5 Warga Banjar Terkonfirmasi Positif Covid-19, Begini Kronologisnya

5 Warga Banjar Terkonfirmasi Positif Covid-19, Begini Kronologisnya
Pelaksana Gugus Tugas Kota Banjar saat tracking di BLUD Puskesmas Pataruman 3 Kota Banjar. Foto: Muhlisin/HR

Berita Banjar (harapanrakyat.com).- Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjar, Jawa Barat, menyampaikan adanya penambahan 5 kasus baru warga terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kota Banjar sebanyak lima orang.

Kelima orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut rinciannya 3 orang tenaga kesehatan (Nakes) dan 2 orang warga.

Pelaksana Gugus Tugas Kota Banjar dr Agus Budiana, menerangkan, 3 orang Nakes terkonfirmasi positif Covid-19 itu masing-masing terpapar di tempat berbeda.

Untuk Nakes positif Covid-19 di BLUD Puskesmas Banjar 3 kemungkinan terpapar saat melakukan kegiatan atau tugas di luar kota belum lama ini.

Nakes terkonfirmasi positif tersebut merupakan warga Kota Banjar berjenis kelamin perempuan.

Ia berusia 32 tahun dan masuk kategori orang tanpa gejala (OTG)

Riwayat terpaparnya setelah melakukan kegiatan tugas luar kota di Bogor.

“Untuk yang kontak erat ada 52 orang dan hari ini langsung kami swab test,” terang dr Budi kepada HR Online, Rabu (16/9/20).

Baca Juga: 2 Nakes dan 3 Orang Warga di Kota Banjar Terkonfirmasi Positif Covid-19

Kemudian, untuk Nakes di BLUD Pataruman 3 sebelumnya merupakan petugas medis pasien Covid-19 di ruang isolasi RSUD Banjar dan baru pindah ke Puskesmas Pataruman 3 pada hari Senin sekitar 2 hari yang lalu.

Namun, sebelum pindah tugas ke Puskesmas Pataruman 3 itu, sesuai SOP kesehatan maka Nakes tersebut dilakukan pemeriksaan swab test.

“Setelah swab test ternyata hasilnya positif Covid-19 dan masuk kategori orang tanpa gejala. Kemungkinan terpaparnya juga dari luar karena sebelum pindah statusnya sudah tidak bertugas di ruang isolasi ” jelasnya.

Untuk Nakes selanjutnya juga merupakan warga Banjar namun bertugas di salah satu Puskesmas di Ciamis bukan di Banjar.

Nakes tersebut terkonfirmasi positif Covid-19 saat melakukan pemeriksaan swab test di Kabupaten Ciamis.

“Dia masuk kategori orang tanpa gejala dan tidak mempunyai riwayat perjalanan ke luar kota,” ujarnya.

2 Warga Terkonfirmasi Positif

Selain tiga orang Nakes, dr Agus juga mengatakan, ada dua orang lagi yang hari ini terkonfirmasi positif Covid-19 di Banjar.

Kedua orang warga tersebut yakni satu orang warga Kecamatan Purwaharja berjenis kelamin laki-laki berusia 66 tahun.

Masuk kategori orang dengan gejala namun tidak mempunyai riwayat perjalanan ke luar kota.

Selanjutnya, satu orang lagi merupakan anak dari Nakes terkonfirmasi positif Covid-19 yang bertugas di salah satu Puskesmas di Kabupaten Ciamis dan kemungkinan terpapar dari ibunya tersebut.

“Pasien dengan komorbid ini langsung dibawa Ke RSUD Banjar untuk perawatan lebih lanjut. Sedangkan empat orang pasien lainnya menjalani isolasi mandiri karena masuk pasien tanpa gejala” katanya.

Dari penambahan 5 orang pasien terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut, kata dr Agus menegaskan, jumlah Nakes yang terkonfirmasi positif ada 3 orang. Sedangkan 2 orang lainnya bukan petugas Nakes.

“Jadi, semua ada 5 orang dan untuk Nakes itu ada 3 orang,” katanya.

Saat ini tim Gugus tugas sudah melalui tracking kepada 98 orang yang pernah melakukan kontak dengan kelima pasien itu.

“Untuk besok masih akan kami lanjutkan lagi,” ungkap dr Agus.

Terkait adanya aturan baru bahwa pasien positif Covid-19 tanpa gejala tidak boleh lagi menjalani isolasi di rumah, ia menambahkan, saat ini untuk hal itu pihaknya tengah berkomunikasi dengan RSUD Asih Husada untuk mempersiapkan fasilitas pelayanan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak RS Asih Husada. Mungkin saat ini masih dalam proses tahap persiapan,” ujarnya.

RS Asih Husada Akan Buka Pelayanan Pasien Covid-19

Sementara itu, terkait kesiapan tersebut, Direktur RS Asih Husada, Wiwik Nuryanti, menjelaskan, secepatnya akan melakukan pembukaan pelayanan penanganan pasien Covid-19 tersebut.

Sekarang ini, lanjut Wiwik, RS Asih Husada juga sudah menyiapkan fasilitas tempat. Termasuk ketersediaan obat, alat pelindung diri (APD) juga masih ada stock dari persediaan saat pembukaan pelayanan Covid beberapa waktu lalu.

Tinggal memanggil kembali sumber daya manusia sukarelawan, dan pengajuan proposal untuk kebutuhan mamin petugas.

“Ya seperti petugas jaga, honor, dan BHP yang tinggal sedikit,” terang Wiwik.

Untuk mendukung kesiapan dan kepastian pembukaan pelayanan itu, kata Wiwik menambahkan, saat ini pihak RS Asih Husada masih menunggu surat keputusan dari Walikota Banjar.

“Tadi Walikota memang meminta RS Asih Husada dipersiapkan kembali untuk merawat pasien isolasi Covid-19. Mengenai kategori pasien yang akan kami tangani berikut kapan waktu pembukaannya kami tinggal menunggu SK dari Bu Walikota,” pungkasnya. (Muhlisin/R8/HR Online)

Loading...