Selasa, November 30, 2021
BerandaBerita BanjarKisah Veteran di Kota Banjar Lawan PKI Tahun 1965

Kisah Veteran di Kota Banjar Lawan PKI Tahun 1965

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),– Udih, seorang veteran kelahiran 18 Agustus 1932 dari Kota Banjar, menceritakan kisahnya saat melawan PKI pada tahun 1965.

“Zaman dulu saat kita melakukan belanegara dan agama itu, hilang senjata dan hilang nyawa, malam menjadi siang dan siang menjadi malam,” kata Udih kepada Koran HR, Selasa (11/8/2020).

Pada tahun 1965 Udih melawan PKI di Banjarsari, Kalipucang, Padaherang, dan Jawa Tengah. “Kami para TNI tidak tanggung-tanggung melawan musuh yang berusaha merusak NKRI. Kami rela menyerahkan jiwa dan raga kami untuk mempertahankan NKRI,” katanya berapi-api.

Udih mendaftarkan diri menjadi anggota TNI tanpa latihan dan tanpa tes. Udih mengaku langsung terjun memberantas PKI saat itu.

“Saat berperang kami sering tidur di pesawahan, di antara padi-padi yang menguning, dan selain itu juga banyak tentara yang berguguran di medan perang. Pada saat itu kita berperang bukan perang dengan orang lain melainkan istilahnya berperang melawan saudara sendiri,” ungkapnya.

PKI tersebut, kata Udih, sering menyelundup ke hutan-hutan yang berada di dekat perkampungan warga dan menipu masyarakat.

“Seringkali PKI menyamar dan malamnya menculik warga. Setelah diculik, PKI itu langsung menyiksa para tahanannya dengan sangat keji,” jelasnya.

Pesan Vetaran di Kota Banjar untuk Anak Muda

Udih berpesan kepada anak muda untuk waspada dan menjaga keamanan bersama-sama sehingga mudah dalam menghadapi lawan yang mengancam.

“Sekarang saya sudah tua, kalian para pemuda harus lebih waspada takutnya ada penyusup yang mencoba untuk mengadu domba kita, dan menghancurkan kedaulatan NKRI,” ungkapnya.

Saat ini, Udih sudah renta dan sudah tidak bisa apa-apa lagi. Veteran di Kota Banjar tersebut hanya bisa terbaring di kasur sambil mengenang masa perjuanganya dulu.

Udih juga masih menyimpan senjata bekas perangnya dulu, dan banyak yang menginginkanya tapi Udih tidak memberikanya. Karena senjata itu menjadi salah satu saksi bisu perjuangannya saat mempertahankan kedaulatan NKRI.

Sekarang semua itu hanya menjadi cerita, banyak juga yang tidak percaya bahwa Udih itu dulunya seorang veteran. Tetapi Udih tidak merasa kesal yang penting perjuanganya dulu bisa dinikmati sekarang oleh cucu-cucunya. 

“Jangan sampai Indonesia diduduki oleh orang lain yang tidak bertanggung jawab, karena PKI itu tidak terlihat dan menyelundup menyamar menjadi orang lain,” pungkasnya. (Aji/R7/Koran-HR)

- Advertisment -