Sawahnya Kering, Petani di Pulomajeti Banjar Kelimpungan

Petani di Pulomajeti
Kondisi sawah petani di Pulomajeti Banjar yang kering. Foto: Aji/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Petani di Pulomajeti, Kelurahan Purwaharja, Kecamatan Purwaharja mengeluhkan sawahnya dilanda kekeringan. Kejadian tersebut sering terjadi setiap tahunnya saat musim kemarau tiba.

Mereka pun harus menyewa mesin penyedot air agar sawah mereka tetap terairi meski harus mengeluarkan biaya lebih.

Komar (65), salah satu petani, mengaku setiap menyewa mesin setiap harinya membutuhkan biaya Rp 100 ribu. Sedangkan bensin membutuhkan sebanyak 6 liter per harinya.

“Ini ya ditanggung sendiri. Kondisi ini sudah terjadi sejak tahun 1992 karena irigasi tidak teraliri air, sehingga saat kemarau kekeringan,” jelasnya kepada HR Online, Jum’at (7/8/2020).

Untuk mendapatkan air, kata Komar, terkadang harus berebut dengan petani lain karena bergantian menyewa mesin.

Menurutnya, sawah bisa mendapatkan air bila sungainya dibendung. Namun hal itu tidak mungkin dilakukan, karena risikonya sawah di sekitar bakal terendam.

Baca juga: Sawah Kekeringan, Petani di Banjar Pilih Tanam Ubi Jalar

Walaupun dengan menyedot air dari sungai potensi panen yang didapatkan hanya 60 persen, Komar terpaksa memilih alternatif tersebut daripada gagal memanen.

“Satu kali panen saya hanya dapat 4 kwintal. Dulu saat perairan masih lancar bisa sampai 1 ton,” ujarnya.

Dengan kondisi ini, Komar hanya bisa pasrah dan berharap agar pemerintah dapat mencarikan solusi terbaik supaya petani di Pulomajeti tidak kelimpungan saat kemarau. (Aji/R6/HR-Online)

Loading...