Warga Sumringah, Jembatan Kiarakoneng Kawali Ciamis Sudah Dibangun

Warga Sumringah, Jembatan Kiarakoneng Kawali Ciamis Sudah Dibangun
Jembatan Kiarakoneng diatas Sungai Cimuntur, penghubung antar dusun di Desa Winduraja, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, rampung dibangun.Foto:Edji/HR

Berita Ciamis (harapanrakyat.com).- Jembatan Kiarakoneng diatas Sungai Cimuntur, penghubung antar dusun di Desa Winduraja, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, rampung dibangun. Warga Dusun Senangsari pun Sumringah.

Pasalnya, jembatan yang sebelumnya hanya menggunakan bambu dan dikhawatirkan ambruk itu sudah diganti dengan kontruksi kayu dan besi. 

Rosmiati, warga Dusun Senangsari, mengatakan, dengan dibangunnya jembatan Kiarakoneng, warga merasa bersyukur dan sumringah. Sebab, akses jembatan yang awalnya hanya terbuat dari bambu dan kerap menimbulkan kekhawatiran tiba-tiba ambruk, sekarang telah dibangun dengan menggunakan kontruksi besi dan kayu.

“Sehingga menjadi aman dan nyaman dilewati. Sebelum dibangun, orang yang melewatinya harus ekstra hati-hati dan waspada, sebab selain hanya berdamparan bambu yang sudah lapuk, bila dilewati kendaraan menjadi oleng. Sehingga kalau tidak hati-hati bisa tergelincir dan terjatuh,” katanya.

Kaur Ekbang Desa Winduraja, Endang Diana, menjelaskan, jembatan Kiarakoneng merupakan penghubung antar Dusun Senangsari dan Dusun Sukajadi. Jembatan tersebut berukuran  panjang 24 meter dan lebar 1,3 meter.

Pembangunannya, kata Endang, didanai dari Dana Desa (DD) tahun 2020, dengan besaran anggaran Rp. 112 juta. Dengan dibangunnya jembatan, diharapkan selain dapat memperlancar akses antar kampung, juga merupakan penopang ekonomi.

“Mudah-mudahan saja semua pihak bisa menjaga dan memelihara jembatan tersebut supaya bisa bertahan lama,” katanya.

Iyus, perangkat desa, membenarkan bahwa jauh sebelumnya jembatan tersebut hanya berdamparan bambu. Namun sekarang dibangun menggunakan kontruksi besi. Damparan yang awalnya dari bambu sekarang sudah diganti dengan damparan kayu balok jati.

“Sehingga, tidak hanya aman dilewati oleh pejalan kaki saja, akan tetapi kendaraan roda dua pun bisa melewatinya dengan aman,” tandasnya.

Iyus menambahkan, setelah jembatan Kiarakoneng menjadi kokoh, jembatan tersebut tidak hanya berfungsi menjadi akses transportasi, namun kerap menjadi ajang selfi anak-anak muda. (dji/Koran HR)

Loading...