Jenis Penyakit pada Sistem Pencernaan dari Diare, Maag, Hingga GERD

Jenis Penyakit pada Sistem Pencernaan dari Diare, Maag, Hingga GERD
Penyakit pada sistem pencernaan. Foto: Ist/net

Ada berbagai jenis penyakit pada sistem pencernaan yang sering terjadi. Meskipun bukan penyakit berat, terganggunya sistem pencernaan akan mengganggu aktivitas. Yang penting, jangan sampai terlambat menangani dan mengobatinya karena akibatnya bisa berbahaya.

Dalam tubuh terdapat berbagai macam sistem kerja dari organ. Seperti sistem imunitas tubuh, sistem pernafasan, sistem pencernaan, dan lainnya. Semua sistem organ itu harus berjalan baik, termasuk sistem pencernaan.

Dalam sistem pencernaan terdapat berbagai jenis organ tubuh yang menjadi rangkaian kesatuan yang saling membantu. Organ itu meliputi mulut, saluran kerongkongan, lambung, usus halus dan usus besar, sampai ke anus.

Sistem pencernaan tubuh harus terjaga dengan baik supaya dapat terus berfungsi optimal. Fungsi sistem ini yang utama adalah untuk mencerna makanan dan minuman serta menyerap nutrisi yang tubuh butuhkan.

Namun pencernaan terkadang mengalami gangguan. Baik karena mengonsumsi makanan yang buruk maupun karena serangan penyakit. Selain membuat fungsinya terganggu, beberapa penyakit pada sistem pencernaan jika tak dapat penanganan akan mengakibatkan kondisinya semakin akut dan kronis.

Baca juga: Penyebab Maag Kambuh dari Telat Makan Hingga Akibat Penyakit Lain

Dengan sistem pencernaan yang baik maka kita dapat makan dan minum sebagai kebutuhan vital. Organ ini juga yang akan mencerna dan menghasilkan nutrisi yang tubuh butuhkan.

Dengan nutrisi yang baik tubuh bisa mendapatkan pasokan energi dan nutrisi penting. Untuk menjaga kesehatan pencernaan, maka penting mengonsumsi makanan yang bergizi dan berserat. Sebaliknya, hindarkan makan makanan buruk yang akan membuat pencernaan terganggu.

Mengenal Jenis Penyakit pada Sistem Pencernaan Tubuh

Sistem pencernaan yang kita kenal adalah serangkaian organ tubuh manusia. Yang mencakup kantong empedu, pankreas, hati dan saluran gastrointestinal. Semua organ itu berfungsi dalam memudahkan manusia mencerna dan menyerap nutrisi makanan.

Pada mulanya makanan dan minuman yang dicerna lewat mulut. Kemudian makanan masuk ke dalam tubuh dan terpecah hingga menjadi nutrisi. Peranan nutrisi sangat penting dalam rangka untuk perbaikan sel, pertumbuhan dan sumber energi.

Namun tubuh tidak selamanya lancar dalam mencerna makanan dan nutrisi. Terkadang akibat bakteri penyakit atau gangguan lainnya membuat pencernaan tidak berfungsi optimal sehingga proses penyerapan nutrisi tidak berjalan lancar.

Ada banyak faktor yang menyebabkan terganggunya fungsi pencernaan. Ini adalah berbagai jenis penyakit pada sistem pencernaan yang sebaiknya Anda waspadai.

Sembelit

Penyakit sembelit atau dikenal konstipasi adalah terjadinya hambatan pada proses pencernaan manusia. Gangguan ini memiliki tanda fases dikeluarkan sangat keras. Kondisi ini membuat penderitanya mengalami susah buang air besar dan tak merasa nyaman.

Secara medis, penyakit ini timbul akibat usus besar yang menyerap air terlampau banyak. Pemicu sembelit yang paling utama adalah minimnya asupan makanan berserat. Misalkan sayur-sayuran dan buah-buahan.

Selain itu gangguan ini juga bisa terjadi karena sering menahan buang air besar yang dapat memicu terjadinya sembelit.

Diare

Inilah jenis penyakit pada sistem pencernaan yang sering orang alami. Baik kalangan anak-anak, remaja atau orang dewasa. Yang menyebabkan penyakit ini umumnya karena efek samping penggunaan obat, gangguan saluran pencernaan, alergi makanan dan infeksi.

Gejala diare bisa terasa dari seringnya buang air besar seperti lebih dari 3 kali dalam kurun waktu sehari. Adapun bentuk feses dalam kondisi berair atau encer.

Banyak orang meremehkan sakit diare. Padahal kalau tanpa penanganan bisa menyebabkan timbul beberapa penyakit gangguan pencernaan kronis lainnya. Seperti kolitis ulserativa atau penyakit crohn dan sindrom iritasi pada usus besar.

Penyakit Maag

Jenis penyakit pada sistem pencernaan lainnya yang juga sering terjadi adalah maag. Penyakit yang populer ini memiliki tanda berbagai gejala. Seperti rasa sakit perih pada dinding lambung, perut terasa kembung, perut mual, dan mulas.

Yang menjadi pemicu timbulnya penyakit maag sangat banyak. Misalnya yang paling banyak orang lakukan adalah adanya stres berlebihan dan tidak teraturnya pola makan seseorang.

Kondisi ini akan membuat kadar asam lambung sangat tinggi sehingga membuat sistem pencernaan terganggu. Namun sakit maag juga bisa akibat dari serangan bakteri atau populer dengan sebutan Helicobakter Pylori.

Wasir

Penyakit wasir yang populer dengan sebutan hemaroid adalah penyakit akibat pembuluh darah membengkak menjadi besar. Pembuluh darah yang bengkak terdapat pada daerah area bokong tepatnya wilayah rektum atau anus.

Baca juga: Penyebab BAB Berdarah Tak Hanya Karena Wasir, Bisa juga Karena Ini

Pada umumnya penyakit pada sistem pencernaan ini tak memunculkan gejala atau hanya ringan. Penyakit ini umumnya mendera wanita hamil atau orang yang terlampau lama dalam posisi duduk.

Yang menjadi gejala penyakit wasir antara lain:

  • Saat seseorang selepas buang air besar timbul pendarahan dengan warna merah terang
  • Bagian luar anus terdapat benjolan
  • Pada area anus sering mengalami gatal-gatal

Tukak Lambung

Penyakit pada sistem pencernaan ini bisa menyerang semua kalangan, khususnya orang yang berumur 60 tahun lebih. Penyakit tukak lambung adalah terlukanya dinding lambung. Yang menjadi penyebabnya adalah dinding lambung yang mengalami pengikisan.

Baca juga: Batuk Akibat Asam Lambung dan Cara Mengatasinya

Gejala tukak lambung salah satunya pada bagian perut timbul rasa nyeri. Kemudian menjalar ke bagian leher utamanya bila perut dalam kondisi kosong. Gejala ini mungkin mereda dalam beberapa hari dan bisa kambuh lagi.

Radang Usus Buntu

Penyakit ini terjadi akibat lubang antara usus besar dan usus buntu tersumbat karena serangan bakteri. Radang pada usus buntu juga bisa terjadi akibat biji cabai dan lendir pada usus buntu yang tersumbat.

Gastroesophageal Reflux Disease

Penyakit yang sering disingkat GERD ini juga merupakan penyakit asam lambung. Penyakit pada sistem pencernaan ini terjadi akibat zat asam lambung terlampau tinggi hingga menjalar ke kerongkongan.

Orang yang menderita penyakit asam lambung terlihat dari gejala-gejalanya seperti tenggorokan mengalami radang, batuk tapi tidak berdahak, serasa ada yang mengganjal pada tenggorokan, dan pada saat menelan menimbulkan rasa sakit.

Apendisitis

Mungkin ada yang masih asing dengan jenis penyakit pada sistem pencernaan ini? Apendisitis adalah penyakit yang menyerang sistem pencernaan khususnya pada organ usus buntu yang mengalami radang.

Organ usus buntu ini tidak dapat mengeluarkan sisa-sisa makanan yang terjebak atau terkandung di dalamnya. Sehingga membuat usus buntu menjadi radang.

Sisa makanan yang membusuk pada usus buntu adalah umbai cacing. Kemudian berubah menjadi radang usus buntu. Makanya sangat penting membuang sisa makanan yang terjebak pada usus buntu.

Sebab kalau sisa makanan terjebak pada usus buntu akan menjadi pecah. Kalau sisa makanan tidak keluar, dapat mengancam jiwa sang penderitanya. Inilah yang membuat banyak penderita penyakit ini melakukan operasi usus buntu.

Cara Mencegah Penyakit pada Sistem Pencernaan

Sebenarnya cukup mudah untuk mencegah dan menghindari penyakit pada sistem pencernaan. Caranya dari mulai menjaga kebersihan makanan dan tidak boleh jajan sembarangan.

Selain itu pastikan kualitas makanan higienis terbebas dari kuman dan bakteri penyakit. Perhatikan juga kualitas minuman harus bersih dan bebas dari bakteri kotoran dan kuman.

Baca juga: Anatomi Organ Tubuh Manusia, Pengertian, Struktur dan Fungsinya

Selain memperhatikan kualitas makanan dan minuman, untuk menghindari penyakit yang menyerang sistem pencernaan harus pula memperhatikan kebersihan organ gigi dan mulut sebagai pintu masuk makanan. Penting juga memperhatikan kualitas nutrisi pada makanan tersebut.

Itulah beberapa penyakit pada sistem pencernaan yang paling sering terjadi. Dengan mengenal jenis gangguan ini, Anda akan bisa mencegah ataupun mengobati apabila sudah timbul gejala. Jangan biarkan penyakit ini berlarut lantaran bisa berbahaya. (R11/HR-Online)

Loading...