Petani di Pangandaran Manfaatkan Tanaman Padi untuk Pakan Ternak

Petani di Pangandaran Manfaatkan Tanaman Padi untuk Pakan Ternak
Petani saat memanfaatkan tanaman padi untuk pakan ternak. Foto: Enceng/HR

Berita Pangandaran (harapanrakyat.com).- Sempat diserang hama wereng, petani padi di Kecamatan Langkaplancar, Pangandaran, memanfaatkan tanamannya untuk pakan ternak.

Salah seorang petani, Hasib, mengatakan, musim tanam padi tahun ini banyak yang mengalami serangan hama, terutama wereng batang coklat (WBC).

Karena itu, pertumbuhan dan perkembangan tanamannya tidak maksimal. Sehingga, tidak sedikit petani yang memanfaatkan tanamannya itu untuk makanan ternak.

“Daripada dibiarkan tak berguna, lebih baik untuk pakan,” kata Hasib, Selasa (11/8/2020).

Sebenarnya, kata Hasib, serangan WBC itu terjadi sejak tanam yang membuat sebagian petani sempat menanam ulang padinya. Meski begitu, namun tetap saja diserang hama lagi.

Walaupun masih ada petani yang bertahan dan bisa memanen hasilnya, akan tetapi hasilnya tidak maksimal. Hal itu disebabkan tidak hanya WBC saja, burung pipit serta serangan lainnya juga berpengaruh terhadap hasil panen.

Dengan kondisi ini, pihaknya berharap PPL lebih giat lagi turun ke lapangan dan memberikan wawasan mengenai tata cara pembasmian hama, agar hal seperti ini tidak terjadi lagi.

“Sebenarnya masih banyak para petani yang tidak memahami cara membasmi hama. Untuk itu para penyuluh yang ditugaskan oleh dinas harus sering memberikan penyuluhan,” pungkasnya.

Penyulah kepada Petani Padi

Sementara itu, penyuluh pertanian swadaya Desa Pangkalan, Taryana, mengatakan, sebenarnya pihak penyuluh sering melakukan edukasi dan penyuluhan mengenai penanggulangan hama.

Namun pemahaman tentang pentingnya efektifitas kelompok tani itu sendiri masih menjadi kendala tersampaikannya berbagai informasi tentang penanggulangan hama dan lainnya.

Taryana menambahkan, untuk komunikasi dan aduan mengenai organisme pengganggu tanaman (OPT) dapat langsung menghubungi Posluhdes yang ada di wilayahnya masing-masing atau Ketua Kelompo Tani.

Sejauh ini, lanjutnya, setiap ada hal- hal yang berkaitan dengan OPT baik posluh maupun petugas POPT sering berkomunikasi langsung dengan petani yang mempunyai keluhan mengenai hama, terutama para petani yang tergabung dalam kelompok tani.

“Kuncinya segala permasalahan bidang pertanian sangat membutuhkan kesadaran dari berbagai pihak, baik petani maupun penyuluh. Hal ini agar apa yang menjadi kebutuhan petani bisa terserap oleh pihak penyuluh, terutama mengenai mengenai penanggulangan hama,” pungkasnya. (Enceng/Koran HR)

Loading...