Siapkah Menggelar Pemilu Saat Pandemi Covid-19? Ini Hasil Risetnya!

Pemilu Saat Pandemi Covid-19
Pemilu Saat Pandemi Covid-19. Foto: Ist/Net

Banyak negara dan daerah di Indonesia akan melaksanakan pemilu saat pandemi Covid-19. Namun apakah kita sudah siap tanpa ada risiko terjadinya klaster baru pandemi Covid-19? Para ilmuwan ternyata sudah melakukan risetnya.

Hingga saat ini jumlah kasus infeksi virus Corona belum juga memperlihatkan penurunan yang berarti. Meskipun pemulihan aktivitas melalui kebijakan kenormalan baru telah diterapkan banyak negara, namun risikonya masih cukup besar.

Di tengah pandemi Covid-19, pemerintah tampaknya akan tetap menyelenggarakan pemilu daerah atau pilkada pada tahun ini. Pilkada serentak sempat tertunda akibat merebaknya virus Corona.

Baca juga: Kontrol Protokol Kesehatan di Kantor Setelah Jadi Klaster Baru Covid-19

Seperti dikutip dari Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) No 5/2020, pemilihan kepala daerah serentak atau pemilu saat pandemi Covid-19 akan dilakukan di berbagai daerah. Rencananya, pemungutan suara pilkada akan dilakukan 9 Desember 2020.

Berdasarkan jadwal baru Pilkada Serentak 2020 setelah diatur ulang oleh KPU, saat ini panitia pilkada sedang dalam tahapan pencocokan dan penelitian terhadap daftar pemilih yang telah dikumpulkan sebelumnya.

Sementara itu Presiden Joko Widodo dalam pernyataannya meminta agar pelaksanaan pemilu saat pandemi Covid-19 jangan sampai memicu timbulnya klaster baru penularan virus Corona.

“Protokol kesehatan harus diterapkan dalam semua tahapan pilkada dan menjadi kebiasaan baru. Hal itu agar nantinya tidak terjadi klaster baru dari Covid yang malah kontraproduktif,” ujar Presiden Jokowi di Jakarta belum lama ini.

Potensi Risiko Pemilu Saat Pandemi Covid-19

Seperti halnya Indonesia yang akan menyelenggarakan Pilkada Serentak 2020, sejumlah negara juga akan melaksanakan pemilu. Salah satunya Amerika Serikat yang diketahui memiliki jumlah kasus Covid-19 terbesar di dunia.

Lantas bagaimana potensi risiko pemilu saat pandemi Covid-19? Para ilmuwan dari RAND Corporation melakukan penelitian tentang tingkat risiko Covid-19 saat pelaksaan pemilihan presiden Amerika. RAND Corporation adalah organisasi riset nirlaba dan non-partisan.

Baca juga: Vaksin Covid-19 Terbaru HexaPro, Temuan Inovatif Sokongan Bill Gates

“Pandemi Covid-19 bisa menjadi ancaman serius bagi rencana penyelenggaraan pemilu 2020 di berbagai negara bagian di Amerika Serikat,” kata Jennifer Kavanagh, ilmuwan politik yang juga ketua tim peneliti di RAND seperti dikutip Scitech Daily.

Pemilihan presiden Amerika itu rencananya akan dilaksanakan pada bulan November 2020. Pemilu saat pandemi Covid-19 di Amerika ini akan dilaksanakan sebulan sebelum pelaksanaan Pilkada Serentak di tanah air.

Dalam penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat itu ditemukan sebanyak 9 negara bagian di Amerika Serikat tidak mempunyai kebijakan yang tegas dalam mendorong partisipasi pemilih yang aman.

Sedangkan 12 negara bagian lainnya dinilai telah menerapkan beberapa langkah strategis yang lebih aman dalam penyelenggaraan pemilu. Begitu juga District of Columbia yang memiliki sepertiga jumlah pemilih di Amerika.

Strategi Pelaksanaan Pemilu

Para peneliti menggunakan beberapa strategi pelaksanaan pemilu saat pandemi Covid-19 yang lebih aman. Antara lain mekanisme pendaftaran dan opsi pemungutan suara yang dilakukan dengan mengurangi kerumunan.

Selain itu juga pentingnya opsi untuk meminimalkan terjadinya kontak langsung antar orang, serta strategi untuk membatasi akses umum bertemu dalam jarak yang dekat.

Baca juga: Komplikasi Virus Corona, Bisa Sebabkan Penggumpalan Darah

Berdasarkan beberapa ketentuan pemilu yang aman, para peneliti menemukan banyaknya negara bagian di Amerika kurang persiapan. Kondisi ini dikhawatirkan justru akan memicu terjadinya klaster baru penularan Covid-19.

Dari hasil riset tersebut, para ilmuwan menyerukan pentingnya mempertimbangkan setiap negara bagian mempunyai kebijakan yang fleksibel dalam mendukung langkah-langkah yang perlu diambil untuk menjaga keamanan pelaksanaan pemilu saat pandemi Covid-19.

Beberapa opsi yang ditawarkan para ilmuwan itu antara lain program pendaftaran online, mekanisme kampanye yang bisa dilakukan secara online, hingga model pemungutan suara dari jarak jauh seperti melalui dengan mail atau online.

Banyak negara bagian di Amerika telah menanggapi potensi risiko penularan Corona dengan kebijakan baru yang lebih fleksibel. Lantas bagaimana dengan Indonesia, apakah KPUD dan pemerintah daerah telah membuat persiapan untuk pelaksanaan pemilu saat pandemi Covid-19 yang aman? (R11/HR-Online)

Loading...