Sabtu, Agustus 20, 2022
BerandaBerita CiamisRazia Masker di Pasar Buniseuri Ciamis, Pelanggar Dihukum Push Up

Razia Masker di Pasar Buniseuri Ciamis, Pelanggar Dihukum Push Up

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Muspika Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat menggelar razia masker di Pasar Buniseuri, Senin (24/8/2020).

Razia tersebut untuk menegakkan disiplin warga agar mematuhi protokol kesehatan. Tujuannya untuk mencegah penyebaran virus Corona. Pada kegiatan tersebut terlihat kehadiran Danramil dan Kapolsek Cipaku.

Yayan MS, Camat Cipaku mengatakan, kegiatan razia lebih ditekankan pada para pengunjung dan pedagang Pasar. Kegiatan yang dilaksanakan oleh jajaran muspika Kecamatan Cipaku merupakan upaya untuk mencegah adanya penyebaran virus Corona.

“Tujuannya agar pasar tidak menjadi klaster baru penyebaran Corona,” katanya.

Yayan menegaskan, pencegahan virus Corona menjadi tugas dari semua pihak, termasuk warga dan muspika Kecamatan Cipaku.

“Mencegah Corona sudah mejadi tugas yang harus kami lakukan,” tegasnya.

Yayan menambahkan, selain razia terhadap warga yang tidak memakai masker, Muspika juga melakukan sosialisasi wajib masker.

“Kami juga memberikan imbauan agar warga mematuhi social distancing atau jaga jarak. Selain itu juga membiasakan PHBS (Pola Hidup Bersih Sehat),” terangnya.

Saat razia masker di Pasar Buniseuri, sejumlah warga terjaring razia karena tidak menggunakan masker. Mereka kemudian menerima sanksi sosial.

“Warga yang melanggar kami beri teguran, kami juga beri sanksi berupa push up dan menyanyikan lahu-lagu perjuangan,” jelas Yayan.

Sanksi sosial yang diberikan petugas, menurut Yayan, masih bagian dari langkah persuasif petugas untuk meningkatkan kesadaran warga dalam memakai masker saat berada di luar rumah.

“Langkah untuk ke depannya Muspika Kecamatan Cipaku akan bekerja sama dengan Satpol PP. Nantinya sanksi bagi para pelanggar berupa denda, membayar uang 100- 150 ribu rupiah,” tegasnya.

Yayan menambahkan, pemberian sanksi berupa denda bertujuan agar masyarakat sadar sehingga apabila keluar rumah bisa tetap mematuhi dan melaksanakan protokol kesehatan. (Edji/R7/HR-Online)