Seorang Anak di Pangandaran Alami Gegar Otak Selama 12 Tahun

Gegar Otak
Wakil Bupati Pangandaran saat menyambangi seorang anak yang menderita gegar otak. Foto: Entang/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Seorang anak di Dusun Burujul, Desa Padaherang menderita gegar otak hampir 12 tahun lamanya. Meski sudah berobat ke mana-mana namun belum juga sembuh.

Bocah yang bernama Faisa ini hanya bisa terbaring lemas di rumahnya selama belasan tahun.

Tedi, ayah Faisa, menuturkan, awal mula anaknya menderita sakit itu sejak masih kecil mengalami kejang dan lemas. Melihat kondisi tersebut, ia pun langsung membawanya ke Puskesmas terdekat.

“Saya bawa juga ke Rumah Sakit. Karena tak kunjung ada perubahan, saya coba berobat ke mana-mana, namun hasilnya belum ada,” kata Tedi kepada HR Online, Rabu (12/8/2020).

Tedi menambahkan, berdasarkan keterangan dari dokter saat dilakukan pemeriksaan, anaknya didiagnosa menderita gegar otak.

Ia pun hanya bisa berharap pemerintah dapat memberikan bantuan supaya anaknya dapat beraktivitas normal lagi.

Mendengar salah satu warganya mengalami sakit belasan tahun, Wakil Bupati Pangandaran, H Adang Hadari, langsung mendatangi untuk melihat lebih dekat kondisinya.

Ia pun merasa kaget lantaran Faisa sudah belasan tahun menderita dan hanya bisa terbaring di rumahnya.

“Setelah melihat kondisinya, kita upayakan fasilitasi pengobatan. Nanti kita akan komunikasikan ke medis agar mendapatkan bantuan berobat,” kata H Adang. (Entang/R6/HR-Online)

Loading...