Penyebab Diabetes Melitus dan Askep Asuhan Keperawatannya

Penyebab Diabetes Melitus dan Askep Asuhan Keperawatannya
Penyebab Diabetes Melitus. Foto: Ist/Net

Penyebab diabetes melitus sebaiknya dipahami sejak dini sebagai langkah pencegahan. Penyebab diabetes bisa karena gaya hidup maupun faktor genetika orang tuanya. Karena itu penting memberikan asuhan keperawatan atau askep diabetes melitus secara tepat.

Diabetes melitus yang populer pula dengan sebutan penyakit kencing manis merupakan jenis penyakit akibat terganggunya metabolisme tubuh. Penyakit ini dicirikan dengan tingginya kadar gula darah.

Diabetes melitus merupakan salah satu jenis penyakit berbahaya yang sebaiknya diwaspadai. Tak sedikit kasus kematian akibat penyakit ini. Selain karena perilaku dan gaya hidup tidak sehat, penyebab diabetes melitus juga bisa karena faktor keturunan.

Diabetes melitus adalah suatu jenis penyakit akibat adanya kerusakan yang terjadi pada metabolisme tubuh. Gangguan ini terjadi pada organ pankreas yang tak dapat lagi menghasilkan insulin secara memadai.

Apa itu insulin? Insulin merupakan hormon yang berguna untuk menyeimbangkan gula darah dalam tubuh. Dengan adanya gangguan  kerusakan pada pankreas menyebabkan hormon insulin tak dapat diserap sepenuhnya dan memicu penumpukan gula darah.

Penumpukan kadar gula ini mengakibatkan timbulnya berbagai gangguan dan kerusakan pada sebagian organ tubuh. Ini yang bisa memicu timbulnya komplikasi yang serius. Namun sering orang tak menghiraukan kondisi tersebut.

Kadar gula darah tubuh harus seimbang dan diserap dengan baik. Pengontrolan kadar gula darah melalui askep diabetes melitus menjadi urgen dan perlu dilakukan secara rutin. Sebab jika tidak dikontrol dapat mengancam jiwa.

Glukosa atau gula darah sangat dibutuhkan karena berfungsi sebagai sumber tenaga. Namun jika kadar gula darah tak dapat dikontrol dengan baik oleh hormon insulin dapat menyebabkan timbulnya komplikasi, termasuk sakit ginjal.

Faktor Penyebab Diabetes Melitus

Salah satu faktor penyebab diabetes melitus yang paling banyak terjadinya adalah gaya hidup tak sehat. Dinamika kerja yang begitu padat dan tinggi serta pola konsumsi tak sehat merupakan hal yang memicu kebanyakan penyakit ini.

Konsumsi makanan yang tidak sehat dan pola makan yang tidak benar merupakan hal yang sering memicu diabetes. Seperti sering mengonsumsi junk food dan makanan kaya gula.

Lantas jenis makanan apa saja yang dapat menjadi pencetus penyakit ini? Berikut ini sejumlah jenis makanan yang bisa memicu dan menjadi penyebab penyakit diabetes yang sebaiknya Anda hindari.

Makanan Berkarbohidrat Tinggi dan Rendah Serat

Mengonsumsi makanan berkarbohidrat tinggi dan rendah serat akan membuat kadar gula darah naik dan menjadi penyebab diabetes melitus. Seperti kentang goreng, roti, pasta, tepung terigu dan nasi putih.

Agar terhindar dari penyakit diabetes melitus, Anda wajib mengurangi atau menjauhkan makanan semacam ini. Sebaliknya, Anda bisa menggantinya dengan makanan biji-bijian, ubi rebus, kacang-kacangan dan lainnya.

Makanan yang Mengandung Lemak Jenuh Tinggi

Makanan berlemak jenuh tinggi jika dikonsumsi bisa meningkatkan kadar gula darah dan kolesterol tubuh yang bisa menjadi penyebab diabetes melitus. Seperti susu tinggi lemak, makanan cepat saji, mentega, daging olahan dan daging merah.

Begitu juga keju, krimer, aneka kue, kripik kentang, dan selai kacang, Untuk mencegah penyakit diabetes melitus, sebaiknya diganti dengan mengonsumsi kacang-kacangan, alpukat, tahu, atau ikan.

Minuman Ringan dan Bersoda

Minuman ringan manis maupun yang bersoda sangat mudah kita jumpai di warung-warung dan disukai banyak orang. Padahal jenis minuman ini mengandung karbohidrat tinggi dan dapat memicu terjadinya diabetes.

Seperti minuman ringan rasa manis gula, teh manis, minuman cokelat, bubble tea, gula, kopi yang ditambahkan sirup, karamel, dan minuman bersoda atau minuman berenergi.

Macam dan Jenis Diabetes Melitus

Menurut laporan hasil survei tahun 2013 yang dikeluarkan oleh International Diabetes Foundation bahwa jumlah penderita diabetes di seluruh dunia mencapai 382 juta jiwa. Pada tahun berikutnya, jumlah penderita diabetes melitus terus bertambah saja.

Diabetes dapat menimbulkan penyakit komplikasi berbahaya lainnya. Sebelum membahas tentang asuhan keperawatan atau askep diabetes melitus, ada dua macam penyakit ini yang sebaiknya diketahui.

Diabetes Melitus Tipe 1

Diabetes kategori ini dinamakan insulin dependant. Dalam arti, pankreas sangat kurang dalam menghasilkan hormon insulin yang akan memicu dan penyebab diabetes melitus.

Namun jarang sekali orang yang mengidap diabetes jenis ini. Dari total jumlah penderita diabetes, sekitar 10 persennya saja adalah mereka yang terkena diabetes kategori ini.

Diabetes Melitus Tipe 2

Kategori diabetes tipe dua dinamakan juga non insulin dependant. Maknanya, pankreas mampu menghasilkan hormon insulin dalam jumlah yang memadai. Tapi tidak dapat diserap dan dipakai secara baik dan efisien.

Berdasarkan data hasil penelitian Kementerian Kesehatan RI, sebanyak 90 persen orang yang mengidap diabetes di Indonesia adalah orang yang termasuk dalam kategori dua ini.

Pentingnya Tes Diagnosis Diabetes

Jumlah penderita penyakit diabetes sangat besar di dunia. Itu belum ditambah dengan penderita diabetes yang belum terdiagnosis, angkanya bisa menjadi lebih banyak lagi. Lalu bagaimana mengetahui seseorang menderita diabetes atau tidak?

Salah satunya dengan melakukan tes diagnosis. Cara tes ini sangat mudah yakni dengan melakukan pengukuran terhadap kadar gula darah dalam tubuh. Jika angkanya sangat tinggi atau melebihi batas normal maka ia terkena diabetes melitus.

Misalnya orang setelah dites kadar gula dalam darahnya mencapai lebih dari 200 mg/dl. Ini berarti ia menderita diabetes melitus. Sebaliknya, jika kadar gula darahnya dibawah 200 mg/dL atau 100 mg/dL maka masih normal.

Penanganan Askep Diabetes Melitus

Penyakit diabetes melitus dinilai sebagai penyakit berbahaya karena belum dapat disembuhkan. Saat seseorang divonis menderita penyakit ini, mereka masih bisa beraktivitas normal. Namun dengan syarat agar senantiasa menjaga kadar gula dalam darah agar stabil.

Selain itu, pencegahan komplikasi diabetes dan melakukan perubahan gaya hidup sehat tetap diperlukan. Dengan kata lain, penyebab diabetes melitus akibat kadar glukosa yang sangat tinggi dalam tubuh.

Untuk mengobati penyakit ini adalah dengan cara mengatur kadar gula dalam tubuh agar selalu normal. Penyakit diabetes bisa terjadi akibat kekurangan produksi hormon insulin. Untuk mengatasi diabetes semacam ini bisa dengan memberikan obat insulin.

Untuk mereka yang sudah divonis menderita diabetes melitus maka sebaiknya melakukan penanganan secepatnya dan dengan askep diabetes melitus. Salah satu caranya dengan melaksanakan diet sehat atau diet diabetes.

Apa yang dimaksud dengan diet diabetes? Ini adalah suatu pola makan yang diatur sedemikian rupa supaya dapat terhindar dari kelebihan kadar gula darah dalam tubuh.

Diet diabetes hanya fokus untuk mengonsumsi makanan sehat dan melakukan olahraga yang teratur. Adapun makanan diet bagi penderita diabetes seperti makan makanan rendah lemak dan kalori.

Selain itu, orang yang menderita diabetes hanya boleh makan biji-bijian, makanan berprotein, dan sayur-sayuran serta buah-buahan. Berikut ini asuhan keperawatan atau askep diabetes melitus yang bisa dilakukan.

Obat-obatan untuk Penderita Diabetes

Obat-obatan untuk penyakit diabetes bisa berupa suntikan ataupun tablet. Obat ini berfungsi untuk menurunkan kadar gula. Contoh obat-obatan untuk diabetes adalah Repaglinide, Nateglinide, Acarbose, Agonis, Gliptin, Pioglitazone dan Sulfonilurea.

Terapi Insulin

Terapi insulin adalah suatu terapi yang dipergunakan untuk menjaga kadar gula dalam darah agar tetap normal. Ada dua macam teknik terapi ini untuk pengobatan diabetes yakni insulin efek lama dan insulin efek singkat.

Pengobatan Alternatif

Selama menggunakan teknik terapi insulin dan obat-obatan perlu didukung dengan pengobatan alternatif yang alami dan tradisional. Ini supaya penyakit diabetes cepat sembuh.

Misalkan dengan menerapkan pola makan yang teratur dan sehat, rajin berolahraga secara rutin, dan menjalani tes gula darah atau glukosa dalam tubuh per hari dan selalu berkonsultasi dengan dokter.

Melakukan Operasi

Jika pemberian obat, terapi insulin, dan pengobatan alternatif tidak mampu menangani diabetes melitus, maka bisa ditempuh cara operasi. Adapun operasi untuk penyakit diabetes meliputi operasi bariatrik, pankreas buatan, dan transplantasi pankreas.

Itulah informasi tentang berbagai penyebab diabetes melitus yang sebaiknya diketahui. Untuk menjaga kadar gula darah tubuh tetap normal, perawatan dan penanganan melalui askep diabetes melitus juga perlu dilakukan. (R11/HR-Online)

Loading...