ketika material berkumpul dan terperangkap yang menjadikan material mineralnya membeku dengan cara kimia.

Contoh batuan sedimen non klastika adalah gypsum dan batuan garam. Sedangkan yang merupakan batuan dari proses biologi adalah batuan yang melibatkan hewan atau tumbuhan. Contohnya seperti batu karang, batu bara, dan juga endapan rijang.

Baca Juga: Jenis Virus Baru Corona Kini Mendominasi dan Lebih Menular

Batuan Sedimen Vulkanis

Jenis batuan sedimen vulkanis adalah batuan yang tak termasuk ke dalam jenis batuan klastika dan juga non klastika. Jenis batuan ini mempunyai tekstur seperti klastika, akan tetapi material utamanya berasal dari gunung berapi.

Sifat-Sifat Batuan Sedimen

Jenis batuan memiliki sifat-sifat yang membedakan dengan jenis batuan yang lain. Antara lain seperti dari warna, tekstur, hingga kandungan mineralnya.

Warna

Warna dari batuan ini berdasarkan dari besi yang ada dalam batuan. Besi adalah unsur yang mempunyai dua oksida utama, yakni besi (II) oksida dan juga besi (III) oksida.

Besi (II) oksida hanya terbentuk dalam kondisi anoxic, lalu dapat mengakibatkan bebatuan berwarna abu-abu atau kehijauan. Sedangkan untuk besi (III) oksida berupa mineral hemalit yang berwarna kemerahan atau kecoklatan.

Tekstur

Untuk jenis batuan sedimen klastik mempunyai tekstur orientasi tiga dimensi yang merupakan khas dari fabrik batuan. Kemudian untuk batuan jenis lempung berbutir halus dan kerikil memiliki khas yang lebih besar.

Tingkat Sedimentasi

Tingkat pengendapan tergantung pada tempat atau lokasinya. Saluran tidal bisa memperoleh pengendapan beberapa meter hanya dalam satu hari. Sedangkan dalam pengendapan pada lautan dalam, setiap tahunnya hanya mencapai pengendapan beberapa milimeter saja.

Seperti yang telah ada dalam penjelasan, jika pengendapan akan terjadi dalam sebuah cekungan. Cekungan tersebut adalah cekungan sedimentasi. Jumlah batuan yang mengendap adalah tergantung pada kedalaman cekungan. Kedalaman tersebut adalah ruang akomodasi.

Kandungan Mineral

Sifat dari batuan jenis sedimen mengandung kuarsa (untuk jenis batuan silisiklastik) dan kalsit (untuk jenis batuan karbonat). Batuan ini berbeda dengan batuan metamorf dan batuan beku. Sedimen memiliki sedikit mineral utama. Namun, asal usul dari mineral jenis batuan sedimen lebih kompleks daripada kedua batuan tersebut. (R10/HR Online)