WHO Ingatkan Pandemi Virus Corona Akan Berlangsung Lama

WHO Ingatkan Pandemi Virus Corona Akan Berlangsung Lama
Ilustrasi Pandemi Virus Corona. Foto: Ist/Net

Pandemi virus Corona diperkirakan akan berlangsung lama. Demikian peringatan badan kesehatan dunia WHO. Karena itu WHO menekankan pentingnya melakukan tanggap respon untuk jangka pajang pula.

Peringatan WHO itu disampaikan setelah Komite Darurat COVID-19 yang dibentuk di bawah arahan Direktur Jenderal WHO mengadakan pertemuan pada akhir Juli 2020 lalu.

Dalam pernyataan resminya seperti dikutip dari laman WHO yang dirilis Sabtu (01/08/2020), disebutkan kemungkinan durasi yang lebih panjang dari pandemi Covid-19. Karena itu penting melakukan antisipasi yang harus dilakukan untuk jangka panjang pula.

Antisipasi dalam menghadapi pandemi virus Corona yang akan berlangsung lama menjadi sangat penting. Khususnya lagi dengan memperhatikan kepentingan komunitas yang berkelanjutan. Baik dalam skala nasional, regional, maupun secara global.

Merebaknya pandemi Covid-19 ini bermula setelah ditemukannya kasus Corona pertama kali di Wuhan China pada akhir Desember 2019. Sejak saat itu virus berkembang cepat ke berbagai negara.

Hingga saat ini jumlah kasus infeksi Covid-19 telah mencapai 17.660.523 orang yang mencakup 216 negara di seluruh dunia. Dari jumlah itu, sebanyak 680.894 orang dilaporkan meninggal dunia akibat pandemi virus Corona.

Upaya Mengatasi Pandemi Virus Corona

Sejak kasus pertama muncul hingga saat ini atau selama 7 bulan lamanya obat maupun vaksin Covid-19 belum juga berhasil ditemukan. Padahal obat maupun vaksin ini sangat ditunggu untuk penanganan penyakit mematikan ini.

Para ilmuwan dari seluruh dunia masih terus bekerja keras untuk secepatnya menemukan obat Corona. Proses riset beserta uji klinis yang berliku membuat upaya menemukan obat Covid-19 yang aman dan efektif menjadi tidak mudah.

“Pandemi virus Corona merupakan krisis kesehatan yang terjadi sekali dalam seabad. Namun dampaknya akan terus dirasakan selama beberapa dekade mendatang,” kata Dirjen WHO Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus dikutip dari laman www.who.int.

Menurut Tedros, banyak negara yang sebelumnya merasa aman sekarang harus bergulat dengan wabah baru. Termasuk sejumlah negara yang percaya telah melewati banyak hal buruk harus terjebak dalam pandemi.

Begitu juga negara yang awalnya tidak terpengaruh Covid-19 sekarang justru mengalami peningkatan jumlah kasus dan kematian. Bahkan besarnya kasus virus Corona telah mengendalikan banyak negara.

Rekomendasi WHO Menghadapi Pandemi Virus Corona

Dalam pertemuannya, Komite Darurat untuk Covid-19 (The Emergency Committee on COVID-19) menyatakan bahwa pandemi Covid-19 masih menjadi darurat kesehatan serta menjadi perhatian internasional.

Berdasarkan sejumlah bukti dari berbagai negara, Komite juga membuat sejumlah rekomendasi untuk Dirjen WHO. Rekomendasi juga diberikan untuk berbagai negara dalam menghadapi wabah Corona untuk jangka panjang.

Kepada Komite, Tedros juga menyatakan bahwa pandemi virus Corona telah menjadi PHEIC (public health emergency of international concern). PHEIC atau darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional merupakan alarm tertinggi WHO di bawah IHR.

Ada sejumlah saran dan rekomendasikan yang disampaikan Komite untuk berbagai negara dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang akan berlangsung lama. Negara-negara diminta untuk meningkatkan pengawasan kesehatan warganya dengan identifikasi kasus dan pelacakan kontak.

Dalam menghadapi pandemi virus Corona, Komite juga menyatakan pentingnya melindungi masyarakat yang minim sumber daya, kelompok rentan, ataupun orang yang berisiko tinggi terhadap infeksi virus Corona.

Negara-negara juga diminta mempertahankan layanan kesehatan yang mendasar untuk warganya. Layanan itu dengan selalu menyediakan pendanaan, pasokan, dan sumber daya manusia dengan kualifikasi yang memadai.

WHO melalui Komite juga menyarankan banyak negara untuk menerapkan tindakan yang proporsional terhadap perjalanan saat pandemi virus Corona. Negara juga diminta melakukan penilaian terhadap risiko dan selalu memperbaharui kebijakannya. (R11/HR-Online)

Loading...