Mitos Sikap Mental Wirausaha yang Sebaiknya Anda Tahu dan Hindari

Mitos Sikap Mental Wirausaha
Ilustrasi Mitos Sikap Mental Wirausaha. Foto: Ist/Net

Mitos sikap mental wirausaha sering dimaknai salah oleh sebagian masyarakat. Namun begitu membangun dan menumbuhkan sikap mental akan dapat melahirkan pengusaha yang bukan hanya tangguh, namun juga cerdas. Apalagi dengan tantangan yang ada membuat mental wirausaha menjadi sangat penting.

Sebagai negara yang masih terus berkembang, Indonesia masih membutuhkan banyak pelaku usaha yang tangguh dan mandiri. Mereka inilah yang akan menjadi penopang sistem perekonomian nasional yang kuat.

Saat ini Indonesia diketahui memiliki banyak pelaku usaha. Namun sebagian besar merupakan usaha kecil dan menengah (UKM). Sayangnya, dari jumlah UKM yang ada sebagian didominasi usaha skala mikro.

Baca juga: Akuntansi Dasar untuk UMKM Perlu Dikuasai Agar Lebih Kredibel

Pentingnya membangun sikap mental wirausaha yang kuat bukan saja penting untuk mendukung perekonomian bangsa. Lebih dari itu, menjalankan usaha bisa meningkatkan kesejahteraan sekaligus memberikan manfaat untuk masyarakat sekitar.

Untuk menjadi pengusaha yang tangguh perlu melalui dua proses penting. Masing-masing adalah proses manajerial bisnis yang profesional dan proses dalam membangun jiwa entrepreneurship yang kuat.

Mitos Sikap Mental Wirausaha yang Wajib Dihindari

Banyak orang yang mempunyai gagasan dan ide bisnis besar. Namun banyak juga yang akhirnya hanya menjadi sekedar ide tanpa realisasi. Berikut ini berbagai mitos sikap mental wirausaha yang sebaiknya dihindari.

Entrepreneur Bukan Pemikir

Ada mitos yang menilai bahwa seorang pengusaha bukanlah pemikir. Ternyata ini berdampak pada terhalangnya para pemikir dan inovator untuk menjadi pengusaha. Padahal bisnis yang berhasil membutuhkan invasi dan ide-ide segar.

Siapa pun memang bisa menjadi pelaku bisnis. Tak sedikit pengusaha sukses tanpa perlu pendidikan tinggi. Namun ini bukan berarti mereka bukan pemikir. Karena bisnis tak bisa dijalankan ala kadarnya.

Entrepreneur Adalah Bakat dan Bukan Diciptakan

Banyak juga orang yang beranggapan bahwa sikap mental wirausaha merupakan bakat dan bukan hasil dari proses pengalaman. Bahkan tak sedikit yang menghubungkannya dengan orang tua atau leluhurnya yang pengusaha.

Baca juga: Strategi Bisnis Reseller Tanpa Modal yang Terbukti Menghasilkan

Parahnya lagi, ada juga mitos yang menyebutkan bahwa menjadi pengusaha tidak bisa dipelajari. Akibatnya, tak sedikit orang yang gagal bisnis mengkambinghitamkan soal tidak adanya bakat entrepreneurship.

Saat ini sebenarnya sudah banyak sekolah bisnis. Baik sekolah formal maupun dalam bentuk pelatihan yang mampu melahirkan banyak entrepreneur dan pengusaha yang tangguh dan mampu berkembang maju.

Entrepreneur Adalah Penemu

Ada mitos yang menyebutkan bahwa memulai usaha harus berangkat dari produk baru yang belum ada di pasaran. Anggapan entrepreneur adalah penemu justru bisa menghambat tumbuhnya sikap mental wirausaha.

Untuk memulai usaha tak harus dengan ide besar yang muluk-muluk. Jika mitos semacam itu diikuti, Anda tak akan pernah berani untuk memulai bisnis. Padahal ada banyak peluang usaha yang mudah ditangkap dan dijalankan.

Entrepreneur Harus Memiliki Modal

Mitos lain yang juga berkembang adalah bahwa untuk menjadi pengusaha harus memiliki uang untuk modal usaha. Tanpa adanya modal sulit menumbuhkan sikap mental wirausaha yang tangguh. Benarkah?

Baca juga: Deretan Peluang Bisnis Tahun 2020 yang Menjanjikan!

Meskipun modal berperan penting dalam bisnis, namun kegagalan usaha bukan hanya karena kurangnya modal. Apalagi dengan berkembangnya teknologi internet saat ini, ada banyak sekali peluang bisnis tanpa modal yang bisa dijalankan.

Entrepreneur Adalah Risk Taker Ekstrem

Mitos lain yang masih dipercaya banyak orang adalah bahwa sikap mental wirausaha harus menjadi risk taker yang ekstrem alias nekat. Tanpa adanya sikap nekat sulit untuk menjadi pengusaha. Benarkah demikian?

Untuk menjadi pengusaha memang harus berani mengambil risiko (risk taker). Namun bukan nekat asal nekat, melainkan harus dilakukan dengan perencanaan dan riset yang memadai. Sehingga risikonya sudah terukur.

Itulah berbagai mitos yang masih dipercaya banyak orang meskipun tak ada bukti kebenarannya. Mempercayai mitos-mitos semacam itu justru dapat menghambat tumbuhnya sikap mental wirausaha yang tangguh. (R11/HR-Online)

Loading...