Reptil Purba Berleher Panjang Hidup di Air Sekitar 242 Juta Tahun Lalu

Reptil Purba Berleher Panjang
Ilustrasi Reptil Purba Berleher Panjang. Foto Istmewa

Reptil purba berleher panjang pertama kali dijelaskan di tahun 1852 lalu. Dimana para ilmuwan mulai berdebat tentang habitat hidup makhluk ini. Hingga jelas diketahui bahwa hewan berleher panjang ini hidup di bawah air.

Para ilmuwan mengungkapkan bahwa tubuh yang dimiliki begitu aneh. Sehingga lebih sulit untuk menjelaskan secara detail mengenai makhluk ini. Temuan spesies reptil kuno ini telah diterbitkan dalam jurnal biologi. Dimana penelitian dilakukan berdasarkan rekonstruksi digital.

Hal ini dikarenakan sisa tengkorak fosil telah hancur. Sehingga perlu menggunakan sesuatu yang lebih canggih. Dengan begitu, dapat digunakan untuk kebutuhan penelitian. Sama halnya dengan rekonstruksi kali ini pada reptil kuno yang berleher panjang.

Baca Juga: Fakta Reptil Laut Purba Mosasaurus, Lebih Besar dan Mengerikan

Penemuan Reptil Purba Berleher Panjang

Tanystropheus merupakan salah satu genus dari hewan purba yang satu ini. Hidup sekitar 242 juta tahun yang lalu membuat hewan ini memang terasa asing.

Dimana sejak penelitian pertama kali, fosil hewan ini telah menjadi teka-teki. Para ahli palaentolog pun terus mencari kebenaran mengenai reptil ini.

Cara yang digunakan untuk penelitian reptil kuno ini adalah pemindaian dan rekonstruksi secara digital. Dengan kecanggihan teknologi tersebut, akhirnya teka-teki dapat terpecahkan. Reptil purba berleher panjang tersebut adalah Tanystropheus yang hidup di laut.

Para peneliti telah menemukan beberapa kerangka dari Tanystropheus kecil dengan ukuran lima meter. Ukuran yang sangat panjang untuk seukuran leher reptil laut. Ciri yang selanjutnya adalah reptil ini memiliki tiga runcing gigi yang mana setiap gigi berbentuk daun.

Namun penemuan tidak hanya sampai disitu saja sebab ada beberapa penemuan lainnya. Diantaranya adalah kerangka Tanystropheus dengan ukuran lebih besar yakni 20 meter.

Ukuran panjang ini sudah termasuk ekor. Jika dibandingkan sebelumnya, penemuan yang lebih panjang mencatat ukuran leher mencapai 10 kaki.

Dapat dikatakan bahwa Tanystropheus yang ditemukan adalah reptil berwujud dewasa. Untuk spesimen yang lebih besar, reptil kuno ini memiliki taris dengan bentuk kerucut dan melengkung. Kemudian dalam penemuan reptil yang berukuran lebih besar juga dilakukan penelitian.

Dimana di dalam perut reptil purba berleher panjang ini terdapat sisa ikan dan binatang lain. Sehingga dapat dikatakan bahwa hewan ini termasuk karnivora air.

Dilansir dari Popsci, para peneliti mengungkapkan bahwa versi kecil Tanystropheus memiliki gigi kecil pula. Kemudian tumbuh dengan bentuk yang lebih besar dan giginya juga membesar.

Hal ini didasarkan pada era kehidupan reptil saat ini. Dimana ada beberapa reptil yang tumbuh lebih besar, termasuk bagian giginya. Ilmuwan bernama Riepel mengatakan bahwa ada pemantauan terhadap kadal.

Mulanya gigi yang dimiliki begitu runcing ketika kadal tersebut masih kecil. Setelah dewasa, kadal tersebut memiliki gigi khusus untuk menghancurkan.

Baca Juga: Penemuan Fosil Thalattosaurus Reptil Purba Berumur 200 Tahun

Analisa Reptil Purba Berleher Panjang

Kesulitan para ilmuwan untuk meneliti spesies ini memang membingungkan. Rekonstruksi tiga dimensi secara digital pun akhirnya dilakukan. Hasilnya pun mengarah bahwa reptil ini memiliki adaptasi yang bagus untuk hidup di air. Salah satunya adalah lubang hidung yang terletak diatas moncong reptil.

Umumnya, reptil memiliki lubang hidung yang terdapat pada ujung moncong. Sebenarnya, tujuan bentuk hidung dan letaknya adalah untuk memudahkan pengambilan udara. Dengan begitu, dipastikan bahwa reptil purba berleher panjang ini hidup di air.

Tanystropheus berukuran besar yang menjadi objek penelitian ditemukan di Monte San Giorgio, Swiss. Perlu diketahui bahwa ternyata tengkorak ini juga ditemukan di kawasan Eropa bahkan Asia. Setelah dilakukan penelitian, akhirnya dapat ditemukan bagaimana ciri-ciri dari Tanystropheus.

Diantaranya adalah bentuk yang lebih rata jika dibandingkan dengan tengkorak Tanystropheus kecil. Hal ini digunakan oleh reptil untuk mengurangi hambatan ketika bergerak di dalam air. Tanystropheus besar memiliki tengkorak yang besar pula dan gigi agak melengkung.

Para ilmuwan menyebutkan bahwa gigi tersebut digunakan sebagai pengunci atau perangkap. Dengan begitu, para ikan tidak akan mudah lepas dan siap dimangsa. Versi besar dan kecil dari Tanystropheus nampaknya adalah spesies terpisah.

Versi kecil Tanystropheus dikatakan memiliki nama asli yaitu Tanystropheus longobardicus. Sedangkan reptil purba berleher panjang berukuran besar disebut Tanystropheus hydroides. Nama ini didasarkan pada makhluk Hydra pada mitologi Yunani. (R10/HR Online)

Loading...