Menjaga Tradisi Keluarga saat Idul Adha Dilakukan Satu Keluarga di Kota Banjar

Tradisi pembagian daging qurban oleh warga di Lingkungan Cimenyan, Kota Banjar. Foto: Muhlisin/HR.
Tradisi pembagian daging qurban oleh warga di Lingkungan Cimenyan, Kota Banjar. Foto: Muhlisin/HR.

Berita Banjar (harapanrakyat.com),- Menjaga tradisi keluarga, satu keluarga di Lingkungan Cimenyan I, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat, melestarikan tradisi warisan keluarganya. Yakni, membagikan daging qurban kepada masyarakat saat perayaan hari raya Idul Adha.

Bahkan, karena sudah menjadi kebiasaan yang turun-temurun, setiap perayaan hari raya Idul Adha banyak warga yang menitipkan hewan qurban kepada keluarga tersebut.

Salah seorang tokoh keluarga pewaris tradisi tersebut, Ahmad Farid Acep, menuturkan, pembagian daging qurban dilakukan rutin setiap tahun. Hal itu meneruskan tradisi yang sebelumnya sudah dilakukan oleh orang tuanya.

“Insya Allah, setiap tahun kami tidak pernah putus menjaga tradisi keluarga. Kalau dulu kan sama orang tua, sekarang sudah lima tahun ini saya yang ngurusin,” kata Ahmad Farid, kepada awak media, Jum’at (31/07/2020).

Baca Juga : MUI Kota Banjar; Pendistribusian Daging Qurban Langsung Diantar Mustahik

Ia juga mengatakan, daging qurban dibagikan kepada warga masyarakat di lingkungan sekitar. Khusus orang-orang yang tidak mampu atau fakir miskin, pembagiannya pun dibedakan.

Selain warga sekitar, lanjut Ahmad Farid, karena sudah rutin dilakukan setiap tahun, terkadang banyak juga warga dari luar lingkungannya yang datang. Seperti tukang ojek dan abang becak. Karena memang kuotanya pun tidak dibatasi.

“Mungkin mereka banyak yang sudah tahu, jadi pada datang ke sini. Kuotanya tidak kami batasi, menyesuaikan saja,” ujarnya.

Terdampak Wabah Pandemi

Ahmad Farid menyebutkan, untuk jumlah hewan qurban pada Idul Adha tahun ini sedikit berkurang dibandingkan Idul Adha tahun sebelumnya. Hal itu dikarenakan banyak warga masyarakat yang terdampak wabah pandemi Covid-19.

Selain itu, pelaksanaannya juga sedikit berbeda lantaran ada keharusan menerapkan protokol kesehatan. Seperti menggunakan masker, pembatasan jumlah panitia pelaksana penyembelihan hewan qurban, dan pemantauan dari petugas.

“Tahun ini ada penurunan jumlah hewan qurban. Mungkin karena banyak masyarakat yang terdampak wabah pandemi,” pungkasnya. (Muhlisin/R3/HR-Online)

Loading...