Penggunaan AI Untuk Mengakhiri Covid-19 di Tengah Krisis Kesehatan

Penggunaan AI Untuk Mengakhiri Covid-19
Ilustrasi Penggunaan AI Untuk Mengakhiri Covid-19. Foto Istimewa

Penggunaan AI untuk mengakhiri Covid-19 menunjukkan kemungkinan yang potensial. Teknologi AI atau Artificial Intelligence memang sangat canggih. Teknologi ini juga sudah digunakan di berbagai perangkat.

Kali ini teknologi AI akan digunakan untuk memerangi Covid-19. Artificial Intelligence bisa dikatakan sebagai salah satu teknologi yang inovatif. Diharapkan nantinya Artificial Teknologi dapat digunakan untuk mendukung pengembangan obat.

Sehingga pengembangan obat dan juga vaksin Covid-19 lebih efektif. Beban para tenaga kesehatan juga dapat diminimalisir. Hal ini tentu saja sangat membantu banyak pihak. Apalagi kini masalah penyebaran Covid-19 semakin meningkat.

Baca Juga: Manfaat Rumput Laut untuk Covid-19 Ternyata Ampuh Blokir Virus Corona

Penggunaan AI Untuk Mengakhiri Covid-19

Kecerdasan buatan atau yang disebut dengan Artificial Intelligence sebenarnya sudah diaplikasikan pada bidang kesehatan. Seperti yang dilansir dari OECD, teknologi AI sudah berkontribusi sebagai pendeteksi penyakit. Hal ini terbukti dari penggunaan AI untuk mendeteksi Pneumonia.

Pneumonia sendiri sudah terjadi sebelum pandemi Covid-19 mulai menyebar. Sehingga kemungkinan besar teknologi Artificial Intelligence dapat menghentikan penyebaran Covid-19. Penggunaan AI untuk mengakhiri Covid-19 mulanya digunakan sebagai percepatan penelitian.

Dengan begitu, penelitian terhadap Covid-19 dapat lebih efektif. Dimana waktu yang digunakan juga menjadi lebih besar. Teknologi kecerdasan buatan ini nantinya akan digunakan untuk meneliti perihal perawatan pasien. Kemudian menganalisa data pasien dalam atau jumlah yang besar.

Teknologi yang digunakan AI juga digunakan untuk membantu mencegah dan mendiagnosis penyebaran virus. Tidak hanya itu saja, Artifcial Intelligence juga dapat digunakan sebagai pendeteksi virus. Sebelumnya, Artificial Intellignece atau kecerdasan buatan telah dibekali dengan algoritma.

Dimana algoritma tersebut sudah bekerja untuk memprediksi dan mendeteksi Covid-19. Teknologi AI ini akan mempercepat proses diagnosis tenaga medis. Mulai dari sistem peringatan dini yang telah diberdayakan oleh AI. Peringatan dini ini tersedia dalam berbagai bahasa yang dapat dimengerti oleh seluruh negara.

Kemudian penggunaan AI untuk mengakhiri Covid-19 juga dapat mengidentifikasi rantai penularan. Teknologi yang lebih luas memberikan potensi yang lebih besar. Universitas John Hopkins juga telah menggunakan teknologi canggih yang satu ini.

Articial Intelligence juga digunakan untuk memahami proses penyebaran dan membatasi penularan. Tingkat penularan virus Covid-19 memang sangat besar. Pembatasan virus Covid-19 juga menjadi prioritas yang utama di beberapa negara.

Sehingga pencegahan penyebaran virus Covid-19 dapat dilakukan dengan benar. Guna merealisasikan pencegahan Covid-19, beberapa negara melakukan pengawasan populasi. Sebagai contoh adalah Korea yang menggunakan algoritma data geolokasi.

Penggunaan AI untuk Mengakhiri Covid-19 dan Menjadi Solusi

Krisis masalah penyebaran Covid-19 bukan lagi masalah satu negara, melainkan masalah dari semua negara yang terdampak virus Covid-19. Beberapa negara pun memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence guna mendukung pembatasan Covid-19.

China sendiri menggunakan penetapan tingkat resiko penularan menggunakan perangkat lunak pada smartphone. Beberapa kode pun digunakan sebagai tanda untuk menganalisa tingkat penularan. Mulai dari merah, kuning, hingga hijau.

Penggunaan AI untuk mengakhiri Covid-19 tidak hanya digunakan di China, tetapi beberapa negara telah menggunakan teknologi ini.

Seperti Israel, Singapura, Islandia, Korea, Cina, dan juga Austria. Beberapa negara tersebut telah menggunakan sistem pelacakan kontak. Artinya, teknologi AI dipasangkan pada ponsel yang telah terdaftar.

Fungsinya adalah mengidentifikasi kemungkinan rute infeksi. Sehingga teknologi tersebut benar-benar dimanfaatkan dengan baik. Drone semi otonom juga sudah dikerahkan untuk menghadapi kebutuhan rumah sakit.

Mulai dari pemberian obat-obatan, membantu dokter dan perawat, hingga melakukan pengiriman peralatan. Hal ini tentunya sangat membantu para tenaga medis yang ada di rumah sakit. Mengingat jumlah pasien yang terjangkit Covid-19 cukup besar.

Dengan begitu, pencegahan penyebaran Covid-19 bisa dilakukan. Tidak hanya itu saja, teknologi AI juga dapat digunakan untuk merespon krisis kesehatan. Dimana krisis kesehatan juga menimbulkan banyak kekhawatiran.

Salah satunya adalah memerangi kesalahan informasi mengenai Covid-19. Terkadang ada beberapa informasi yang sudah tersebar luas. Namun informasi tersebut kurang benar atau bahkan kurang terpercaya. AI yang dipersonalisasi dapat diandalkan untuk menghapus materi yang bermasalah pada sebuah platform.

Penggunaan AI untuk mengakhiri Covid-19 memang terbilang canggih dan efektif. Beberapa organisasi kesehatan di berbagai dunia juga telah menggunakan teknologi AI. (R10/HR Online)

Loading...