Pedagang Bendera Merah Putih di Tasikmalaya Menangis, Jualan Lesu

Pedagang Bendera Merah Putih di Tasikmalaya
Pedagang bendera Merah Putih yang mangkal di sepanjang jalan AH Nasution Tasikmalaya. Foto : Apip/HR

Berita Tasikmalaya, (harapanrakyat.com),- Pedagang bendera Merah Putih mulai memadati sepanjang jalan AH Nasution dan jalan KH Zaenal Mustofa, Tasikmalaya.

Mereka merupakan pedagang musiman yang rutin menjajakan bendera setiap memasuki bulan Agustus.

Namun, di masa pandemi Covid-19 ini, para pedagang bendera Merah Putih itu harus gigit jari, karena sepinya pembeli.

Baca Juga : Pedagang Bendera Musiman di Pangandaran Marema

“Aduh pak, tahun kemarin ramai namun tahun ini sangat sepi. Pokoknya penjualan bendera beda banget sama tahun sekarang,” ucap Nana Suryana, salah satu pedagang bendera musiman yang mangkal di jalan AH Nasution, Kamis (6/8/2020).

Menurut pedagang asal Lewisari, Kabupaten Tasikmalaya ini, biasanya memasuki bulan Agustus atau mendekati tanggal 17 Agustus pembeli bendera selalu ramai.

“Kemarin saya jualan gak ada yang beli. Kemarinya lagi juga sama gak ada yang beli. Teman-teman yang sama jualan bendera merah putih juga sepi pembeli,” ucapnya.

Nana berharap barang jajakannya ini cepat laku seperti tahun-tahun sebelumnya. “Yah mudah-mudahan jualan saya ramai pembeli. Gak tahu kenapa jadi sepi begini. Mungkin karena efek pandemi Covid-19 kayanya,” katanya.

Nana mengaku sebagai pedagang musiman bendera Merah Putih di Tasikmalaya setahun sekali, yaitu menjelang tanggal 17 Agustus.

Baca Juga : Pedagang Bendera dan Umbul-Umbul Mulai Bermunculan di Ciamis

Sementara untuk bendera merah putih tersebut, dia dapatkan atau membeli langsung dari pabrik. “Sebab, jika membuat bendera merah putih sendiri, saya tidak bisa menjahit,” tuturnya.

Ternyata, bukan hanya di jalan AH Nasution Tasikmalaya saja yang sepi pembeli. Menurut salah seorang pedagang bendera Merah Putih di jalan KH Zaenal Mustofa Kota Tasikmalaya juga sepi pembeli.

“Sangat sepi, beda sama tahun kemarin. Kalau tahun kemarin memasuki bulan Agustus itu biasanya ramai,” singkat salah seorang pedagang musiman bendera. (Apip/R5/HR-Online)

Loading...