Sekolah Alam Binangkit Disambut Antusias Warga Tasikmalaya

Sekolah Alam Binangkit
Siswa Sekolah Alam Binangkit di Tasikmalaya belajar angklung. Foto: Apip/HR

Berita Tasikmalaya, (harapanrakyat.com),– Masyarakat Desa Jayapura, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, kini memiliki sekolah alam yang dinamai Sekolah Alam Binangkit.

Keberadaan sekolah yang didirikan pihak Karang Taruna Desa Jayapura itu pun disambut antusias oleh warga. Hal tersebut dibuktikan dengan sikap masyarakat yang terus membantu dalam pembukaan lahan yang akan digunakan untuk sekolah alam tersebut. Istimewanya, siswa yang ingin belajar di sekolah alam ini tanpa dipungut biaya alias gratis.

Ketua Karang Taruna Desa Jayapura, Guntur Hermawan mengatakan, Sekolah Alam Binangkit mulai dirintis pada Februari lalu. Awalnya dari kekompakan karang taruna desa dalam mengolah sampah seiring waktu mulai membuka lahan untuk sekolah alam.

“Namun dampak pandemi Covid-19, sekolah yang digagas karang taruna desa ini vakum. Baru pada awal bulan Juli, kegiatan sekolah alam mulai berjalan fokus ke menggarap lagi. Kegiatan sekolah alam ini bukan hanya datang dari Desa Jayapura saja, namun dari desa tetangga juga mulai berdatang ikut mengikuti sekolah alam” katanya, Selasa (11/8/2020).

Sekolah Alam Binangkit, Siswa Belajar Tentang Kehidupan

Materi pelajaran yang diberikan di Sekolah Alam Binangkit diantaranya seni tari, penyemaian, angklung, dan hydroponik. Peserta didik yang ikut sekolah ini beragam, mulai dari siswa TK, SD, SMP, sampai SMA.

“Di sekolah alam ini, siswa akan belajar tentang kehidupan. Misalnya hubungan antara manusia dengan alam, hubungan dengan penciptanya, juga pentingnya menjaga alam serta nilai-nilai budaya dan kesenian Sunda,” tuturnya.

Metode pembelajaran menekankan pada riset tentang alam. Selain itu, yang utama adalah materi yang disukai oleh anak.

Staf pengajar di sekolah alam ini merupakan anggota karang taruna dan sukarelawan. Selain itu siswa memilih pembelajaran sesuai potensi yang dimilikinya dan disukainya.

“Harapannya bisa membentuk karakter anak menjadi lebih tangguh. Terutama tahu tentang makna kehidupan dan hubungannya dengan alam dan Allah SWT,” kata Guntur.

Guntur menambahkan, dampak dari pandemi Covid-19, anak-anak belajar dari rumah. Menurutnya, hal itu bisa menyebabkan psikologis anak terganggu.

“Maka dari itu melalui pendidikan sekolah alam, anak-anak yang belajar di Sekolah Alam Binangkit ini diharapkan memahami kehidupan dan budayanya sendiri,” pungkasnya. (Apip/R7/HR-Online)

Loading...