Selasa, November 30, 2021
BerandaBerita BanjarPenyemprotan Massal di Pulomajeti Kota Banjar, Basmi Hama Wereng

Penyemprotan Massal di Pulomajeti Kota Banjar, Basmi Hama Wereng

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Penyemprotan massal untuk membasmi hama wereng dilakukan oleh dinas pertanian Kota Banjar bersama para petani. Sebelumnya, petugas dari Dinas Pertanian melaksanakan peninjauan ke lapangan, Kamis (6/8/2020) lalu.

Setelah dilakukan peninjauan, ternyata pesawahan di area Purwaharja lingkungan Pulomajeti, terdapat serangan hama wereng.

“Setelah berdiskusi bersama kelompok tani, maka sepakat untuk melakukan penyemprotan hama secara massal,” ujar Koordinator BPP Kecamatan Purwaharja, Budi Sofyan, Selasa (11/8/2020).

Kegiatan penyemprotan secara massal dilakukan supaya dinas lebih mudah untuk melakukan pembinaan kepada para petani. “Kalau tidak dilakukan secara massal, perhitungannya juga akan susah,” katanya.

Budi juga menambahkan, setiap 2 minggu sekali biasanya diadakan pertemuan rutin, supaya bisa diketahui permasalahn yang ada di masyarakat.

“Kami juga berusaha memberikan solusi kepada mereka dan menanggulanginya bersama-sama,” jelasnya.

Dikatakan Budi, jika ada keluhan misalnya terkait palawija, maka pihaknya akan melakukan pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan.

“Kepada petani untuk mempermudahkan pembinaan diharapkan supaya bisa berkelompok, jadi permasalahan yang timbul itu bisa teratasi dengan mudah. Kalau masing-masing kita juga akan sulit untuk mengatasinya,” katanya.

Menurut Budi jika ada permasalahan, pihaknya juga akan berusaha untuk turun ke lapangan. “Ketika  kita jauh dengan masyarakat pasti akan susah untuk melakukan penyuluhan. Tetapi jika kita terus mendekat kepada mereka, walaupun mereka menjauh tapi, lama kelamaan mereka akan mendekat, karena melihat apa yang telah kita lakukan,” tutupnya.

Petani Tidak Dipungut Biaya untuk Penyemprotan Massal Hama Wereng

Sementara itu, salah satu petani di Kecamatan Purwaharja, lingkuan Pulomajeti, Emed Setiawan mengatakan, sebelumnya para petani tidak tahu ada hama wereng. Namun saat akan memupuk padi, petani dilarang untuk memupuk padi. Lantaran jika dipupuk, hama justru akan menjadi-jadi.

“Akhirnya pihak pemerintah memberikan solusi yaitu dengan diadakannya penyemprotan hama wereng secara massal. Untuk biaya murni ditanggung pemerintah dan kelompok tani tidak dipungut biaya sedikitpun,” ungkapnya.

Selain itu, para petani juga diajarkan untuk memeriksa padi, menyemprot, dan cara memberi pupuk. “Bahkan bapak koordinator BPP Kecamatan Purwaharja ini langsung mencontohkannya kepada para petani  dan kami para petani mendapatkan banyak tambahan ilmu,” katanya.

Emed berharap pemerintah selalu turun ke lapangan langsung untuk mencari solusi termasuk mencontohkan apabila ada serangan hama.

“Warga sangat antusias banyak petani yang datang bukan hanya dari lingkungan Pulomajeti saja. Bahkan dari luar daerah pun datang untuk melihatnya dan ingin mengikuti program ini,” katanya.

Emed menambahkan, permasalahan yang sering dihadapi oleh para petani biasanya adalah masalah pupuk, kurangnya air, dan serangan hama.

“Kemarin juga dilakukan sosialisasi tentang kartu tani, jadi diharapkan seluruh anggota kelompok tani mempunyai kartu tani. Karena kartu tani ini sangat membantu dan sangat meringankan biaya terhadap petani” pungkasnya. (Aji/R7/Koran-HR)

- Advertisment -