Peluang Bisnis Ekspor di Tengah Pandemi Covid-19

Peluang Bisnis Ekspor di Tengah Pandemi Covid-19
Ilustrasi Peluang Bisnis Ekspor. Foto: Ist/Net

Di tengah pandemi Covid-19 ada peluang bisnis ekspor yang menawarkan solusi dari ancaman krisis. Apalagi dengan digital marketing, bisnis ekspor makin mudah lantaran memiliki cakupan pasar yang sangat luas.

Dalam rangka untuk mencegah terjadinya krisis akibat virus Corona, pemerintah juga giat menggalakkan berbagai potensi. Salah satunya melalui Direktorat Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor.

Melalui laman resminya djpen.kemendag.go.id, lembaga ini menggalakkan pameran virtual. Dengan pameran secara online ini akan memudahkan pemasaran produk ekspor ke seluruh dunia.

Potensi Peluang Bisnis Ekspor

Sebelum terjadinya pandemi Covid-19, potensi bisnis ekspor Indonesia termasuk sangat menggembirakan. Peluang bisnis ekspor ini tak hanya untuk pelaku usaha besar, tak sedikit pula pelaku usaha kecil yang mampu melakukannya.

Baca juga: Membuat Promosi Penjualan yang Efektif Agar Cepat Viral

Aneka produk kerajinan merupakan salah jenis produk yang cukup tinggi nilai ekspornya. Ada banyak jenis kerajinan yang tembus pasar luar negeri, dari bahan logam, batu dan keramik, hingga bahan alami lainnya.

Potensi produk kerajinan menembus pasar ekspor ini karena dukungan dari kinerja pasar kerajinan dunia yang juga memperlihatkan pertumbuhan yang cukup tinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan data dari BPEN (Badan Pengembangan Ekspor Nasional) yang kini berubah menjadi Direktorat Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor, memperlihatkan potensi peluang bisnis ekspor yang sangat besar.

Baca juga: Bisnis di Tengah Pandemi Covid-19 dengan Aman? Ini Saran Ilmuwan!

Pertumbuhan nilai ekspor produk kerajinan dunia mencapai 12 persen setiap tahunnya. Jenis produk yang besar sumbangannya adalah kerajinan logam mencapai 50,87 persen, kerajinan berbagai bahan 24,99 persen dan kerajinan batu serta keramik sebesar 12,36 persen.

Sedangkan negara pengimpor utama untuk produk kerajinan ini adalah AS yang mencapai 30,92 persen, Hong Kong (9,41 persen), Inggris (8,28 persen ), Jepang (8,15 persen ), dan Jerman (5,37 persen ).

Di tengah potensi peluang bisnis ekspor yang semakin besar, kinerja ekspor Indonesia justru terus menurun. Ranking Indonesia untuk ekspor produk kerajinan ini masih jauh dengan negara-negara lain, bahkan terhadap negara berkembang lainnya.

Hingga saat ini negara China dan India sebagai pengekspor utama untuk produk kerajinan yang mendominasi. Nilai ekspor kerajinan China mencapai 16,70 persen. Kemudian pada posisi kedua adalah India sebesar 5,80 persen dari nilai ekspor kerajinan dunia.

Kedua negara ini memang sebagai kompetitor utama dan menyebabkan sulitnya produk kerajinan Indonesia bersaing di pasar dunia. Selain masalah kualitas, harga produk kedua negara itu terbilang jauh lebih murah.

Strategi Menangkap Peluang Bisnis Ekspor

Tingginya kebutuhan pasar dunia terhadap produk kerajinan tentunya memberikan peluang bisnis ekspor yang sangat potensial. Pemerintah sendiri memberikan banyak kemudahan bagi pelaku usaha, termasuk UKM, untuk memanfaatkan peluang ini.

Baca juga: Manfaat Studi Kelayakan Bisnis untuk Meraih Sukses

Kemampuan pelaku usaha kecil khususnya bidang kerajinan sebenarnya telah teruji. Khususnya saat terjadinya krisis ekonomi pada tahun 1998. Saat itu, UKM bahkan memperlihatkan daya tahannya yang memberikan sumbangan tak kecil untuk perekonomian nasional.

Yang tak kalah menarik, membangkitkan sektor UKM ekspor juga bisa menjadi solusi jitu mengatasi makin banyaknya pengangguran akibat pandemi Corona. Apalagi jumlah perusahaan yang berhenti beroperasi akibat Covid-19 tidak sedikit.

Asal tahu saja, orang Indonesia terbilang kreatif dalam menghasilkan produk-produk kerajinan unik yang berkualitas. Jika Anda sering menghadiri pameran produk UKM, ada beragam bentuk produk yang sangat layak untuk diekspor.

Namun bagaimana strategi untuk menangkap peluang bisnis ekspor tentunya juga tergantung dari dukungan pemerintah. Selain insentif dalam menyediakan aspek permodalan, pemerintah juga perlu mendorong pemasaran produk ekspor. (R11/HR-Online)