Penyebab Penyakit Hernia Beserta Jenis dan Gejalanya

Penyebab Penyakit Hernia Beserta Jenis dan Gejalanya
Ilustrasi penyebab penyakit hernia. Foto: Ist/Net

Salah satu penyebab penyakit hernia yang sering banyak orang pahami adalah karena terlalu banyak atau sering mengangkat benda atau barang yang berat. Jenis penyakit hernia juga ternyata ada berbagai macam. Termasuk gejala penyakit hernia terdapat beberapa macam pula.

Anda pastinya pernah mendengar istilah atau peristiwa turun berok. Turun berok adalah tertekannya organ dalam tubuh hingga mencuat ke bagian dada, perut, dan pinggang. Organ dalam tubuh yang tertekan bisa berupa usus.

Dengan adanya tekanan itu akan membuat organ tubuh bagian dalam mencuat dan menekan jaringan otot. Jaringan ikat otot yang lemah dan tertekan itulah yang memicu terjadinya penyakit hernia.

Penyebab penyakit hernia atau turun berok karena adanya dua aspek gabungan yaitu kelemahan pada sistem jaringan otot dan adanya celah yang timbul dari tekanan. Maksud dari tekanan tersebut adalah tekanan pada organ tubuh dalam manusia, seperti usus.

Berbagai Faktor Penyebab Penyakit Hernia

Jika mendengar nama penyakit hernia mungkin ada yang merasakan kekhawatiran yang dalam. Penyakit hernia adalah suatu situasi dimana organ pada dalam tubuh manusia mencuat atau menekan keluar lewat jaringan ikat atau otot tubuh yang lemah.

Baca juga: Sakit Nyeri Punggung Bawah, Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kebanyakan orang sering menyebutnya sebagai turun berok. Jaringan ikat atau otot yang lemah menjadi pemicunya. Padahal sebagai bagian organ penting dalam mekanisme tubuh manusia jaringan otot atau ikat mesti kuat dalam menahan organ tubuh.

Dengan tak mampunya mempertahankan posisi organ dalam tubuh membuat posisi organ tubuh  bergeser. Inilah yang membahayakan nyawa manusia karena organ dalam dapat tertekan seperti usus. Kondisi ini juga bisa menyebabkan terjadinya kerusakan organ dalam.

Peran dan manfaat jaringan ikat atau otot sangat penting, Organ ini harus kuat menahan organ dalam tubuh manusia supaya tetap dalam posisi masing-masing tanpa mengalami pergeseran.

Lalu apa yang memicu terjadinya penyakit turun berok atau jaringan otot yang lemah yang menyebabkan timbulnya penyakit hernia? Berikut ini beberapa penyebab penyakit hernia yang membuat terjadinya tekanan-tekanan pada organ dalam tubuh.

  1. Melaksanakan kegiatan yang terlalu berlebihan.
  2. Terjadinya tekanan pada waktu buang air kecil.
  3. Menderita sembelit atau diare.
  4. Terlalu banyak mengangkat benda-benda yang sangat berat.
  5. Bersin atau batuk yang berkepanjangan.

Selain itu, jaringan ikat atau otot yang lemah juga menjadi suatu pertanda penyakit hernia. Lalu mengapa jaringan otot pada manusia bisa menjadi lemah? Hal ini bisa juga akibat faktor bawaan dari lahir atau timbul sendirinya.

Berikut beberapa faktor penyebab penyakit hernia akibat jaringan otot pada manusia menjadi lemah yang sebaiknya diwaspadai.

  1. Berat badan yang terlalu berlebihan atau obesitas.
  2. Tubuh mengalami cedera atau luka.
  3. Kebiasaan buruk seperti merokok.
  4. Sedang menjalani kehamilan.
  5. Minimnya asupan nutrisi untuk tubuh
  6. Cacat bawaan sejak lahir.
  7. Operasi dalam perut.

Macam-macam Jenis Penyakit Hernia

Seperti pemaparan sebelumnya bahwa penyebab penyakit hernia adalah dua aspek gabungan yakni adanya tekanan ke organ dalam tubuh pada manusia dan adanya jaringan otot yang lemah.

Berdasarkan dari sejumlah faktor yang menyebabkannya, penyakit turun berok atau hernia bukan hanya satu jenis tapi beberapa jenis. Berikut ini macam-macam jenis penyakit hernia yang sebaiknya Anda tahu.

Hernia Inguinalis

Hernia jenis ini ditandai jaringan lemak ataupun usus yang berada di perut menekan keluar sampai ke selangkangan. Inilah jenis turun berok yang paling banyak terjadi. Hernia ini lebih rentan terjadi pada pria ketimbang perempuan.

Hernia Femoralis

Jaringan lemak atau sebagian usus yang menekan keluar sampai ke bagian paha dalam atas. Berbeda dengan hernia inguinalis, turun berok jenis ini lebih rentan terjadi pada wanita khususnya yang mengalami obesitas atau sedang hamil.

Hernia Umbilikus

Secara mudahnya, hernia umbilikus adalah suatu peristiwa situasi jaringan lemak atau usus yang tertekan dan mencuat pada pusar atau dinding perut.

Baca juga: Anatomi Organ Tubuh Manusia, Pengertian, Struktur dan Fungsinya

Berbeda dengan hernia lain, turun berok ini sering terjadi pada anak berumur kurang dari enam tahun dan bayi. Penyebab penyakit hernia ini biasanya karena saat lahir lubang tali pusarnya tak tertutup dengan baik.

Hernia Hiatus

Penyakit hernia jenis ini memiliki tanda mencuatnya organ lambung ke organ dada lewat diafragma. Diafragma adalah pemisah antara rongga perut dan dada.

Hernia hiatus biasanya menyerang kalangan lanjut usia yang berumur di atas 50 tahun. Namun demikian, penyakit ini bisa juga terjadi pada kalangan anak-anak akibat faktor bawaan sejak lahir.

Hernia Insisional

Jenis penyakit hernia insisional terjadi karena organ dalam usus tertekan atau jaringan lemak yang terdesak dan mencuat keluar. Hal ini dapat mencuat dari bagian panggul atau perut dari bekas operasi.

Baca juga: Mengobati Diare Anak Secara Alami dengan Daun Sendok Hingga Sirsak

Itulah beberapa jenis penyakit hernia yang sebaiknya Anda kenali serta waspadai. Dari berbagai jenis penyakit ini bahwa faktor utama yang menjadi penyebab penyakit hernia adalah karena melemahnya jaringan otot tubuh maupun karena adanya tekanan.

Tanda-tanda dan Gejala Penyakit Hernia

Terjadinya tekanan pada organ dalam dan melemahnya jaringan ikat atau otot tak terlepas dari sejumlah faktor. Baik karena usia, akibat faktor bawaan dari lahir, batuk kronis yang berlangsung lama, dan komplikasi akibat bekas operasi.

Namun sebelum melakukan klaim seseorang terkena hernia sebaiknya kenali dahulu sejumlah tanda yang ada. Berikut ini beberapa gejala penyakit hernia yang sebaiknya Anda ketahui.

  1. Timbulnya benjolan yang kadang bisa menghilang saat berbaring. Namun kadang muncul kembali pada waktu seseorang batuk atau tertawa.
  2. Pada wilayah benjolan mengalami rasa nyeri khususnya pada waktu mengangkat barang yang sangat berat. Seiring berjalan waktu, ukuran benjolan semakin bertambah besar.
  3. Perut mengalami kondisi yang tak nyaman.
  4. Pada bagian dada mengalami rasa nyeri hebat disertai dengan kesulitan untuk menelan makanan.

Apabila Anda mengalami gejala-gejala tersebut sebaiknya waspada. Apalagi terdapat tambahan benjolan semakin mengeras dengan kondisi sukar buang air besar, sering mual dan muntah, maka sebaiknya segera memeriksakan ke dokter.

Cara Mencegah Penyakit Hernia

Mengenal penyebab penyakit hernia penting agar Anda tidak meremehkan penyakit tersebut. Penyakit ini sangat berbahaya dan bisa mengakibatkan kematian.

Baca juga: 5 Jenis Penyakit Peredaran Darah dari yang Ringan Hingga Mematikan

Terjadinya tekanan pada organ dalam bisa membuat kerusakan organ dalam tubuh lainnya.  Selain itu, penyakit ini bisa diderita oleh semua kalangan, dari anak-anak sampai orang dewasa.

Untuk mencegah penyakit hernia, ada beberapa cara yang dapat dilakukan. Yuk simak ulasannya berikut ini.

  1. Memperbanyak makan makanan berserat seperti sayur-sayuran dan buah-buahan. Karena makanan berserat mampu meningkatkan kekuatan jaringan otot sekaligus mencegah terjadinya penyakit sembelit ataupun melancarkan sistem pencernaan.
  2. Menghentikan kebiasaan merokok. Karena kebiasaan ini bisa mengakibatkan kerusakan pada sistem pernafasan dan batuk-batuk. Sedangkan batuk-batuk merupakan penyebab timbulnya tekanan yang menyebabkan munculnya penyakit hernia.
  3. Menjaga bobot badan tetap seimbang. Hindari kelebihan berat badan atau obesitas karena itu rentan terkena penyakit hernia. Untuk menjaga berat badan lakukan olahraga secara rutin dan pola makan yang sehat dan teratur.
  4. Menghindari mengangkat benda-benda yang berat. Kalau terpaksa maka angkatlah benda tersebut menggunakan tumpuan tekuk lutut dan bukan dengan otot pinggang.

Demikianlah informasi tentang berbagai faktor penyebab penyakit hernia beserta jenis, gejala, dan cara mengatasinya. Apabila Anda mengalami tanda-tanda tersebut, sebaiknya segera memeriksakan atau berkonsultasi dengan dokter. (R11/HR-Online)

Loading...