Sampah Sering Menumpuk di Kota Banjar Menuai Kritikan Mahasiswa

Permasalahan sampah di Dusun Cibeureum, Desa Balokang, Kota Banjar. Foto: Muhlisin/HR.
Permasalahan sampah di Dusun Cibeureum, Desa Balokang, Kota Banjar. Foto: Muhlisin/HR.

Berita Banjar (harapanrakyat.com),- Sampah sering menumpuk akibat tidak adanya petugas kebersihan yang mengangkut sampah linkungan. Kondisi tersebut mendapat sorotan Ketua Presedium Forum Mahasiswa Kota Banjar, Awwal Muzaki.

Menurutnya, ide dari elemen masyarakat untuk mewujudkan lingkungan asri di Kota Banjar seharusnya direspon dan didukung oleh pemerintah melalui dinas terkait. Salah satunya dengan disediakannya fasilitas yang memadai.

Ketika fasilitas yang dibutuhkan masyarakat itu tidak dipenuhi, tentunya akan berpengaruh pada kinerja petugas di lapangan. Misalnya, sampah yang diangkut terlalu banyak, sementara fasilitas pengangkutnya terbatas, atau bahkan tidak ada.

Baca Juga : Sampah Rumah Tangga Tak Diangkut Petugas Dikeluhkan Warga Banjar

Tentunya petugas pun akan malas mengangkutnya. Dengan begitu sampah sering menumpuk, hingga akhirnya bisa menjadikan lingkungan tidak sehat karena kotor dan kumuh.

“Kalau fasilitasnya saja tidak ada, ya pantas saja sampahnya sering terbengkalai dan menumpuk,” katanya, kepada HR Online, Minggu (10/08/20).

Selain menyayangkan seringnya keterlambatan pengangkutan sampah, lanjut Awwal, semestinya pemerintah juga mengupayakan kenaikan insentif untuk petugas kebersihan atau pasukan orange.

Karena menurutnya, bagaimana pun mereka itu ujung tombak pemerintah, dan berjasa mengantarkan Kota Banjar mendapatkan penghargaan Adipura berturut-turut.

Bisa dibayangkan, ketika pekerjaannya itu sebanding dengan upah yang diberikan. Secara otomatis kinerjanya juga akan meningkat, dan mereka akan lebih bertambah semangat.

Baca Juga : DLH Kota Banjar Tanggapi Masalah Sampah Menumpuk di Jalan Perintis Kemerdekaan

“Seharusnya Pemkot Banjar dan dinas terkaitnya juga memprioritaskan kesejahteraan para petugas kebersihan. Tapi itu ya tinggal mereka mau memikirkan atau tidak,” ujar Awwal.

Tokoh Pemuda Peduli Lingkungan Kota Banjar, Johan Wijaya, menambahkan, semestinya pemerintah melalui dinas terkait memberikan apresiasi kepada siapapun yang mau berperan aktif ingin membantu pemerintah. Misalnya dalam pengelolaan sampah.

Menurutnya, dengan adanya petugas kebersihan, lingkungan akan menjadi bersih dan asri, masyarakatnya juga akan menjadi sehat. Hal itu juga untuk mewujudkan gerakan PHBS.

“Seharusnya upaya menjaga kebersihan lingkungan itu ya didukung. Kalau soal fasilitasnya kan bisa dikomunikasikan dengan dinas terkait biar dicarikan solusi,” kata Johan. (Muhlisin/R3/HR-Online)