Penemuan Air Asin di Ceres, Mungkinkah Terdapat Lautan Asin?

Penemuan Air Asin Di Ceres
Ilutrasi Penemuan Air Asin Di Ceres. Foto Istimewa

Penemuan air asin di Ceres cukup mengejutkan banyak ilmuwan. Hal ini ditampilkan dari pesawat ruang angkasa milik NASA. Pemandangan close up yang menarik dan juga luar biasa dari planet kerdil satu ini.

Terletak diantara sabuk utama planet Mars dan Jupiter menjadikan Ceres sebagai asteroid terbesar. Objek asteroid terbesar ini menjadi pertanyaan banyak pihak. Apakah di dalamnya terkandung lautan yang tersembunyi? Sebab, tidak hanya air asin saja, tetapi juga garam.

Dimana garam tersebut sudah terikat dengan molekul air yang ada di planet Ceres. Dilansir dari NASA, para ilmuwan mengungkapkan bahwa daerah terang adalah kawasan yang terbuat dari natrium karbonat.

Baca Juga: Penemuan Fosil Semut Neraka Terjebak Resin Pohon di Myanmar

Penemuan Air Asin di Ceres

Ketika misi berakhir di bulan Oktober, terdapat orbit yang masuk ke dalam planet Ceres. Tercatat jaraknya hanya sekitar 35 kilometer atau setara dengan 22 mil dari atas permukaan. Dari sinilah terungkap citra tajam dari daerah yang terang dan misterius.

Senyawa natrium, oksigen, dan juga karbon kemungkinan besar berasal dari cairan yang meresap ke permukaan. Setelah meresap, maka cairan akan segera menguap dan meninggalkan kerak garam. Senyawa berbentuk garam tersebut cukup banyak dan reflektif.

Namun belum dipastikan secara jelas mengenai penemuan air asin di Ceres. Meskipun begitu, para ilmuwan tetap menganalisa penemuan yang terjadi. Dari jajaran planet kerdil di tata surya, Ceres memang masuk di dalamnya. Ceres menjadi planet sekaligus asteroid. Jika dikategorikan sebagai planet, maka ukurannya memang kecil.

Berbeda halnya jika Ceres dikenal sebagai asteroid di tata surya, maka ukurannya adalah yang paling besar diantara yang lain. Dari data yang dianalisa ketika misi akan berakhir, kesimpulan yang didapatkan para ilmuwan adalah cairan tersebut berasal dari banyaknya garam.

Tidak hanya itu saja, para ilmuwan juga mengungkapkan bahwa cairan tersebut berasal dari waduk. Para ilmuwan pun terus menganalisa tentang gravitasi planet Ceres untuk mengetahui kebenarannya. Dengan mempelajari ilmu gravitasi, maka pengetahuan mengenai struktur internal Ceres juga diketahui.

Air garam ini memiliki lebar kawasan sekitar 40 kilometer atau setara dengan 25 mil. Bahkan hingga bisa mencapai ratusan mil lebar. Perlu diketahui bahwa Ceres tidak mendapat dampak dari pemanasan internal. Dimana pemanasan ini dihasilkan dari interaksi gravitasi dengan planet besar.

Sehingga penemuan air asin di Ceres kemungkinan adalah dampak dari hal tersebut. Dampak yang lebih signifikan adalah terjadi musim es selama beberapa bulan di tata surya luar. Air asin yang ada di Ceres memang cukup banyak. Kemungkinan besar Ceres adalah planet kerdil yang menjadi gudang air lautan.

Meskipun para ilmuwan masih menjadikan hal ini sebagai asumsi. Penelitian baru telah dilakukan dan difokuskan pada planet Ceres saja. Tepatnya pada planet Ceres dengan lebar sekitar 92 kilometer atau 57 mil. Dengan adanya penelitian ini, dapat dikatakan bahwa Ceres adalah planet yang terang dan kaya air.

Baca Juga: Penemuan Fosil Mammoth Wooly Berukuran Raksasa di Danau Siberia

Penemuan Air Asin di Ceres dan Tingkat Geologis

Deteksi ini sebenarnya tidak hanya berfokus pada air asinnya saja, tetapi juga pada tingkat aktivitas geologis planet Ceres di bawah kawah Occator. Dimana tingkat geologisnya telah muncul pada spesial koleksi dari Nature Astronomi, Nature Geoscience, hingg Nature Communcations.

Misi Dawn NASA memberikan hasil yang memuaskan dan mengejutkan. Sebab, hasil yang diberikan melebihi ekspektasi yang diharapkan. Ekspedisi luar angkasanya kali ini begitu menakjubkan, apalagi dengan penemuan air asin di Ceres. Hal ini juga diungkapkan oleh Direktur Misi Marc Ryan.

Penemuan baru yang sangat menarik di akhir misi panjang dan produktif. Bisa dikatakan bahwa penemuan ini merupakan hasil terbaik dari para penjelajah antar planet. Permukaan Ceres sebenarnya sudah mengalami dehidrasi dalam ratusan tahun.

Namun pada misi Dawn disebutkan bahwa Ceres masih memiliki air. Sehingga adanya cairan asin di kawah Ocator menjadi bukti bahwa Ceres memang memiliki air. Para ilmuwan mengungkapkan bahwa ada dua jalur yang membuat cairan mencapai permukaan.

Sehingga muncullah garam di Ceres. Para peneliti menyebutkan bahwa penemuan air asin di Ceres ini sebelumnya adalah pembekuan. Dimana waduk air garam yang ada di Ceres membeku, kemudian garam dan lumpurnya tergabung sehingga berkerak. (R10/HR Online)

Loading...