Santri di Kota Banjar Terkonfirmasi Positif Covid-19, Ponpes Belum Ditutup

Santri di Kota Banjar Terkonfirmasi Positif Covid
Santri pondok pesantren yang pernah kontak erat dengan pasien Positif Covid-19 saat di swab test. Sebelumnya, dua orang santri terkonfirmasi positif Covid-19. Foto: Muhlisin

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Dua orang santri salah satu Pondok Pesantren (ponpes) di Kota Banjar, Jawa Barat, yang berasal dari luar pulau Jawa, terkonfirmasi positif Covid-19.

Dua orang santri tersebut masing-masing berasal dari Sumatera dan Ambon. Keduanya berusia belasan tahun, dengan jenis kelamin satu orang laki-laki dan satu orang perempuan.

“Ada dua orang santri salah satu Pondok Pesantren yang terkonfirmasi positif Covid-19,” kata Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, dr. H Agus Budiana, kepada awak media, Sabtu (29/8/2020).

Lebih lanjut Agus mengatakan, dua orang santri tersebut merupakan santri yang baru datang ke pesantren. Santri perempuan datang ke pesantren pada tanggal 13 Agustus. Sementara santri laki-laki datang pada tanggal 16 Agustus.

“Kemudian, dua orang santri tersebut menjalani rapid test dan hasilnya reaktif,” katanya.

Setelah itu, tim Gugus tugas melakukan pemeriksaan swab test kepada dua orang tersebut pada tanggal 18 Agustus. Hasilnya baru keluar Jum’at sore, dan keduanya positif Covid-19.

“Saat ini keduanya menjalani perawatan medis di RSUD Kota Banjar. Satu orang masuk kategori OTG dan satunya lagi orang dengan gejala,” terang H Agus.

Santri di Kota Banjar Terkonfirmasi Positif Covid, Ponpes Masih Berjalan

Agus menegaskan, meski terdapat dua orang santri yang terkonfirmasi positif Corona , namun hingga saat ini tim Gugus tugas tidak melakukan penutupan. Atau dengan kata lain proses kegiatan tetap berjalan.

Tim Gugus Tugas hanya menyarankan kepada pihak ponpes supaya memperketat pengawasan aktivitas santri. Selain itu, membatasi interaksi dengan lingkungan luar ponpes sebagai antisipasi penyebaran virus Corona.

“Sampai sekarang kalau penutupan Ponpes itu tidak kami lakukan. Hanya saja,kami mengimbau pesantren agar melakukan pembatasan aktivitas dan pengetatan pengawasan,” katanya.

Selain pembatasan aktivitas, kata H Agus menambahkan, saat ini tim Gugus tugas juga melakukan tracking kepada sejumlah santri. Tracking itu terhadap yang kemungkinan pernah melakukan kontak erat dengan santri terkonfirmasi positif Covid-19.

“Sementara ini baru sekitar 69 orang santri yang kami tracking, dan akan kami lakukan pemeriksaan swab test. Selebihnya akan kami lanjutkan besok,” ujarnya. (Muhlisin/R5/HR-Online)

Loading...