Ledakan di Beirut Lebanon Tewaskan 70 Orang, Setara Gempa 3,3 SR

Ledakan di Beirut Lebanon Tewaskan 70 Orang, Setara Gempa 3,3 SR
Ledakan di Beirut Lebanon tewaskan 70 lebih warga disana. Foto:Ist/Net

Ledakan di Beirut Lebanon menurut survei geologi Amerika Serikat setara gempa berkekuatan 3,3 magnitudo.

Akibat dasyatnya insiden tersebut, banyak bangunan disana yang hancur, 70 orang lebuh dikabarkan meninggal dunia, serta 4000an warga mengalami luka-luka.

Survei Geologi Amerika Serikat menyatakan, bahwa ledakan besar yang terjadi di Beirut begitu kuat., karena mampu menciptkana gelombang seismik yang setara dengan gempa 3,3. magnitudo

Ledakan di Beirut Lebanon terjadi Selasa (4/8/2020). Ledakan tersebut menimbulkan banyak korban jiwa dan luka, bahkan 1 orang WNI dikabarkan menjadi salah satu korban ledakan.

Juru Bicara (Jubir) Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Faizasyah, membenarkan seorang WNI jadi korban ledakan tersebut.

Namun saat ini yang bersangkutan dalam kondisi stabil, bisa bicara dan berjalan kaki. WNI tersebut juga sudah diobati dokter dan kembali ke apartementnya.

Lanjut Faizasyah, WNI yang menjadi korban ledakan di Beirut Lebanon adalah pekerja migran. Saat ini di Lebanon, terdapat 1.447 WNI, 213 orang adalah masyarakat KBRI, sementara 1,234 lainya adalah anggota TNI kontingen Garuda.

Sementara itu, mahasiswa di Lebanon bernama Fitrah Alif, mengabarkan, ledakan tersebut tidak berdampak pada dirinya dan teman-teman mahasiswa lainnya yang ada di Lebanon.

Hal tersebut karena jarak antara pusat ledakan dengan asrama mereka sekitar 80 kilometer.

Namun temannya yang berada di radius 8 km dari pusat ledakan di Beirut Lebanonmengakui jika ledakan tersebut cukup terasa seperti gempa. Kabar tersebut ia bagikan dalam cuitanya di twiter.

Baca Juga: Ledakan di Lebanon, 78 Orang Meninggal 4.000 Luka, 1 WNI Jadi Korban

Ledakan di Beirut Lebanon Rusak Banyak Bangunan

Selain menimbulkan korban jiwa dan luka, ledakan besar di Kota Beirut merusak banyak bangunan-bangunan besar.

Dilaporkan pula, rumah sakit disana kewalahan dengan banyaknya warga Lebanon yang mengalami luka dan butuh pertolongan.

Seorang petugas medis disana menyebut, akibat ledakan di Beirut Lebanon,  sekitar 200 sampai 300 orang dilarikan ke RS yang ada di Beirut.

Petugas medis yang bernama Rouba tersebut mengatakan, ia sebelumnya tak pernah melihat kejadian yang mengerikan seperti ledakan ini.

“Sangat mengerikan sekali,” katanya.

Sementara itu, seorang wartawan BBC di Beirut, Sunniva Rose mengatakan, kota Beirut nampak menghitam karena kepulan asap ledakan.

Menurutnya, akibat ledakan di Beirut Lebanon tersebut, jalanan jadi sangat berantakan, serpihan kaca ada dimana mana, ambulance juga sulit lewat. Batu batu berserakan di jalanan, bongkahan semen dan banyak bangunan rumah ambruk.

“Kondisi malam hari Kota Beirut gelap karena kepulan asap. Nampak orang yang berlumuran darah yang kesulitan berjalan di kegelapan,” kata Rose.

Ledakan di Beirut ini juga merusak sebuah pusat perbelanjaan yang jaraknya 2 km dari pusat ledakan. Mall tersebut hancur sekali dibagian depannya.

Dilaporkan juga, akibat ledakan di Beirut Lebabon,  seorang Staf kedutaan Jerman mengalami luka-luka.

Hal itu dibenarkan oleh kementerian luar negeri Jerman. Kemenlu Jerman membenarkan staf kedutaanya yang ada di Beirut terluka akibat insiden ledakan.

Sementara itu, video ledakan di Beirut dengan cepat menyebar di berbagai medsos. Dalam video tersebut, nampak asap membumbung ke angkasa pasca ledakan yang pertama.

Kemudian terjadi ledakan di Beirut Lebanon yang kedua kali. Ledakan tersebut lebih besar sampai menghancurkan bangunan-bangunan yang ada di sekitarnya.

Seorang warga disana mengakui dirinya hampir tewas akibat ledakan tersebut. Telinganya sampai terasa tuli mendengar kerasnya suara ledakan.

Penyebab Ledakan Belum Diketahui

Ledakan di Beirut ini sangat mengerikan, banyak orang yang terjebak di reruntuhan bangunan pasca ledakan tersebut terjadi.

Akibat ledakan di Beirut Lebanon, nampak mobil-mobil dan rumah rusak parah. Meski begitu, pihak pemerintah setempat hingga saat ini belum bisa memastikan penyebab dari ledakan tersebut.

Namun banyak orang menduga, ledakan tersebut dipicu dari gudang pabrik kembang api yang ada dikota Beirut. Laporan lain juga menyatakan, terdapat bahan-bahan yang mudah meledakyang sengaja disimpan di gudang.

Pejabat disana pun menuding, sebuah gudang yang menyimpan 2,750 ton amonium nitrat selama 6 tahun. Perdana Menteri Hassan Diab menyebut,  2.750 ton amonium nitrat biasanya menjadi bahan pupuk dan peledak.

Dalam akun twiternya, Hasan Diab berjanji akan segera menemukan orang yang bertanggung jawab atas ledakan di Beirut Lebanon ini.

Pihaknya akan memintai pertanggung jawaban dan memberikan hukuman seberat-beratnya kepada pelaku.

Menurutnya, keberadaan 2.750 amonium nitrat yang tersimpan di gudang selama enam tahun itu tidak bisa ia terima, karena keberadaan bahan tersebut membahayakan keselamatan warga.

5 Agustus Jadi Hari Berkabung Nasional Lebanon

Akibat insiden ledakan di Beirut Lebanon yang super dasyat, Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab mengumumkan bahwa tanggal 5 Agustus menjadi hari berkabung nasional untuk negara Lebanon.

Pemerintah juga menyatakan kondisi darurat selama dua minggu kedepan akibat banyaknya korban luka dan meninggal. Kata dia, jumlah korban luka akan sangat banyak akibat insiden ini.

Sementara itu, Kepala Rumah Sakit Universitas Beirut, Dr Firass Abiad, mengaku, dirinya kewalahan menangani banyaknya korban luka akibat ledakan tersebut.

Kata dia, kondisi IGD mendadak kacau karena banyaknya korban ledakan di Beirut Lebanon. “Mereka kebanyakan terluka akibat terkena pecahan kaca,” katanya. (R8/HR Online)

Loading...