Turah Parthayana, Youtuber Indonesia Lakukan Pelecehan Seksual

Turah Parthayana, Youtuber Indonesia Lakukan Pelecehan Seksual
Turah Parthayana. Foto:Ist/Net

Turah Parthayana mendadak trending di media sosial Twitter, Kamis (6/8/2020). Turah ini adalah seorang youtuber dan vlogger asal Indonesia.

Ia diduga melakukan pelecehan seksual terhadap temannya sendiri. Modusnya, Turah mengajak temanya itu nonton film horor.

Namun saat menonton, Turah diduga melakukan pelecehan terhadap teman wanitanya.

Kabar Turah Parthayana melakukan pelecehan seksual tersebut pertama kali disebar dalam postingan akun twiter @sandi_sa119.

Dalam unggahanya tersebut, Sandi mengaku sudah punya bukti-bukti tentang tindakan pelecehan yang dilakukan Turah.

Pelecehan seksual itu sendiri dilakukan Turah di sebuah asrama saat keduanya nonton film horor.

Profil  Turah Parthayana

Turah Parthayana merupakan seorang youtuber asal Bali. Ia lahir pada 7 September 1997 dan sekarang berusia 22 tahun.

Kasus pelecehan seksual yang melibatkan namanya itu cukup mengagetkan banyak kalangan. Para fans Turah tak menyangka idolanya tersebut melakukan tindakan asusila.

Turah sendiri mulai dikenal kala ia menjadi mahasiswa perguruan tinggi Rusia. Ia mednapatkan beasiswa untuk melanjutkan studinya di Tomsk State University Rusia.

Disana Turah Parthayana mengambil Manajemen Bisnis. Ia mulai terkenal sebagai youtuber karena kerap menggunggah video creator di YouTube tentang kehidupan mahasiswa Indonesia di Rusia.

Ia pun mengunggah berbagai konten, mulai dari kehidupan sehari hari di Rusia, budaya sampai apa yang sedang trend disana.

Berkat video vedeonya yang menarik, ia menjadi salah satu sosok inspiratif. Kini Turah sudah memiliki sekitar 1,16 juta subscribers youtube.

Sosok Inspiratif

Turah Parthayana juga dikagumi banyak wanita karena selain tampan juga inspiratif. Ia kerap membagikan video pengalamanya sampai menapat beasiswa kuliah di Rusia.

Ia kerap memotivasi anak muda agar bisa mendapat beasiswa dengan ketekunan dan kerja keras. Sebagai seorang cretor Youtube, Turah ternyata memiliki keinginan masuk dalam dunia perfilman dengan jadi sutradara atau aktor.

Di tenga kesibukanya kuliah, Turah beberapa kali membuat film pendek bersama kawan-kawan bulenya sampai ditonto jutaan kali oleh penonton youtube.

Turah Parthayana juga belakang ini disibukan dengan peluncuran buku. Turah segera merilis buku tentang kisah perjalannya menjadi mahasiswa Rusia selama 5 tahun.

Kasus Pelecehan Turah Parthayana Dibenarkan Manager

Manager Turah, Jehian Panangian Sijabat, angkat suara tentang berita pelecehan seksual yang menjerat artisnya tersebut.

Ia mengakui Turah memang melakukan tindakan pelecehan seksual, namun kejadiannya terjadi bulan November 2019 silam.

Jehian pun memposting Surat Pernyataandari  Gokma Sahat Tua Sinaga, Ketua Permira/PPI Tomsk, bahwa benar Turah Parthayana telah melakukan pelecehan seksual dengan terencana dan disadari.

Turah disebut melakukan pelecehan terhadap korban berinisial J pada tanggal 23 November 2019 lalu. Pelecehan tersebut dilakukan di asrama Parus kamar 430.

Dalam postingan itu, Gokma menyebut, pihaknya sudah memberikan sanksi sosial pada Turah dan memberikan dukungan moral untuk korban.

Jehian mengaku, dirinya amat membenci tindakan pelecehan seksual. Namun, kata dia, Turah Parthayana bukan otang yang bakal lari dari kesalahanya.

Ia akan bertanggungjawab atas kasus yang menimpanya itu. Kata dia, pelecehan itu dilakukan saat TP menonton film horor bersama JA.

Saat itu, TP melakukan sentuhan seksual kepada korban tanpa persetujuan. Saat dipertemukan, Turah tidak mengelak bahwa ia melakukan aksi pelecehan itu.

Turah Parthayanasiap menerima sanksi yang akan diberikan kepadanya. Sanksinya saat itu yakni Turah keluar sebagai panitia kegiatan saat itu.

Selain itu, Turah juga mesti berpindah kamar dan tidak boleh bertemu dengan dengan korban, JA.

Akhirnya, Turahpindah dari asrama dan tinggal di apartemen lain.

 Sanki selanjutnya yang diterima Turah Parthayanayakni surat pernyatan yang  disebar ke semua mahasiswa Indonesia yang ada di Rusia.

Namun, korban JA belum merasa puas dengan klarifikasi tersebut. Ia pun meminta dilakukan pertemuan dengan mahasiswa Indonesia dengan jumlah yang banyak.

Dalam pertemua kedua tersebut, Ketua PPI/Permira Tomsk, Gokma Sahat Tua Sinaga mengatakan kronologi pelecehan seksual yang terjadi pada korban JA oleh TP.

Pada pertemuan tersebut Turah Parthayanamendapat uang ganti rugi kacamatanya yang pecah akibat berkelahi dengan pacar korban JA. Turah pun meminta maaf kepada orangtua JA lewat Gokma. (R8/HR Online)

Loading...